Career
Mengatasi Rasa Cemas Kembali ke Kantor Setelah Cuti Melahirkan

12 Jan 2017


Foto: Fotosearch
 
T: Saya baru saja melahirkan anak pertama. Cuti sudah berakhir dan sebentar lagi saya kembali ke kantor. Terus terang, saya agak khawatir, sebab merasa kurang up to date pada perkembangan kantor dan di lain pihak merasa bersalah harus meninggalkan bayi saya. Bagaimana cara mengatasi kekhawatiran ini?
 
Nuri Musfira-Surabaya
 
Selamat atas kelahiran bayi Anda. Tentu, Anda sedang sangat bahagia sekarang. Anda tak perlu khawatir. Untuk perkembangan kantor, bisa diatasi lewat cara menggali informasi sebanyak-banyaknya tentang perkembangan yang terjadi sewaktu Anda pergi. Hal ini bisa dilakukan melalui cara:

1/ Menanyakan rekan atasan/rekan sekerja. Jangan pernah merasa takut untuk bertanya. Info-info up to date justru bisa Anda dapatkan dari rekan sekerja Anda dan atasan, sehingga memudahkan Anda untuk ‘tune-in’ kembali menghadapi tugas dan tanggung jawab Anda.

2/ Cek e-mail Anda. Lihatlah perkembangan yang sudah terjadi, tanyakan pada atasan/ teman apabila info tersebut kurang jelas. Dengan begitu, segala informasi yang Anda butuhkan dapat digali.
 
Seorang ibu pasti akan merasa bersalah jika harus meninggalkan buah hatinya di rumah. Untuk memotivasi Anda bekerja, coba pikirkan saja masa depan bayi Anda. Tentunya, Anda bekerja untuk masa depan keluarga juga, bukan?

Sebagai alternatif, Anda dapat menitipkan anak pada orang tua atau keluarga, atau mempekerjakan baby sitter. Persiapkan segala keperluan bayi sebelum Anda berangkat bekerja. Usahakan juga untuk selalu pulang tepat waktu, agar si kecil tidak merasa kehilangan kesempatan berinteraksi dengan ibunya. Tambahan info, menurut suatu studi, ibu rumah tangga pun tak menghabiskan semua waktunya untuk beraktivitas dan berinteraksi dengan si kecil. Dan, ibu bekerja biasanya pada akhir pekan menghabiskan waktunya lebih banyak untuk bermain dan bersosialisasi dengan si kecil daripada ibu rumah tangga.

Oleh karena itu, tidak terdapat perbedaan yang signifikan dari segi kualitas waktu antara ibu yang bekerja di rumah dan ibu yang bekerja di luar rumah. Dalam pembentukan karakter anak, waktu untuk berinteraksi antara ibu dan anak tidak mempunyai pengaruh yang signifikan, melainkan kualitas interaksi itulah yang lebih menentukan perkembangan anak. (f)

Baca juga:
Joanita Roesma
 


Topic

#TipKarier

 

polling
Pilkada 2017

Pilkada 2017 akan digelar serentak pada tanggal 15 Februari di 101 daerah, 7 provinsi, 18 kota dan 76 kabupaten. Sebelum memberikan suara, yuk, isi polling berikut.

Kota tempat tinggal:
Gender:
Usia:
Pekerjaan:
Pendidikan terakhir:
Dalam setahun terakhir apakah Anda pernah melihat, menonton atau mendengar kampanye calon yang akan ikut pemilihan Kepala Daerah:
Melalui Media kampanye apa yang paling menarik untuk Anda lihat, tonton atau dengar mengenai pemilihan calon pemimpin daerah ( boleh pilih lebih dari satu jawaban):
Pertimbangan apa saja yang membuat Anda memilih seorang calon pemimpin daerah ( boleh pilih lebih dari satu jawaban):
Kriteria figur seperti apa yang menjadi pertimbangan Anda untuk memilih seorang calon pemimpin daerah: (boleh pilih lebih dari satu jawaban) :
Secara umum apa yang Anda harapkan dari kinerja calon yang Anda pilih (boleh pilih lebih dari satu jawaban):
Seberapa besar antusiasme menghadapi PILKADA Feb 2017
Apakah Anda akan menggunakan hak suara Anda dalam PILKADA 2017