
Foto: Andri
Kezia Warouw baru saja pulang dari Filipina setelah mengikuti ajang pemilihan Miss Universe 2016 yang mencapai puncaknya pada Senin, 30 Januari 2017 di Mall of Asia Arena, Pasay, Metro Manila, Filipina. Kepada femina, Duta Anti Narkoba dan Duta Humas POLRI ini bercerita mengenai keseruannya mengikuti kontes kecantikan paling bergengsi tersebut.
Cerita 1: tentang prestasinya menembus Top 13 Miss Universe 2016
“Sebenarnya saya tidak menyangka akan menembus Top 13. Saya malah punya jagoan sendiri negara mana saja yang akan masuk Top 13. Tapi puji Tuhan, saya bisa. Perasaan saya bangga banget. Masuk Top 13 adalah bentuk kepercayaan yang luar biasa, bukan hanya dari Tuhan tapi juga dari masyarakat Indonesia. Juga, Miss Universe Organization.”
Cerita 2: tentang masa karantina yang dijalaninya
“Selama hampir tiga minggu menjalani masa karantina Miss Universe 2016, ada banyak sekali hal baru yang saya dapat. Namun yang paling menantang itu adalah ketika harus bangun pagi karena waktu tidur kami tuh, hanya dua jam. Kenapa dua jam? Karena biasanya rangkaian acara baru selesai sekitar jam 11 – 12 malam sedangkan keesokan harinya sudah harus siap jam 6 pagi. Jadi bangunnya harus 2 – 3 jam sebelumnya untuk persiapan. Sedangkan momen yang saya rasakan paling istimewa adalah bertemu dengan wanita-wanita hebat dari seluruh dunia sehingga bisa mengetahui kebudayaan, pariwisata, dan bahasa mereka. Saya suka bahasa Tagalog. Saya belajar beberapa kata seperti apa kabar (Kumusta ka), selamat pagi (magandang umaga), selamat malam (magandang gabi), dan terima kasih (salamat).”
Cerita 3: tentang kedekatannya dengan Miss India
“Di antara semua peserta Miss Universe, saya paling dekat dengan teman sekamar saya, Miss India, Roshmitha Harimurthy. Orangnya kocak, lucu, ramai, konyol, dan paling bisa menghibur. Saya menyebut dia Kung Fu Panda karena ketika saya sedang diam, dia bisa mengagetkan saya dengan gayanya yang seperti Kung Fu Panda. Itulah kekhasannya dia yang apa adanya dan friendly. Sampai sekarang pun saya dan dia masih saling kontak.”
Cerita 4: tentang kostum nasional yang dipakainya
“Ide kostum nasional yang terinspirasi dari lambang negara, Garuda datangnya dari sang desainer, Dynand Fariz dan tim Jember Fashion Carnaval (JFC). Ketika ide ini terlontar, saya merasa klop banget. Karena sebelumnya saya sempat menonton acara JFC, saat itu saya sempat berpikir, ‘aduh kapan ya, saya bisa pakai baju yang lambangnya Garuda’. Jadi ketika dikasih tahu kostum nasionalnya bertema Garuda, saya merasa senang sekali karena klop dengan apa yang saya mau. Kostum ini beratnya 20 kilogram. Tapi itu nggak seberapa karena ada lagi kostum yang lebih berat, 40 kilogram, yaitu kostum nasional dari Miss Myanmar, yang jadi pemenang Best National Costume. Memakai kostum seberat 20 kilogram, saya merasa tidak ada kesulitan karena sebelumnya sudah diajarkan dulu bagaimana cara pakainya. Saya merasa bangga bisa memakai kostum ini di panggung Miss Universe.”
Cerita 5: tentang rencana kariernya setelah Miss Universe
“Untuk ke depannya saya punya rencana untuk tetap mengerjakan pekerjaan di bidang Teknologi Informatika. Sebagai seorang Sarjana Teknologi Informatika, saat ini saya sedang membuat aplikasi tentang pariwisata dan kebudayaan Indonesia. Nama aplikasinya masih dirahasikan. He he he. Tunggu rilisnya sebentar lagi, ya. Untuk pembuatan aplikasi ini, saya kerjasama dengan sekitar 10 orang dengan saya sebagai leader-nya. Saya berharap tim ini akan tetap berkelanjutan untuk menciptakan aplikasi lainnya. Jadi untuk yang membutuhkan tim IT, bisa menghubungi saya, ya, he he he. Selain itu, saya tertarik juga terjun ke dunia entertainment kalau memang tawarannya sesuai dengan passion saya. Saya juga ingin terjun ke dunia bisnis kuliner dan fashion. Bagi saya kuliner bisnis yang bagus karena tiap insan manusia memikirkan perut, apalagi saya juga doyan makan. Makanan favorit saya mi ayam. Kalau fashion, saya ingin menciptakan pakaian yang sesuai ukuran saya. Maklum, saya susah menemukan pakaian karena memiliki tinggi di atas rata-rata.” (f)
Baca Juga:
Cerita 1: tentang prestasinya menembus Top 13 Miss Universe 2016
“Sebenarnya saya tidak menyangka akan menembus Top 13. Saya malah punya jagoan sendiri negara mana saja yang akan masuk Top 13. Tapi puji Tuhan, saya bisa. Perasaan saya bangga banget. Masuk Top 13 adalah bentuk kepercayaan yang luar biasa, bukan hanya dari Tuhan tapi juga dari masyarakat Indonesia. Juga, Miss Universe Organization.”
Cerita 2: tentang masa karantina yang dijalaninya
“Selama hampir tiga minggu menjalani masa karantina Miss Universe 2016, ada banyak sekali hal baru yang saya dapat. Namun yang paling menantang itu adalah ketika harus bangun pagi karena waktu tidur kami tuh, hanya dua jam. Kenapa dua jam? Karena biasanya rangkaian acara baru selesai sekitar jam 11 – 12 malam sedangkan keesokan harinya sudah harus siap jam 6 pagi. Jadi bangunnya harus 2 – 3 jam sebelumnya untuk persiapan. Sedangkan momen yang saya rasakan paling istimewa adalah bertemu dengan wanita-wanita hebat dari seluruh dunia sehingga bisa mengetahui kebudayaan, pariwisata, dan bahasa mereka. Saya suka bahasa Tagalog. Saya belajar beberapa kata seperti apa kabar (Kumusta ka), selamat pagi (magandang umaga), selamat malam (magandang gabi), dan terima kasih (salamat).”
Cerita 3: tentang kedekatannya dengan Miss India
“Di antara semua peserta Miss Universe, saya paling dekat dengan teman sekamar saya, Miss India, Roshmitha Harimurthy. Orangnya kocak, lucu, ramai, konyol, dan paling bisa menghibur. Saya menyebut dia Kung Fu Panda karena ketika saya sedang diam, dia bisa mengagetkan saya dengan gayanya yang seperti Kung Fu Panda. Itulah kekhasannya dia yang apa adanya dan friendly. Sampai sekarang pun saya dan dia masih saling kontak.”
Cerita 4: tentang kostum nasional yang dipakainya
“Ide kostum nasional yang terinspirasi dari lambang negara, Garuda datangnya dari sang desainer, Dynand Fariz dan tim Jember Fashion Carnaval (JFC). Ketika ide ini terlontar, saya merasa klop banget. Karena sebelumnya saya sempat menonton acara JFC, saat itu saya sempat berpikir, ‘aduh kapan ya, saya bisa pakai baju yang lambangnya Garuda’. Jadi ketika dikasih tahu kostum nasionalnya bertema Garuda, saya merasa senang sekali karena klop dengan apa yang saya mau. Kostum ini beratnya 20 kilogram. Tapi itu nggak seberapa karena ada lagi kostum yang lebih berat, 40 kilogram, yaitu kostum nasional dari Miss Myanmar, yang jadi pemenang Best National Costume. Memakai kostum seberat 20 kilogram, saya merasa tidak ada kesulitan karena sebelumnya sudah diajarkan dulu bagaimana cara pakainya. Saya merasa bangga bisa memakai kostum ini di panggung Miss Universe.”
Cerita 5: tentang rencana kariernya setelah Miss Universe
“Untuk ke depannya saya punya rencana untuk tetap mengerjakan pekerjaan di bidang Teknologi Informatika. Sebagai seorang Sarjana Teknologi Informatika, saat ini saya sedang membuat aplikasi tentang pariwisata dan kebudayaan Indonesia. Nama aplikasinya masih dirahasikan. He he he. Tunggu rilisnya sebentar lagi, ya. Untuk pembuatan aplikasi ini, saya kerjasama dengan sekitar 10 orang dengan saya sebagai leader-nya. Saya berharap tim ini akan tetap berkelanjutan untuk menciptakan aplikasi lainnya. Jadi untuk yang membutuhkan tim IT, bisa menghubungi saya, ya, he he he. Selain itu, saya tertarik juga terjun ke dunia entertainment kalau memang tawarannya sesuai dengan passion saya. Saya juga ingin terjun ke dunia bisnis kuliner dan fashion. Bagi saya kuliner bisnis yang bagus karena tiap insan manusia memikirkan perut, apalagi saya juga doyan makan. Makanan favorit saya mi ayam. Kalau fashion, saya ingin menciptakan pakaian yang sesuai ukuran saya. Maklum, saya susah menemukan pakaian karena memiliki tinggi di atas rata-rata.” (f)
Baca Juga:
- 5 Fakta tentang Kezia Warouw, Miss Universe Indonesia 2016
- Meraih Top 13 Miss Universe 2016, Ini Ungkapan Hati Kezia Warouw
- Oleh Oleh Elvira Devinamira Dari Milan, Keseruan Reunian Miss Universe Class of 2014
Topic
#missuniverse




