
Kate mendengar berita tentang sutradara Danny Boyle sedang mempersiapkan proyek film terbarunya yang berjudul Steve Jobs. Ketika mengetahui kalau Danny mencari aktris untuk memerankan wanita yang menjadi tangan kanan Steve Jobs, Joanna Hoffmann, Kate langsung meminta suaminya untuk membelikan tiga wig berwarna gelap dan ia langsung mengirimkan foto dirinya mengenakan wig itu ke agennya dengan pesan agar sang agen membantunya mendapatkan peran ini.
Tindakan ini tidak sia-sia, karena Kate berhasil mendapatkan peran Joanna. Kate menemui Joanna untuk mempelajarinya, apa yang membuat wanita ini setia membantu Steve Jobs. Ia telah menjadi lebih dari rekan kerja, tapi juga kakak, sahabat, bahkan bisa juga seperti ibunya yang selalu memberikan perhatian dan mengurusnya.
“Saya membuat janji dengan Joanna untuk bertemu dan meminta masukannya untuk peran saya di film ini. Kami berdiskusi dan setuju kalau Joanna yang saya perankan bukanlah dia, melainkan karakterisasi dan interpretasi mengenai dirinya.”

Joanna adalah seorang wanita Polandia-Armenia yang datang ke Amerika ketika masih berusia muda dan ia mendapatkan kesuksesan di negara barunya. Latar belakangnya menjadi sedikit tantangan bagi Kate, selain penampilan Joanna yang tidak pirang dan cenderung kurus, Kate juga harus mempelajari aksennya.
“Joanna memiliki aksen yang unik, karena ia tumbuh besar di Armenia, sempat tinggal selama beberapa tahun di Polandia, dan memiliki darah keturunan Rusia. Ketika ia berbicara, ketiga aksen ini cukup terdengar. Untung ada pelatih aksen di tempat syuting!”
Selain aksen, Kate juga harus memaksimalkan kemampuan mengingatnya untuk menghafalkan dialog-dialog panjang dan posisi di mana dia harus berdiri saat syuting. Kate pun cukup berhasil mentransformasi dirinya dari seorang wanita berambut pirang dan elegan asal Inggris menjadi wanita Armenia-Polandia tangguh yang bermigrasi ke Amerika untuk mengadu nasib.(f)


