Fashion Trend
Berbagi Ilmu Fashion di Roadshow Lomba Perancang Mode 2017

24 Jun 2017

Lomba Perancang Mode (LPM) diadakan oleh Femina Group sejak tahun 1979. Kompetisi ini adalah wadah pencarian bakat bagi para perancang muda di Indonesia.
 
Para alumni yang jumlahnya ratusan menjadi nama desainer populer di industri mode Indonesia. Mereka menjadi style maker andal dan diperhitungkan yang turut mewarnai dan mengembangkan industri mode tanah air.
 
Begitu banyak fashion desainer ternama Indonesia mengawali karier dari ajang LPM. Nama-nama seperti Samuel Wattimena, Carmanita, Chossy Latu, Edward Hutabarat, Itang Yunasz, Musa Widyatmodjo, Albert Januar, Billy Tjong, Hian Tjen, Lulu Lutfi Labibi, Cynthia Tan, Imelda Kartini, Sally Koeswanto, Jeffry Tan, dan juga Tex Saverio mengawali karier dari ajang LPM.
 
Tahun ini, Femina yang didukung penuh oleh Top White Coffee, UBS, Levi’s, dan Argo Apparel Group kembali mencari talenta baru melalui Lomba Perancang Mode untuk ke-26 kalinya.
 
Tema yang diusung tahun ini adalah “Urban Identity”. Para peserta ditantang untuk menginterpretasikan desain busana ready-to-wear dengan mengolah wastra Indonesia dan atau budaya lokal.
 
Acara dua tahunan tersebut terbuka bagi berbagai kalangan mulai dari wirausaha di bidang mode yang telah berjualan online, pelajar sekolah mode, hingga siapa pun yang berminat pada fashion walau tidak pernah menjalani sekolah mode. Yang terpenting, peserta berusia minimal 18 tahun, WNI, dan mengirimkan story board rancangannya.
 
Untuk menemukan calon desainer baru sekaligus mensosialisasikan acara tersebut, Femina mengadakan roadshow ke beberapa Universitas di Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Kegiatan yang diadakan selama kurang lebih 3 jam tersebut terbuka untuk mahasiswa dan umum secara gratis! Yang menarik, road show kali ini pun menghadirkan empat topik perbincangan seru seputar fashion yang dibawakan oleh desainer dan orang yang ahli di bidangnya.
 
Tema pertama adalah The Price Is Right, di mana penentuan harga jual sangat memegang peranan penting di dalam memasarkan suatu produk fashion, terutama untuk busana ready-to-wear. Desainer dituntut  untuk dapat menghitung biaya produksi secara cermat,  menghitung laba dan rugi juga mengetahui situasi pasar. Universitas pertama yang dikunjungi oleh LPM pada 5 – 6 Juni 2017 lalu adalah Binus Northumbria School of Design. Di sini Ali Charisma berbicang seputar The Price is Right, sedangkan Hian Tjen berbicara tentang Fashion Authencity. Konsep yang dibuat seorang desainer harus orisinal, berciri khas, dan memiliki kepribadian. Autentisitas adalah kekuatan yang bisa membuat seorang desainer terus bertahan dan terlihat menonjol.
 
Pada hari kedua di kampus yang sama Albert Yanuar  memaparkan tentang How to Build Great Online Fashion Brand. Seperti diketahui perubahan tren belanja konsumen pada saat ini adalah mengandalkan internet sebagai tujuan belanja. Oleh karena itu, pelaku industri fashion seperti desainer perlu mengerti tren perilaku konsumen yang baru ini dan mahir dalam merencanakan kehadiran produk mereka secara virtual.
 
Sedangkan Pemenang III LPM 2011, Cynthia Tan berbagi ilmunya tentang Color of the Year. Fashion trend memiliki beberapa peranan utama seperti cutting, siluet, pemilihan material dan juga warna. Warna sangat menentukan dalam tren karena efek visualnya paling mudah dilihat oleh konsumen. Setiap tahun ada satu set kunci warna atau colour of the year yang akan mendominasi trend di dunia fashion, termasuk juga interior . 
 
Di  Instituto Di Moda Burgo Indonesia berlangsung pada tanggal 7 – 8 Juni 2017. Pembicara pada hari pertama adalah Yelly Lumentu dengan tema How To Build a Great Online Fashion Brand. Ada juga CEO Argo Apparel, Melinda Babyanna (Baby), berbicara pada sesi II dan membahas tentang The Price is Right.

Hari kedua di Instituto Di Moda Burgo para peserta dibekali ilmu oleh desainer ternama Billy Tjong yang membagikan ilmu tentang Fashion Authencity dan juga Cynthia Tan dengan tema Colour Of The Year. (f)


Foto: Zaki Muhammad, Hermawan, Adelli Arifin


Baca Juga:
Kolaborasi Unik COTTONINK dan desainer Muda Berbakat Rama Dauhan
Empat Brand Lokal Indonesia Berpartisipasi di Indonesia Goes To Panorama Berlin 2017
 
 
 


Topic

#LPM2017, #lombaperancangmode

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?