
Foto: Fotosearch
Bagaimana menyiasati kedatangan atasan yang gemar bergosip agar tetap bisa bekerja dengan optimal? Konsultan karier dan CEO The Jakarta Consulting, Patricia Susanto, memberikan tip
Menurut Patricia, topik yang dikategorikan gosip adalah topik yang membutuhkan waktu lama untuk dibahas, berkaitan dengan individu, dan bermuatan negatif. Sebenarnya, secara etika tiap karyawan di sebuah perusahaan tidak diperbolehkan bergosip dalam bentuk apa pun. Faktanya, peraturan ini sering luruh.
Di lingkungan kerja banyak atasan menjadikan gosip sebagai media untuk mengakrabkan diri dengan bawahan. “Asal topiknya terlepas dari hal-hal individu dan pekerjaan. Seperti gosip selebritas atau film. Intinya, bukan bersifat pribadi. Namun waktunya harus tepat agar tidak mengganggu kinerja karyawan,” ujar Patricia.
Patricia mengatakan, waktu 5-10 menit jadi batasan maksimal bergosip yang bisa ditoleransi antara atasan dengan bawahan. Jika sulit menghentikan atasan bergosip, cara paling efektif adalah dengan menghindarinya. “Jika yang dibicarakan tidak berkaitan dengan pekerjaan, Anda boleh menghindari perbincangan dengan atasan,” jelas Patricia.
Ida (30), account executive di perusahaan periklanan di Jakarta, mengaku, “Dulu atasan sering menyambangi saya untuk bergosip. Karena mengganggu waktu kerja, tiap dia keluar ‘kandang’, saya langsung pasang headphones. Lama-kelamaan dia mencari korban lain,” ungkapnya.
Selain itu, sebisa mungkin hindari pertemuan empat mata. Ajak teman untuk mendampingi sehingga lebih mudah untuk mengalihkan topik perbincangan. “Anda pun bisa membuat alasan tertentu untuk menghindar, misalnya dengan mengatakan harus menyelesaikan pekerjaan yang sudah memasuki tenggat,” ujarnya lagi.
Topic
#gosipkantor


