Family
Efek Film Biru Pada Anak

8 Jan 2017


Foto: Pixabay
 
Suatu malam, saya bersama suami tengah menonton film dewasa di ruang keluarga. Setelah beberapa lama, saya baru menyadari putra kami (5) berdiri di depan pintu ruang ini, sembari matanya menatap layar televisi yang mempertontonkan adegan bercinta. Saya dan suami sangat kaget, dan langsung berteriak sambil mematikan televisi. Anak kami pun ikut kaget. Saya tak tahu telah berapa lama anak kami ikut menonton film tersebut. Saya berusaha menanyakan, namun tak ada jawaban keluar dari mulutnya. Yang ingin saya tanyakan, apa efek tontonan dewasa tersebut bagi diri anak saya kelak?

Diana, Bandung.

Sebetulnya, efek paling negatif dari tayangan pornografi yang dilihat anak Anda adalah reaksi kedua orang tuanya saat melihat kehadirannya. Bisa jadi, di dalam pikirannya saat ini, terbentuk asosiasi kemarahan orang tuanya, karena teriakan Anda berdua bisa saja dipersepsi sebagai kemarahan.

Jadi, cobalah menjelaskan bahwa malam itu Anda dan ayahnya kaget sekali melihatnya, bukan marah kepadanya. Lalu Anda tanyakan, apakah ia juga kaget atau takut mendengar teriakan Anda berdua. Usahakan untuk bisa memutuskan asosiasi antara adegan yang dilihat dengan kesan marah Anda berdua sebagai orang tua.

Dengan berjalannya waktu, bila asosiasi itu hilang, maka ingatan akan adegan film menjadi tidak penting lagi. Bagi seorang anak, yang akan melekat dalam ingatannya adalah segala sesuatu yang dilihat dan memiliki muatan emosional. Jadi, kalau sekadar adegan film porno satu kali tanpa adanya muatan emosional, mudah-mudahan tidak berpengaruh pada perkembangan emosinya. Yang perlu Anda ingat, jangan sampai hal ini terulang lagi. (f)

Baca juga:
Ikrima Nurfikria


Topic

#Pornografi

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?