Kacang
kedelai adalah salah satu jenis bahan pangan yang paling banyak dikonsumsi di negeri kita. Berbagai produk olahannya, seperti tempe
dan tahu, meski sederhana, mendapatkan tempat istimewa di hati banyak orang. Bahkan, kacang kedelai Jepang (edamame) yang biasa disajikan sebagai kudapan di restoran-restoran Jepang, kini makin populer sebagai camilan sehari-hari.
Bukan hanya lezat, konsumsi kacang kedelai juga banyak gunanya bagi otak. Seperti jenis kacang-kacangan lainnya, kedelai kaya kandungan vitamin E. Sebuah studi yang diterbitkan dalam American Journal of Epidemiology menyatakan bahwa asupan vitamin E yang cukup bisa membantu mencegah penurunan fungsi memori dan meningkatkan kesehatan mental seseorang.
Kedelai juga mengandung senyawa lesitin yang bersifat lipotropik, yaitu mendorong pengangkutan asam lemak dari hati ke jaringan-jaringan tubuh serta meningkatkan pembakaran lemak di hati. Dengan begitu, lesitin mampu mengikis timbunan lemak (plak) pada dinding pembuluh darah dan memaksimalkan distribusi
oksigen ke dalam otak.
Gabungan antara lesitin dan kolin (bahan penyusun lesitin) juga dibutuhkan untuk memproduksi senyawa kimia otak yang dikenal dengan nama asetilkolin. Senyawa ini amat berperan vital untuk meningkatkan fungsi daya ingat dan melindungi otak melawan penyakit degeneratif, seperti dementia (pikun) serta alzheimer.
(f)