Celebrity
Andien Lebih Semangat Berkarya Setelah Melahirkan Anak Pertama

20 Apr 2017


Foto: Nurulita

Tiap kali menyanyi, suara merdu Andini Aisyah Hariadi (31) mampu membuat kagum banyak orang. Prestasi yang ia torehkan pun luar biasa. Sejumlah penghargaan membuktikannya: Penyanyi Jazz Terbaik versi Anugerah Musik Indonesia (2000), Juara III Asia New Singer Competition, Shanghai (2001), dan Album Jazz Terbaik dari Anugerah Musik Indonesia (2002). Puncaknya,  tahun 2015 lalu, ia membuktikan kualitasnya sebagai penyanyi lewat konser tunggal bertajuk Metamorfosa. Di tengah persaingan yang cukup ketat, ia ikut berkembang. Memasuki beragam lini bisnis, dan   mulai merambah musik digital. 
 
PENTINGNYA KOLABORASI
Sejak mulai meniti karier di dunia musik tepat pada usia 14 tahun, Andien tidak pernah lepas dari dukungan banyak orang. Menjalin kerja sama yang baik dengan beberapa musikus dan penyanyi, ia pun berhasil menelurkan 6 album, dengan album terakhirnya Let It Be My Way (2014). Kini, setelah 17 tahun berkarya, jalinan kerja samanya itu tak pernah terputus. Baginya, hal itu penting, sebab terkadang ada hal-hal yang tidak terpikirkan olehnya, tapi terpikirkan oleh orang lain.
 
Pendapat Anda tentang perkembangan musik Indonesia? Apa perbedaannya dibandingkan dengan di awal Anda memulai karier?
Saat ini luar biasa talenta yang Indonesia miliki. Bukan hanya kualitas vokal mereka yang terasah, tapi kreativitas meramu sebuah musik pun membuat saya hampir tak percaya jika dikerjakan anak bangsa. Andai saja saya tidak sering up date tentang perkembangan musik Indonesia lewat lagu-lagu yang kerap diputar di radio, bisa jadi saya mengira itu hasil karya musikus luar. Salah satu penyanyi pendatang baru yang saya suka adalah Teddy Adhitya. Saya bahkan mengunduh beberapa  lagunya.
Dibandingkan dengan kondisi di awal karier saya,  awal tahun 2000, penyanyi agak kesulitan mendapatkan referensi musikus pembanding. Yang bisa saya lakukan kala itu adalah membeli kaset atau CD, dan merekam lagu ketika sedang diputar di radio. Saat ini mereka dengan mudah mendengar lagu-lagu dari luar negeri yang bisa dijadikan sebagai bahan referensi.
 
Perkembangan teknologi seperti YouTube mudah melahirkan penyanyi baru. Bagaimana Anda bertahan?
Mungkin hampir tiap hari muncul penyanyi pendatang baru. Agar bisa bertahan, saya harus konsisten menciptakan karya, juga dukungan tim dan orang di sekitar saya, serta selalu meyakinkan banyak orang dengan kemampuan menyanyi yang saya miliki.
Selain itu, totalitas dan profesionalisme selalu berusaha saya junjung tinggi. Buktinya, hingga 6 hari sebelum melahirkan, saya masih menyanyi, lho.
 
Apakah Anda memanfaatkan perkembangan musik digital?
Saat ini, merambah dunia digital adalah sebuah keharusan. Makanya, di dalam Andien Management, perusahaan manajemen milik saya, kini sudah ada tim digital. Perkembangan teknologi informasi memudahkan orang mendapatkan atau bisa menikmati lagu, dan saya mesti memiliki strategi mengambil kesempatan itu. Kami mengatur strategi dengan baik, tidak asal-asalan. Salah satu lagu yang saya nyanyikan, berjudul Belahan Jantungku, tersedia dalam versi digital.
 
Kini eranya kolaborasi untuk sukses. Apa pendapat Anda?
Konsep kolaborasi memang bagus, meski bukan berarti kunci sukses. Bagi saya, sukses itu abstrak. Tergantung kategorinya, misalnya sukses membuat lagu bagus, atau sukses membuat lagu laku di pasaran. Tapi yang jelas, kolaborasi akan membuat sesuatu menjadi lebih fresh. Misalnya saja ajang Java Jazz yang memadukan genre musik yang berbeda. Memadukan jazz dengan hip hop, jazz dengan rock, dan jazz dengan soul.
 
Bagaimana dengan Anda?
Sejak pertama kali menyanyi, saya memadukan dua genre lagu, yaitu jazz dengan pop. Hampir tiap kali manggung saya berkolaborasi dengan banyak musikus dan penyanyi. Konser saya pada tahun 2015 lalu didukung 5 desainer, 5 music directors, dan 5 guest stars. Jika ditambahkan, menjadi simbol 15 tahun saya berkarya.
Beberapa musikus dan penyanyi yang pernah berkolaborasi dengan saya di antaranya Ungu, Vidi Aldiano, dan Dipa Barus. Sedangkan saat rekaman, saya kerap berkolaborasi dengan music director Nikita Dompas. Di bidang lain, bekerja sama dengan suami, Irfan Wahyudi, didukung oleh teman-teman, mendirikan Indo Sweat Camp, komunitas olahraga, dan gym bernama 20FIT, serta meluncurkan brand pakaian Happa bersama desainer Mel Ahyar.
 
Kapan rilis album lagi?
Sekitar pertengahan tahun ini. Lirik lagunya akan banyak bercerita tentang metamorfosis diri saya sendiri sebagai ibu dan tentang anak saya, Anaku Askara Biru (Kawa). Ada sekitar 5 lagu di dalam album ini yang terinspirasi dari Kawa.
 
LAHIR BARU
Kebahagiaan tak terhingga dirasakan Andien ketika ia melahirkan putra pertamanya lewat metode water & lotus birth di rumah, 7 Januari lalu. Baginya, kehadiran buah hatinya itu membawa banyak perubahan dalam hidup. Salah satunya, ia jauh lebih bersemangat bekerja dan menghasilkan karya-karya yang istimewa.
 
Perubahan yang Anda alami sejak melahirkan anak pertama?
Setelah rehat selama 40 hari, saya kembali beraktivitas. Dengan status sebagai ibu, semua pekerjaan dan keseharian saya jalani dengan lebih menyenangkan. Saya punya semangat baru yang sebelumnya belum pernah ada. Ketika seorang wanita melahirkan, sesungguhnya seorang wanita itu pun mengalami proses lahir baru. Anak saya yang kini telah berusia 3 bulan mengajari saya dan suami banyak hal, seperti cara menjadi bijak, sabar, dan bertanggung jawab.
 
Apa makna hashtag #Belahanjantungku?
Itu adalah lagu ciptaan Tulus yang saya nyanyikan untuk Kawa. Saya merekam lagu itu saat usia kandungan saya 8 bulan dan saya luncurkan pada Desember 2016.  
 
Apa harapan Anda untuk anak?
Saya pasti akan membebaskannya memilih pendidikan dan jalur karier yang ia inginkan sesuai dengan passion-nya kelak. Sebetulnya, sejak dalam kandungan, saya telah memperkenalkan musik dan lagu kepadanya dengan cara saya menyanyi langsung daripada memutar lagu. Dengan begitu, ia akan lebih mudah mengenali suara saya.  
 
Anda aktif berkegiatan sosial?
Bagi saya, berkegiatan sosial seperti berbagi adalah kewajiban semua orang. Sebagian rezeki yang telah diberikan Tuhan adalah bagian atau milik orang lain yang membutuhkan. Saya memberikan perhatian kepada para penderita kanker dan   penyandang autisme. Selain mengunjungi mereka, saya juga kerap menggalang dana untuk mereka. 
 
Makna Hari Kartini bagi Anda?
Bagi saya, Kartini seorang tokoh yang menjadi contoh bahwa wanita diciptakan dengan kemampuan yang beragam (multitasking). Mampu menjalankan perannya sebagai ibu dan istri. Juga mampu melakukan perubahan, bukan hanya di dalam keluarga, tetapi juga di dalam lingkungan masyarakat luas.
 
Pendapat Anda tentang kesetaraan gender?
Kesetaraan gender akan tercapai ketika suami dan istri berbagi peran dan saling mendukung dalam keluarga. Dalam arti, kita adalah team work. Tidak boleh ada istilah, ini pekerjaan wanita dan itu adalah pekerjaan pria. Saya dan suami selalu berbagi peran. Dia bisa saja belanja kebutuhan bulanan atau memandikan anak. (f)

Baca juga:
Andien Ajak Masyarakat Mewaspadai Penyakit Langka
Rilis Koleksi Terbaru, This Is April Menggandeng Andien
Andien Jadi Duta Bugar


Desiyusman Mendrofa


Topic

#Andien