Health & Diet
8 Makanan Penguat Otak

11 Aug 2016


Foto: Fotosearch

Mulai kesulitan menghitung soal penjumlahan yang dulu bisa diselesaikan dalam hitungan detik? Atau, jadi sering lupa detail peristiwa yang baru saja terjadi? Menurut dr. Samuel Oetoro, MS, Sp.GK dari MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta, kemunduran fungsi otak seperti itu sebenarnya hal yang lumrah terjadi seiring pertambahan usia atau perubahan gaya hidup. Tapi, tak perlu khawatir, karena kabar baiknya adalah, kita bisa memperlambat prosesnya dengan terapi makanan!
           
#1 Ikan Salmon
”Kalau mau pintar, sering-seringlah makan ikan.” Nasihat ini terbukti kebenarannya lewat penelitian di Goteborg University, Swedia. Berdasarkan hasil studi tersebut, orang yang mengonsumsi ikan secara teratur akan mengalami perkembangan otak yang lebih baik. Terutama jenis ikan berminyak, seperti salmon, makarel, dan tuna, karena paling banyak mengandung asam lemak omega 3.

Menurut dr. Maria Aberg, salah seorang peneliti, selain berperan penting dalam proses pertumbuhan otak pada anak-anak, omega 3 juga berperan memelihara fungsi otak pada orang dewasa. Bukan hanya itu, asupan lemak sehat ini juga penting untuk meningkatkan kelenturan otak. ”Kelenturan otak terkait erat dengan kemampuan otak mengorganisasi hubungan antarsel di dalamnya. Juga memengaruhi tingkat inteligensi serta tingkah laku emosional dan sosial pada diri seseorang,” kata dr. Aberg.

Asupan omega 3 juga penting bagi para manula. Omega 3 juga kaya kandungan DHA, asam lemak yang penting bagi perkembangan otak dan kesehatan sistem saraf tubuh. Kekurangan DHA sering kali dikaitkan dengan peningkatan risiko serangan alzheimer serta penurunan fungsi kognitif (kemampuan intelektual dalam berpikir, mengetahui, dan memecahkan masalah) otak yang menjurus pada dementia alias pikun.
Ikan salmon juga mengandung yodium yang berperan membantu proses pembentukan sel-sel saraf serta memelihara kesehatan mental. Dan ternyata, konsumsi yodium yang cukup bisa membantu menstabilkan suasana hati. Jadi, rajin-rajin makan salmon bisa membuat Anda terhindar dari serangan ’galau’ yang merusak suasana kerja.
 
#2 Brokoli
Sayuran yang paling dibenci mantan Presiden AS, George Bush,  ini justru salah satu jenis makanan yang paling banyak gunanya bagi otak. Penelitian Ching Hua University, Beijing, menyatakan, kandungan magnesium yang tinggi dalam brokoli dapat membantu meningkatkan daya ingat. Bukan hanya itu, peneliti dari King College, London, juga menemukan adanya senyawa glukosinolat yang bisa membantu menghambat proses penurunan kemampuan mengingat.
           
Brokoli disebut juga dapat mencegah sekaligus menjadi terapi yang efektif bagi para penderita alzheimer. Penjelasannya begini. Pada penderita alzheimer, aktivitas salah satu jenis zat kimia penghantar rangsangan saraf yang bernama asetilkolin terhambat oleh adanya enzim asetilkolinesterase. Penghambatan kerja asetilkolin oleh enzim ini bisa menimbulkan kerusakan sel-sel otak, hilangnya ingatan, serta menurunnya kemampuan berpikir seseorang.
Nah, penelitian yang dilakukan Royal Pharmaceutical Society di Inggris membuktikan bahwa di antara jenis sayuran lainnya, brokoli memiliki sifat anti-asetilkolinesterase yang paling kuat. Kemampuan brokoli menghambat kerusakan saraf otak yang diakibatkan oleh enzim asetilkolinesterase ini bahkan amat mirip dengan khasiat obat-obatan yang diberikan kepada penderita alzheimer. Dengan catatan, brokoli tidak dimasak terlalu lama, sehingga zat-zat gizi di dalamnya masih utuh.
 
#3 Biji Kuaci
Ngemil segenggam kuaci sembari menonton televisi memang asyik sebagai obat penawar lelah sepulang kantor. Ternyata, mengudap camilan yang berasal dari biji bunga matahari atau biji labu ini juga bisa meningkatkan kemampuan mengingat serta mempercepat proses mengelola informasi. Dengan catatan, Anda tidak memilih kuaci yang berkadar garam tinggi.

Menurut Dr. James E. Duke, penulis buku Anti-ageing Prescription, biji bunga matahari dan jenis biji-bijian lain mengandung triptofan  --asam amino nonesensial-- yang dilepaskan setelah asupan karbohidrat, yang berperan melepaskan hormon serotonin ke dalam darah. Hormon serotonin ini mendatangkan perasaan relaks sehingga membantu mengatasi kondisi stres dan depresi yang menghambat kerja otak.

Selain itu, kuaci biji bunga matahari juga banyak mengandung vitamin B kompleks dan B6. Melalui berbagai penelitian, kedua jenis vitamin ini terbukti mampu meningkatkan kapasitas memori serta kemampuan berpikir seseorang. Vitamin B6 berperan dalam sintetis dan metabolisme protein, khususnya serotonin.

Kandungan vitamin E di dalam kuaci juga terbilang paling tinggi di antara rata-rata jenis makanan lainnya. Sebanyak 100 gram biji bunga matahari mengandung 30% dari jumlah yang direkomendasikan untuk dikonsumsi dalam sehari. Vitamin E yang bersifat antioksidan ini berperan penting membantu melancarkan peredaran darah menuju otak.
 
#4 Kacang Kedelai
Kacang kedelai adalah salah satu jenis bahan pangan yang paling banyak dikonsumsi di negeri kita. Berbagai produk olahannya, seperti tempe dan tahu, meski sederhana, mendapatkan tempat istimewa di hati banyak orang. Bahkan, kacang kedelai Jepang (edamame) yang biasa disajikan sebagai kudapan di restoran-restoran Jepang, kini  makin populer sebagai camilan sehari-hari.

Bukan hanya lezat, konsumsi kacang kedelai juga banyak gunanya bagi otak. Seperti jenis kacang-kacangan lainnya, kedelai kaya kandungan vitamin E. Sebuah studi yang diterbitkan dalam American Journal of Epidemiology menyatakan bahwa asupan vitamin E yang cukup bisa membantu mencegah penurunan fungsi memori dan meningkatkan kesehatan mental seseorang.

Kedelai juga mengandung senyawa lesitin yang bersifat lipotropik, yaitu mendorong pengangkutan asam lemak dari hati ke jaringan-jaringan tubuh serta meningkatkan pembakaran lemak di hati. Dengan begitu, lesitin mampu mengikis timbunan lemak (plak) pada dinding pembuluh darah dan memaksimalkan distribusi oksigen ke dalam otak.

Gabungan antara lesitin dan kolin (bahan penyusun lesitin) juga dibutuhkan untuk memproduksi senyawa kimia otak yang dikenal dengan nama asetilkolin. Senyawa ini amat berperan vital untuk meningkatkan fungsi daya ingat dan melindungi otak melawan penyakit degeneratif, seperti dementia (pikun) serta alzheimer.
 
#5 Blueberry
Selain rasanya lezat, blueberry juga kaya manfaat. Penelitian yang dilakukan di Tufts University, Amerika, menyebutkan bahwa konsumsi ekstrak blueberry berguna memperbaiki gangguan memori jangka pendek (short term memory loss). Bila dikonsumsi teratur, blueberry diyakini mampu menguatkan daya ingat.
Buah mungil yang rasanya manis ini mengandung sejumlah senyawa polifenol, terutama pigmen antosianin, yang menyebabkan warnanya menjadi ungu kehitaman. Antosianin bersama asam klorogenik dan reserveratrol yang terkandung pula di dalam blueberry memiliki efek antioksidan sehingga mampu melindungi sel-sel saraf dan otak dari kerusakan akibat paparan radikal bebas.

Blueberry juga memiliki sifat antiinflamasi, sehingga bisa mengurangi peradangan yang disebabkan oleh penyakit kronis seperti alzheimer dan parkinson, hingga penyakit jantung dan diabetes. Penelitian lain menyatakan bahwa antosianin juga mampu membantu meningkatkan penyampaian rangsangan di otak serta memperbaiki fungsi memori yang mulai melemah.

#6 Cokelat
Kabar baik bagi mereka yang selalu bermasalah dengan mata pelajaran matematika! Menurut riset Northumbria University, Inggris (2009), konsumsi cokelat bisa meningkatkan kemampuan seseorang dalam mengerjakan soal hitung-hitungan.

Para responden yang berpartisipasi dalam riset tersebut bisa menghitung mundur lebih baik setelah mengonsumsi lima batang cokelat atau secangkir cokelat panas yang mengandung 500 mg flavanol. Flavanol adalah senyawa kimia bersifat antioksidan yang terdapat di dalam cokelat. Hal ini bisa terjadi, menurut peneliti, karena flavanol ampuh meningkatkan aliran darah ke otak.

Berapa dosis cokelat yang tepat untuk dikonsumsi? Berdasarkan penelitian, manfaat terbaik diperoleh ketika Anda mengonsumsi kira-kira 6,7 gram cokelat per hari atau setara dengan sebungkus kecil cokelat dua atau tiga kali sepekan. Berbagai keuntungan mengonsumsi cokelat ini bisa Anda maksimalkan dengan memilih jenis dark chocolate yang sama sekali tidak menggunakan bahan campuran, seperti susu dan gula.
 
#7 Avokad
Avokad memang buah ‘berat’ yang teksturnya creamy dan banyak mengandung lemak. Tapi jangan salah, lemak yang terkandung di dalamnya adalah lemak baik yang justru bagus untuk kesehatan tubuh secara keseluruhan. Lemak tak jenuh di dalam avokad mampu membantu melancarkan peredaran darah sehingga sel-sel otak mendapatkan asupan oksigen yang cukup untuk membantu proses berpikir.
           
Memang, sih, makan avokad tidak akan membantu meningkatkan nilai IQ seseorang. Tetapi, menikmati buah yang rasanya lezat ini bisa membantu mengoptimalkan kerja 'sel-sel kelabu' dalam kepala Anda. Kandungan mineral potasium di dalam avokad mampu membantu meredakan rasa lelah dan depresi yang bisa mengurangi kemampuan berkonsentrasi.

Menurut Steven Pratt, penulis buku SuperFoods Rx: Fourteen Foods Proven to Change Your Life,  potasium di dalam avokad bisa membantu menstabilkan tekanan darah. Selain menurunkan risiko serangan stroke, tekanan darah yang stabil juga membantu melancarkan kemampuan berpikir.  Masih menurut Pratt, avokad juga merupakan sumber asam folat yang berperan memelihara kesehatan sel-sel saraf dan otak.
 
#8 Teh Hijau
Manfaat teh hijau bagi otak telah terbukti melalui sebuah penelitian yang dilakukan di Newcastle University, Inggris. Penelitian ini menyelidiki efek bahan kimia yang dihasilkan oleh senyawa polifenol  --antioksidan pemberi rasa pahit yang terdapat dalam teh hijau-- ketika sudah dicerna oleh tubuh.
           
Menurut  Dr. Ed Okello, pengajar di School of Agriculture, Food and Rural Development at Newcastle University, pemimpin proyek penelitian tersebut, bahan kimia yang dihasilkan oleh senyawa polifenol dalam teh hijau ini amat efektif melawan pemicu perkembangan penyakit alzheimer. Kerjanya justru lebih efektif ketika sudah dicerna oleh enzim di dalam usus dibandingkan pada saat belum dicerna.   
Asam amino utama di dalam teh hijau yang bernama teanin (L-theanine) juga efektif merangsang aktivitas listrik otak untuk menghasilkan gelombang alfa pada otak. Mekanisme ini mampu mendatangkan perasaan relaks dan kewaspadaan mental seperti yang didapatkan dari meditasi, dalam waktu 30-40 menit setelah mengonsumsi teh hijau.

Penelitian lain juga menemukan bahwa teanin pada teh hijau bisa bekerja sinergis dengan kafein untuk menstimulasi aktivitas sel-sel otak. Para peneliti menemukan bahwa 100 miligram teanin yang diperoleh dari 4 cangkir teh hijau sudah cukup ampuh untuk membuat Anda memfokuskan pikiran pada tugas-tugas rumit di depan mata.
 
 
Nayu Novita
Konsultan: dr. Samuel Oetoro, MS, Sp.GK dari MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta

 


 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?