Food Trend
Super Food Indonesia, ada Pamerannya di Sini!

27 Sep 2018




Indonesia adalah surga keberagaman pangan. Dan jika Anda mengaku sebagai foodie dan mengapresiasi makanan karena keunikannya dari segala sisi, maka hadiri eksibisi mini Indonesian Super Food Exhibition yang berlangsung hingga 14 Oktober ini di restoran Kaum Jakarta.
 
Langkah masuk Anda disambut instalasi apik, berupa papan informasi bahan-bahan terpendam yang sebenarnya tumbuh di negeri ini dan punya banyak khasiat.

 

 
Superfood, begitu kami menamai bahan pangan ini. Superfood bisa punya beragam makna, dan bagi kami, inilah superfood dalam kapasitasnya sebagai bahan yang menyimpan manfaat. Ambil contoh sorghum, yang bisa diolah menjadi tepung, batangnya menjadi gula, dan ampasnya untuk pakan ternak,” ujar Lisa Virgiano, Brand Director Kaum.
 

Albert Arron Pramono dari Arumdalu Farm dan Arumdalu Lab mengumpulkan bahan pangan ini bersama tim, dan menyertainya dengan informasi-informasi penting. Ini dimulai dari nama latin bahan pangan tersebut, ragam julukannya di beberapa wilayah, kandungan nutrisi, dan cerita asal-usul. 

 
Ini bahan pangan yang dapat Anda pelajari di eksibisi mini ini:
  1. Jewawut (foxtail millet)
  2. Kacang koro pedang (jack bean)
  3. Kacang kratok
  4. Garut (arrowroot)
  5. Sorghum
  6. Kacang tunggak (cowpea)
  7. Kacang gude (pigeon pea)
  8. Kacang kedelai hitam
  9. Jali (barley)
  10. Ganyong (indian shot
Sebagian dari pangan ini juga diolah di dapur Kaum hingga 14 Oktober nanti. Sebagai highlight, lima sajian berbahan tempe, termasuk Bolu Tempe dan Nasi Goreng Tempe Asap. Bahan baku tempe ini adalah kedelai dan kacang merah organik dan non GMO.

Baca daftar menunya di sini

 
Pameran ini adalah bagian dari promo “Perjalanan” kolaborasi Kaum Jakarta dan Arumdalu Farm, yang juga menghadirkan Tempeh Workshop, Urban Farming Workshop, dan farm visit ke Arumdalu Farm, di Scientia Square Park.
 
“Perjalanan”, dari langkahnya memamerkan bahan asli hingga mengolahnya menjadi hidangan lezat, mengajak kaum urban untuk mengapresiasi apa yang mulai ditinggalkan. Bahan alam untuk kembali ke sedia kala, tumbuh tanpa paksaan, memerlukan ruang di tengah makanan-makanan instan yang seringkali menomorduakan mutu. (f)

Foto: Dok. Jendela.co

 
Baca juga:
Bolu Tempe dan Burger Tempe dari Kedelai Non GMO. Hanya Ada di 2 Tempat Ini!
Tip Menulis Kuliner dari Pakar Hiang Marahimin

 

 

Trifitria Nuragustina


 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?