Nutrisi 

Sandwich


 
Rating Pembaca
 
Beri Rating Artikel ini

Sandwich Femina
Coba cek kalori di makanan berdiet ini. Apa sudah benar pilihan bahannya?!

Kasus:


Seperti sushi, sandwich juga biasanya dibuat segar dengan proses minimal. Tapi, hal pertama yang harus kita cermati adalah pemilihan roti. Roti putih memiliki sedikit serat, sehingga kadar gulanya menjadi berlebih. Ketika gula dikonsumsi tanpa kontrol serat, gula darah akan cepat naik dan turun, mengakibatkan Anda jadi cepat lapar.
   
Yang kedua adalah pemilihan daging. Biasanya pilihannya berkisar pada cold cuts (lembaran daging dingin), atau daging yang sudah diproses seperti salami atau smoked beef. Tipe-tipe daging ini memiliki kandungan garam yang lebih tinggi dibandingkan daging segar yang dipanggang.
   
Jika yang dipakai adalah keju slice, perlu diingat bahwa keju ini diproses dengan minyak sayur supaya lebih lembut. Artinya, kandungan lemak dan garamnya lebih tinggi dari keju segar. Pemakaian mayones atau saus dressing yang sampai tumpah ruah juga membuat sandwich Anda makin ‘gemuk’ kalori. Apalagi kalau pendampingnya adalah kentang goreng! Artinya,  karbohidrat  yang  Anda konsumsi menjadi dobel.

Solusi:

Roti gandum atau wheat bread dengan kandungan gandum utuh yang lebih besar adalah pilihan terbaik. Kalau memang harus memakai roti putih, sebaiknya dipanggang terlebih dahulu. Sayuran juga sumber serat yang baik, jadi jangan disisihkan. Untuk daging, sebaiknya pilih  daging segar yang di-grill, bukan digoreng.
Condiment seperti mayones dan saus tomat sebaiknya dicocol, tidak dioles berlebihan pada lembaran roti. Daripada keju slice, sebaiknya Anda memilih keju yang segar, seperti mozzarella atau swiss cheese. Untuk side dish, daripada kentang goreng, pilih salad untuk tambahan serat.




 
 
  > KOMENTAR
 
  Tulis Komentar Forum
200 karakter tersedia

** Dengan meng-klik tombol "kirim" berarti anda telah menyetujui Privacy Policy & Disclaimer kami.
K I R I M  
 
Topik Hari Ini Curhat Medsos Femina
TOPIK Hari Ini
Curhat Medsos
Media sosial memang sudah seperti reality show. Selain sharing informasi, tak jarang juga kita menemukan status berisi curhatan, keluh kesah, atau gerutuan tentang masalah yang dihadapi. Perlu nggak sih, kita ikut campur, sampai berkomentar menghakimi tentang curhatan mereka ini?
KOMENTAR
03 Sep 2015 - intifada
kalau menurut saya, apabila topik yang dibicarakan seru untuk dibahas dan perlu dikomentari ya komentar saja toh kan itu sudah milik publik karena dishare di media sosial. kalau pun kita sudah merasa gerah dan risih dengan postingan yang menurut kita ...
02 Sep 2015 - susanzahara
Saya rasa gak perlu......!!, kalo curhatannya mulai bikin gerah dan risih mending unfollow aja. Rasanya menghakimi itu sangat tidak etis dan gak ada untungnya.
02 Sep 2015 - theo b.mobile
males komen gosip2 artis n isu2, terutama yg sensitif kaya SARA.. mendingan liatin aja.. tapi adakalanya perlu bersuara



Majalah F35-2015 Femina  Edar 
Wednesday, 2 September 2015






  VIDEO