Gadget
Trik Cermat Mengisi Baterai Smartphone Supaya Kerjanya Tetap Optimal

25 Jul 2016


Foto: Fotosearch
 
Smartphone memang pintar dan membantu dalam berbagai hal, kecuali satu poin, yaitu baterainya tidak tahan lama. Dalam sehari, kita mesti berulang-ulang mengisi (charge) baterai supaya tetap bisa digunakan. Apalagi jika smartphone sudah digunakan dalam waktu lama, semakin cepat baterai smartphone habis, semakin sering pula kita menyambungkan kabel untuk mengisi ulang. Supaya daya tahan baterai tetap prima, salah satu yang penting diperhatikan adalah cara kita mengisi ulang. Seperti yang diungkapkan Techinsider.io dari perusahaan baterai Cadex (batteryuniversity.com), penyebab baterai smartphone cepat menurun performanya bisa jadi disebabkan cara mengisi ulang. Berikut beberapa cara supaya baterai smartphone tidak cepat menurun kualitasnya.

1. Jangan tetap di-charge jika sudah penuh
Membiarkan smartphone tetap charging meski sudah penuh—seperti meninggalkannya semalaman—justru menurunkan daya tahan baterai. Ketika baterai smartphone mencapai 100% penuh, baterai menjadi ‘stres’ karena harus menahan aliran listrik pengisi daya, sehingga baterai tetap 100%. Tekanan ini justru membuat baterai ‘lelah’ dan makin lama menurunkan reaksi kimia pada baterai smartphone, mengakibatkan baterai makin menurun daya tahannya. Ibaratnya, sama dengan jika manusia bekerja terus-menerus berjam-jam, semakin lama malah makin lelah. Jadi, segera lepaskan baterai pengisi daya dari tempat mengisinya (stop kontak atau computer) begitu mencapai 100%.

2. Justru, jangan mengisi hingga 100%
Paling tidak, ketika Anda benar-benar tidak mengharuskan diri mengisi sampai penuh banget. Tegangan tinggi dari listrik justru membuat daya tahan bahan pembuat baterai, Li-ion,  melemah. Justru, menurut batteryuniversity.com, tidak masalah jika Anda berkali-kali mengisi baterai dalam sehari (dan tidak mencapai 100%). Memang tampaknya ‘aneh’ karena Anda ingin baterai bertahan seharian tanpa perlu berkali-kali diisi. Tapi, demi kerja baterai yang tahan lama (tanpa perlu mengganti baterai suatu hari nanti), hindari mengisinya sampai full!

3. Hindari baterai Anda tidak terisi hingga di bawah 20%
Begitu ponsel mulai 80%, Anda sudah bisa mengisinya kembali.  Jika tidak, bisa diisi begitu mulai di bawah 50%. Menurut PCAdvisor.com, baterai Li-ion perlu dipertahankan isinya paling tidak 50% supaya kerja optimalnya tahan lama. Jadi, begitu mulai terlihat daya baterai hanya 40-80%, anda sudah bisa mengisinya kembali. Serta, jangan biarkan hingga isi baterai sampai di bawah 20%. Bahkan sampai 0% dan dibiarkan kosong sampai waktu lama sebab baterai akan berkurang kekuatannya 5-10%.

4. Isi kapan pun Anda bisa
Baterai smartphone, menurut batteryuniversity.com, justru akan ‘senang’ bila Anda mengisinya beberapa kali dalam sehari dan dalam jangka waktu pendek. Dibandingkan diisi sekaligus full serta dalam keadaan kosong. Dengan begitu, baterai tidak perlu bekerja keras mengisi daya—yang malah ‘melemahkan’ mereka.

5. Jaga tetap dingin
Baterai smartphone sangat sensitive pada panas. Jika smartphone Anda menjadi panas saat mengisinya, lepaskan pembungkusnya dulu (handphone case) untuk melepaskan panas. Yang penting, jangan smartphone tetap dingin. Jangan juga simpan di tempat bersuhu tinggi, bahkan terkena matahari.(f)


Topic

#bateraismartphone

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?