Celebrity
Acha Septriasa : Dari Sutradara, Hingga Guru

30 Mar 2016


Meski mencintai dunia film, bukan berarti Acha langsung mantap menentukan jalan hidupnya. Aktris yang ternyata juga bersuara merdu ini sempat berada di ujung kebimbangan ketika sadar harus memilih antara menjadi aktris atau penyanyi. Acha yang sejak kecil sudah hobi menyanyi dan pernah ikut les vokal di bangku SMP ini berduet dengan lawan mainnya, Irwansyah, untuk soundtrack dalam film Heart. Album soundtrack yang dinyanyikannya berhasil meraih penghargaan double platinum untuk Original Soundtrack terbaik.     
           
Hingga tahun 2009 Acha akhirnya tak ingin bercabang fokus antara nyanyi dan akting. Ia mantap memilih fokus di akting saja dengan pertimbangan seni peran lebih dinamis. “Emosi dalam film bisa lebih tercurah lewat gerak tubuh, sedangkan menyanyi lebih dari ekspresi hati saja. Menyadari saya orang yang aktif, saya sepertinya lebih suka mengekspresikan diri saya di film,” tandas pengagum aktris Christine Hakim, Adinia Wirasti, Eva Celia, aktor Reza Rahadian, dan sutradara Slamet Rahardo ini.
           
Jalan hidup yang membuat dirinya tercebur di dunia entertainment sebetulnya bisa dikatakan sebuah kebetulan. Acha yang berwajah jelita, pernah mengikuti dan terpilih menjadi finalis Gadis Sampul 2004. Setahun berselang, sebuah majalah remaja pria mengadakan kontes dari sekolah ke sekolah untuk mencari gadis-gadis terfavorit. Karena sudah menyandang predikat ‘si gadis model’, Acha pun terpilih sebagai cewek terfavorit mewakili sekolahnya SMAN 82 Jakarta. Dari 10 cewek pemenang lain dari berbagai sekolah, wajah cantik Acha yang akhirnya terpilih menghiasi sampul majalah remaja tersebut.   
           
Kebetulan, sutradara film Heart, Hanny Saputra, tertarik dengan wajah Acha dan memanggilnya untuk audisi. Ternyata ia berhasil lolos. Hidupnya pun berubah sejak film itu tayang dan meraup sukses besar.  

“Hal ini yang selalu saya ingat, meski saya lelah, saya berusaha untuk memberikan waktu untuk melayani pertanyaan media dan juga para fans saya. Saya berusaha untuk tidak lupa diri karena dulu saya begitu ingin populer dan ada di posisi saya sekarang ini,” jelas aktris yang murah senyum dan rendah hati ini.
           
Acha rutin menghibahkan pakaian-pakaiannya dalam acara bazaar yang dikelola fans club-nya, Achamination, yang didirikan sejak 4 Juli 2007 dan memiliki 8000 member aktif. “Baju show, kasual, dan sepatu saya numpuk di lemari. Awalnya mau saya berikan ke panti anak yatim.Tapi, baju-baju show mau dipakai ke mana? Akhirnya mulai tahun 2013 lalu, saya menghibahkan 400 potong baju bekas pakai layak pakai yang dijual seharga Rp25 ribu.
Uang yang terkumpul sekitar Rp8 jutaan saya salurkan ke panti anak yatim lewat Acha Foundation. Tahun 2014, Acha kembali meneruskan tradisi ini karena dorongan ingin berbagi yang kuat dalam dirinya. “Dalam hidup, kita menerima, kita juga jangan lupa harus memberi,” tuturnya yang hanya punya 30 potong pakaian setiap kali membuat garage sale.
           
Berhasil mencetak prestasi di seni peran, perlahan tapi pasti mengusik dirinya ingin mencari tantangan lebih. Maklum saja, Acha yang sejak SD-SMU selalu mencetak prestasi dan telah mengumpulkan 27 piala di ranah seni (lomba puisi, deklamasi, cerpen) merasa tak ingin terjebak dalam zona nyaman.
“Saya ingin jadi sutradara!,” ungkapnya mantap. Jalur karier menjadi sutradara sepertinya mulai terbuka untuk Acha. Tahun 2014, film pendek pertamanya ‘Firasat’ memberinya Piala Maya untuk Sutradara Film Pendek terbaik. Dan kemudian, ia terpilih menjadi juri untuk Short Film Festival 2015.
         
Pengalaman belasan tahun berkarya di dunia film tak hanya ingin diaplikasikan olehnya menjadi sebuah karya film bermutu, tapi juga sebuah institusi perfilman. “Nenek saya dulu guru Bahasa Indonesia. Pengalaman masa kecil sering di bawa ke kelas membuat saya terselip hasrat ingin membagikan pengetahuan dan pengalaman saya. Impiannya, dalam 10 tahun saya bisa dirikan sekolah akting,” harap Acha yang senang berinvestasi di bidang properti.
  
Fakta tentang Acha
1. Senang ngebut, nyetir sampai 180km/jam di jalan tol.
2. Maniak sama french fries.
3. Tipe pacar yang sangat romantis.
4. Takut ketinggian.
5. Hanya punya 4 sobat dari zaman SMP, SMA, kuliah, dan kerja.
 


 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?