Health & Diet
Fakta Tentang Bahaya Leptospirosis, Penyakit yang Sering Mengancam di Musim Hujan

1 Nov 2016


Foto: Pixabay

Hujan yang terus menerus turun belakangan ini telah mengakibatkan banjir di beberapa daerah. Minggu (30/10), lima kabupaten di Bandung Selatan dilanda banjir Kecamatan Baleendah, Kecamatan Dayeuhkolot, Kecamatan Bojongsoang, Kecamatan Rancaekek, dan Kecamatan Majalaya. Sejumlah ruas jalan sempat terputus karena ketinggian banjir mencapai semeter. Selain akses yang terputus, warga diharapkan waspada pada bahaya penyakit-penyakit yang mengancam di musim hujan, terutama pascabanjir, seperti penyakit ISPA, demam tifoid, dan penyakit leptospirosis.

Di Indonesia, kejadian luar biasa (KLB) leptospirosis ditemukan di Kota Baru, Kalimantan Selatan dua tahun yang lalu. Jumlah kasus leptospirosis meningkat di Jawa Tengah dan DKI Jakarta setelah terjadi banjir besar yang cukup lama. Hingga November 2014, Kementerian Kesehatan mencatat ada 435 kasus dengan 62 kematian akibat penyakit leptospirosis.

Kasus leptospirosis sering ditemukan pada daerah yang terjadi banjir dan areal pertanian atau perkebunan yang memiliki banyak populasi tikus. Hewan pembawa bakteri leptospira di antaranya ternak seperti sapi, kuda, babi, anjing dan hewan pengerat terutama tikus. Manusia bisa terkena leptospirosis jika bersentuhan dengan tanah atau air yang telah terkontaminasi urin hewan yang terinfeksi bakteri leptospira.

Berikut 6 langkah untuk mengantisipasi penyakit leptospirosis berikut ini:
1/ Warga diharapkan untuk terlibat aktif dalam upaya memberantas tikus di area hunian dan fasilitas publik seperti pasar, terminal, tempat rekreasi dan lain-lain.
2/ Selalu menjaga kebersihan lingkungan sekitar dan ingatkan anak untuk tidak bermain air pada saat banjir atau pada sisa genangan air, terutama pada saat luka.
3/Selalu gunakan pelindung, seperti sepatu bot, sarung tangan, kacamata, dan masker bila berkunjung ke daerah banjir dan segera berobat bila terserang sakit dengan gejala panas tiba-tiba atau sakit kepala disertai menggigil.
4/ Biasakan mencuci tangan atau mandi setelah terkena percikan urin hewan atau setelah kembali dari daerah banjir.
5/ Pastikan Anda memakai sarung tangan dan tetap higienis saat merawat hewan peliharaan yang sakit.
6/ Pastikan air yang akan diminum selalu higienis dengan kemasan tertutup dan tersegel baik atau air sudah direbus sebelumnya.

Masa inkubasi leptospirosis biasanya berlangsung 5-15 hari hingga satu bulan. Dalam sekitar 90% kasus, leptospirosis hanya menyebabkan gejala ringan seperti sakit kepala, menggigil, sakit otot, demam tinggi, nyeri perut, mata merah, muntah, diare, dan ruam pada kulit. Meski demikian, dalam beberapa kasus dengan infeksi lebih berat dan tidak ditangani dengan baik, leptospirosis bisa mengancam nyawa, termasuk kegagalan fungsi organ dan perdarahan internal. (f)
 


Topic

#Leptospirosis

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?