Khasiat madu tergantung dari jenis madu yang Anda konsumsi. Jenis madu bisa dibedakan berdasarkan tempat asal, nektar bunga yang diisap oleh koloni lebah penghasil madu, kandungan tambahannya, serta kadar kemurniannya. Berikut ini adalah jenis-jenis madu yang mungkin sering Anda temui di pasaran:
1. Madu monofloral dan multifloral. Berdasarkan sumber nektar bunganya, madu dibedakan menjadi dua jenis, yakni madu monofloral dan multifloral. “Madu monofloral berasal dari satu jenis nektar atau didominasi oleh satu nektar, misal madu randu dan kelengkeng. Sedangkan madu multifloral adalah madu yang berasal dari beberapa jenis tanaman, contohnya madu hutan dari lebah yang mendapat nektar dari beberapa jenis tanaman,” jelas Ir. Sutrisno Koswara, M.Si, dosen di Jurusan Teknologi Pangan dan Gizi, Fakultas Teknologi Pertanian, IPB. Itu sebabnya, madu multifloral juga sering disebut madu hutan belantara. Contoh lain madu monofloral adalah madu manuka, madu yang berasal dari bunga manuka yang diimpor dari New Zealand dan Australia bagian selatan. Madu ini dikenal sebagai antibakteri yang kuat.
2. Madu yang diberi nama menurut daerah asalnya, seperti madu Sumba, madu Sumbawa, madu Lampung, dan sebagainya. Belakangan kita juga sering mendengar madu Arab, yang seperti namanya memang berasal dari Arab. “Umumnya, kadar air madu Arab lebih rendah dari madu Indonesia. Khasiatnya sesuai dengan jenis bunga yang diisap lebah di negara-negara Timur Tengah seperti bunga kurma,” ujar Sutrisno.
3. Madu herbal. Jenis madu ini sudah dicampur aneka macam rempah-rempahan yang diyakini bisa menambah khasiat alami madu. Jenis madu herbal yang banyak ditemui saat ini adalah madu habatussauda (jintan hitam). Habatussauda umumnya digunakan di Timur Tengah sejak ribuan tahun lalu untuk memperbaiki berbagai kondisi kesehatan manusia. Pada madu, habatussauda berkhasiat sebagai pelancar ASI, peluruh gas dalam saluran pencernaan, pencahar, hingga pengobatan setelah persalinan.
4. Madu super dan superspesial. Pada madu ini terdapat campuran bahan lain seperti bee pollen dan royal jelly. Pollen adalah alat reproduksi jantan pada tumbuhan yang berprotein tinggi. Bagi lebah, pollen berfungsi sebagai bahan pembentuk, pertumbuhan, dan pengganti sel-sel usang. Sedangkan royal jelly adalah cairan putih seperti susu yang merupakan makanan ratu lebah. Di dalam royal jelly terkandung protein 45%, lemak 13%, gula 20%, garam mineral, aneka vitamin (B-kompleks, H, dan E). Royal jelly ini berkhasiat menambah tenaga berpikir, menghilangkan sakit pada tulang, hingga menjaga stamina tubuh.
5. Madu murni, madu campuran, dan madu sintetis. Madu murni adalah madu yang asli dihasilkan dari lebah tanpa campuran gula tambahan dari luar. Berbeda dari madu campuran yang sudah diberi campuran gula tambahan. Sedangkan madu sintetis adalah madu yang bukan diproduksi oleh lebah atau tidak dihasilkan dari gula selain nektar bunga. Contoh madu sintetis adalah madu yang dibuat dari sirop atau bahan makanan lain, seperti labu air, melon, atau kurma. Warna, rasa, dan aroma madu sintetis biasanya sulit dibedakan dari madu murni karena ada esens madu yang ditambahkan.
Menurut Sutrisno, perbedaan sumber nektar bunga yang diisap lebah juga membedakan khasiat tiap jenis madu. Tapi yang terpenting, bunga apa pun sumbernya, pastikan madu yang Anda konsumsi terjamin kemurniannya. “Kita baru bisa mendapat seluruh manfaat madu jika madu yang kita konsumsi adalah madu yang dihasilkan dari lebah tanpa campuran gula tambahan dari luar,” jelas Sutrisno.
Namun, Sutrisno juga mengakui bahwa ada jenis madu sintetis yang memiliki manfaat tersendiri. Misalnya, madu kurma yang bermanfaat meningkatkan kadar trombosit dalam darah. “Madu kurma didapat dari sari buah kurma yang dipekatkan lalu ditambah glukosa, sukrosa, fruktosa, dan dimasak. Ada juga madu kurma yang merupakan campuran sari kurma pekat dengan madu,” paparnya.
Karena itu, Sutrisno menyarankan untuk selalu mengecek label komposisi madu yang Anda beli. Untuk memastikan madu yang Anda beli 100% murni, Sutrisno menyarankan untuk membeli madu dari peternak lebah langsung. Tapi, jika hal itu tak memungkinkan, Anda dapat mengecek kemurnian madu yang Anda beli dengan cara:
- Melihat pengkristalannya >> Madu murni yang telah disimpan selama beberapa minggu, terutama jika disimpan di lemari pendingin, akan mengkristal. Kristal tersebut akan hilang setelah botol madu direndam di dalam air hangat (60° C).
- Mengocoknya >> Jika dikocok, madu murni akan mengeluarkan buih yang cukup banyak. Tekanan di dalam botol pun akan meningkat. sehingga ketika tutup botol dibuka akan terdengar letupan kecil.
- Mencicipinya >> Rasa madu murni sebelum dan sesudah dikocok akan tetap sama. Pada madu murni yang telah mengalami pengkristalan, Anda akan merasakan butiran pasir halus. Jika madu tersebut madu campuran, butirannya terasa lebih kasar karena tambahan sukrosa (gula tambahan) yang tinggi di dalamnya. Padahal, pada madu murni, justru kandungan glukosa dan fruktosanya yang jauh lebih tinggi. Jadi, jika madu Anda di rumah sering didekati semut, Anda mungkin perlu mencurigai kemurniannya.


