Selain rasanya lezat, blueberry juga kaya manfaat. Penelitian yang dilakukan di Tufts University, Amerika, menyebutkan bahwa konsumsi ekstrak
blueberry berguna memperbaiki gangguan memori jangka pendek (short term memory loss). Bila dikonsumsi teratur, blueberry diyakini mampu menguatkan daya ingat.
Buah mungil yang rasanya manis ini mengandung sejumlah senyawa polifenol, terutama pigmen antosianin, yang menyebabkan warnanya menjadi ungu kehitaman. Antosianin bersama asam klorogenik dan reserveratrol yang terkandung pula di dalam blueberry memiliki efek antioksidan sehingga mampu melindungi sel-sel saraf dan otak dari kerusakan akibat paparan radikal bebas.
Blueberry juga memiliki sifat antiinflamasi, sehingga bisa mengurangi peradangan yang disebabkan oleh penyakit kronis seperti alzheimer dan parkinson, hingga penyakit jantung dan
diabetes. Penelitian lain menyatakan bahwa antosianin juga mampu membantu meningkatkan penyampaian rangsangan di otak serta memperbaiki fungsi memori yang mulai melemah.
(f)