Health & Diet
Cara Kerja Musik Untuk Terapi

10 Mar 2016


Secara umum, ada dua metode yang sering kali digunakan dalam terapi musik. Metode pertama dikenal dengan metode reseptif. “Biasanya, terapis akan meminta klien mendengarkan musik jenis tertentu melalui earphone atau mendengarkan secara berkelompok di sebuah ruangan,” jelas Monica.
Terapis kemudian akan meminta klien mengeluarkan apa yang dirasakan, menceritakan pengalaman masa lalu yang muncul, atau mencurahkan semua masalah yang sedang dihadapi sambil terus mendengarkan musik. "Dengan metode ini diharapkan klien memiliki keberanian untuk mengungkapkan apa yang selama ini ia pendam."
           
Metode kedua disebut dengan metode aktif. "Melalui metode ini, terapis dan klien terlibat secara aktif dalam suatu permainan musik," jelas Monica. Prosesnya bisa dilakukan dengan menyanyi bersama atau memberikan klien alat musik untuk dimainkan dan berimprovisasi dengan alat tersebut. "Tujuannya bukan untuk mengajarkan mereka agar pandai memainkan alat musik."
           
Menurut Monica,  tiap individu yang melakukan terapi musik bisa jadi memiliki tujuan yang berbeda. Biasanya, seorang terapis akan melakukan dialog terlebih dahulu dengan klien atau pendampingnya tentang masalah yang sedang dihadapi. Ia sendiri selama menangani klien --sebagian besar anak-anak-- selalu berdiskusi dengan orang tua atau guru yang membawa anaknya untuk diterapi.

"Ada anak yang datang dengan masalah sulit bersosialisasi dengan lingkungannya, autisme, memiliki self-esteem yang rendah, hingga balita yang mengalami keterlambatan berbicara dan masalah dengan sistem motoriknya," jelasnya.
           
Kondisi-kondisi tersebut kemudian juga akan menentukan apakah anak membutuhkan terapi secara private atau bisa dilakukan dengan berkelompok. "Karena itu, peran orang tua atau para pendamping yang mengetahui masalah yang dihadapi sang anak sangat dibutuhkan dalam terapi ini," kata Monica.
           
Juliette Louise Alvin, pakar terapi musik dan founder the British Society for Music Therapy, dalam bukunya, Music Therapy, mengungkapkan, musik yang diperdengarkan menghasilkan rangsangan ritmis yang diterima oleh organ pendengaran manusia. Rangsangan tersebut kemudian akan diolah di dalam sistem saraf tubuh dan kelenjar pada otak. Sistem saraf di otak kemudian mengatur rangsangan ritmis tersebut ke dalam ritme tubuh pendengar. Ritme ini yang memengaruhi banyak hal di dalam tubuh.
           
Saat masuk melalui bagian talamus otak, musik akan memengaruhi emosi dan perasaan. Ketika menstimulasi hipotalamus otak, musik akan memengaruhi fungsi saraf otonom yang mengontrol pernapasan, tekanan darah, denyut jantung, hingga hormon seks.

Lalu bagaimana memainkan musik bisa memengaruhi tubuh? Monty P. Satidarma dan Roswiyani P. Zahra, keduanya psikolog, dalam bukunya, Sehat dan Cerdas dengan Musik, menjelaskan, bermain musik bisa meningkatkan fungsi kognitif otak. Dengan memainkan musik, orang bisa melatih konsentrasi, meningkatkan proses berpikir, mengingat, dan menganalisis.

Selain itu, memainkan alat musik juga bisa membantu meningkatkan fungsi sistem motorik tubuh. Karena, dengan bermain musik, sistem motorik kita dituntut untuk aktif bergerak, seperti memukul, mengayun, memetik,  atau menekan. (f)
 


 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?