Celebrity
Rinni Wulandari Mengubah Citra Diri

3 Jun 2016


Foto: Dachri Megantara

Rinni Wulandari (26) ingin menunjukkan eksistensinya dalam musik yang baru. Musik yang benar-benar mewakili dirinya. Usaha re-branding pun ia lakukan. Apalagi, bukan hal yang  mudah menanggalkan embel-embel ‘Idol’ sebagai nama panggungnya, yang sudah dikenal selama bertahun-tahun. Rinni mengubah total nyaris semuanya, mulai dari penampilan hingga warna musik, untuk menguatkan karakter barunya sebagai Rinni Wulandari. Ia dan manajemen merasa perlu melakukan perubahan image agar musik dan personalnya lebih bersinergi.

“Jika tidak didukung oleh perubahan penampilan, orang tidak akan notice. Akhirnya, saya mencoba menggali apa yang ada dalam diri, sehingga karakter Rinni Wulandari yang orang lihat saat ini adalah gambaran diri saya yang sebenarnya. Saya sangat nyaman dengan diri saya saat ini,” ujarnya.

Awalnya perubahan image ini menjadi pro-kontra. Banyak penggemarnya kaget dengan penampilan barunya, tapi tak sedikit juga yang memberikan apresiasi. Rinni yang dahulu terlihat ceria, girlie, dan colorful, kini tampil dengan make up yang lebih dewasa, edgy, dan stylish.

“Awalnya banyak yang protes, tapi lambat laun mereka dapat memahami. Mungkin, setelah mendengar musik saya, mereka melihat bahwa image yang saya bangun menggambarkan musik saya sehingga terlihat cocok,” ujarnya, bangga. Rinni pun mengaku senang karena banyak pula penggemarnya yang memberikan pujian dan  terinspirasi oleh penampilannya.

Tak hanya soal penampilan, disokong re-branding media pendukung, seperti media sosial dan website, Rinni juga membuat peraturan yang ketat. Jika ada pihak penyelenggara yang masih ‘bandel’ menggunakan nama ‘Rini Idol’ pada spanduk atau baliho promo acara misalnya, manajemen tidak segan-segan menegur dengan konsekuensi batal tampil. “Mau tidak mau dari pihak kami harus berani tegas. Take it or leave it. Jangan setengah-setengah, nanti justru tidak maksimal,” jelasnya.

Perlu waktu dua tahun hingga Rinni bisa  memetik buah dari perjuangannya membentuk karakter baru dan eksplorasi musiknya. Popularitas Rinni kembali naik. Tawaran untuk manggung, duet, dan tampil di berbagai acara pun mulai berdatangan. Selain bersama Dipha dan Teza, Rinni juga berkolaborasi dengan beberapa nama musikus,  seperti rapper Malaysia, Caprice, dan Willy Winarko.

Tahun 2015, Rinni dipilih menjadi salah satu kontestan acara televisi The Remix. Dalam acara tersebut Rinni dipasangkan dengan DJ/produser Jevin Julian, dengan nama Soundwave. Sejak awal penampilan, Soundwave telah mencuri perhatian para juri, dan akhirnya keluar sebagai runner up acara tersebut. Usai kompetisi, Soundwave pun kebanjiran job untuk tampil di acara klub, televisi, dan sebagainya.

Bagi Rinni, bergabung dengan Soundwave adalah berkah. “Senang bisa menjalani dua pekerjaan sekaligus, sebagai solois dan bersama Soundwave. Hal ini memperkaya pengalaman saya sebagai musikus, sekaligus membuat saya tidak cepat bosan dengan rutinitas,” ujar penyanyi yang menyukai alam Bali ini.   

Namun, keberhasilan yang mulai terlihat ini tak membuat Rinni cepat puas. Baginya, karya adalah satu-satunya cara untuk membuatnya tetap bertahan di dunia musik. Ia juga terus mengasah kemampuannya, terutama dalam membuat lirik. “Di album ketiga ada kemajuan. Dari 10 lagu, 5 di antaranya merupakan lagu ciptaan saya. Di album selanjutnya, saya ingin sekali membuat sendiri semua lagunya,” ujarnya.

Lewat karya, Rinni  berhasil menepis anggapan orang bahwa ia bintang instan. Ia yakin, dengan bekerja keras dan terus berkarya, orang tak akan lagi memandang dirinya dengan sebelah mata, dan akan  makin menghargainya sebagai musikus. (f)
 


Topic

#RinniWulandari

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?