
Foto: Fotosearch
Sebagai wanita, seringkali kita bermasalah dengan mood. Mau mengerjakan sesuatu, menunggu yang tepat untuk muncul. Kalau tiba-tiba uring-uringan, kita menyalahkan mood yang lagi nggak nak. Kasihan juga, ya, mood selalu menjadi kambing hitam. Sebelum menyalahkan mood lebih jauh lagi, Leonita Andriani, S. Psi dari Personal Growth, mengukapkan fakta-fakta tentang mood berikut.
1. Mengganggu aktivitas
Kata moody memiliki persamaan arti dengan sesuatu yang cepat berubah, perasa, impulsif, dan sebagainya yang berkaitan dengan emosi negative seseorang. Lawannya, tentu saja perasaan senang dan cerua yang menunjukkan emosi positif.
“Istilah si moody digunakan untuk menyebut seseorang yang mudah berubah emosi atau mood-nya. Kadang-kadang, kita langsung memberi label seseorang itu moody, tanpa melihat dulu gejala-gejala yang menyebabkan mood orang tersebut mudah berubah.
“Seseorang dikategorikan moody ketika perubahan mood-nya sudah mengganggu aktivitasnya sehari-hari dan cukup sering terjadi dengan alasan kurang jelas. Hal ini bisa terlihat ketika kita mengandalkan mood yang memengaruhi gairahnya dalam melakukan sesuatu atau mengambil keputusan,” jelas Leonita.
2. Identik dengan ABG
Masa-masa remaja—puber—merupakan masa penuh gejolak sehingga mood dapat cepat berubah. Perubahan itu dapat disebabkan oleh beban studi di sekolah, pekerjaan rumah, kegiatan sehari-hari, atau masalah sepele dengan pacar.
“Tapi perubahan emosi yang terjadi secara cepat pada ABG belum tentu merupakan hela atau masalah psikologis, tuh. Perubahan itu tutut dipengaruhi perkembangan hormon-hormon yang mengubah sistem biologis. Hormon-hormon tersebut adalah estrogen, progesterone, dan testosterone,” kata Leonita.
3. Dipengaruhi lingkungan
Tidak ada hubungan antara moody dengan masa kecil seseorang. Perubahan karakter seseorang lebih dipengaruhi lingkungannya. Orang yang moody pada masa kecil, bisa saja berubah nggak moody lagi ketika dewasa, demikian sebaliknya. Pengaruh lingkungan, terutama keluarga, yang sangat berperan dalam perubahan tersebut. Makanya, pilih lingkungan yang positif, ya!
4. Bukan keturunan
Pada dasarnya, seorang anak memang akan meniru ortunya karena ortu adalah contoh terdekat. Namun, hal itu tergantung dari cara anak tersebut melihat dan menilai sendiri apakah yang dilakukan oleh orangtuanya itu benar atau salah.
“Selalu ada hal-hal positif dan negatif dari cara ortu mendidik anaknya. Menurut saya, jika si anak bisa mengambil hal-hal yang postif di balik ketidaksabaran orangtuanya mendidik, maka hal itu tidak akan diturunkan,” kata Leonita. Semuanya tergantung pada kita!
5. Motivasi kreatif
Ada banyak anggapan bahwa pekerja kreatif itu moody. Lihat saja selebriti-selebriti di layar kaca yang kadang baik, kadang galak. Belum lagi, fotografer yang suka menunggu mood sebelum siap mengambil gambar yang bagus.
“Menurut salah satu penulis buku tentang kreativitas, perubahan mood lebih berpengaruh pada motivasi untuk menghasilkan karya kreatif daripada dalam proses kreatifnya sendiri.
“Perubahan mood yang biasa dialami pekerja seni, seperti artis dan penulis biasanya bersifat impulsive. Tiba-tiba bisa muncul perasaan senang meluap-luap sehingga memicu kreativitas mereka. Orang-orang yang bekerja di dunia kreatif bisa mengalamai peningkatan mood energy secara tiba-tiba dan memiliki kemampuan dalam menghubungan ide-ide,” kata Leonita.(f)
1. Mengganggu aktivitas
Kata moody memiliki persamaan arti dengan sesuatu yang cepat berubah, perasa, impulsif, dan sebagainya yang berkaitan dengan emosi negative seseorang. Lawannya, tentu saja perasaan senang dan cerua yang menunjukkan emosi positif.
“Istilah si moody digunakan untuk menyebut seseorang yang mudah berubah emosi atau mood-nya. Kadang-kadang, kita langsung memberi label seseorang itu moody, tanpa melihat dulu gejala-gejala yang menyebabkan mood orang tersebut mudah berubah.
“Seseorang dikategorikan moody ketika perubahan mood-nya sudah mengganggu aktivitasnya sehari-hari dan cukup sering terjadi dengan alasan kurang jelas. Hal ini bisa terlihat ketika kita mengandalkan mood yang memengaruhi gairahnya dalam melakukan sesuatu atau mengambil keputusan,” jelas Leonita.
2. Identik dengan ABG
Masa-masa remaja—puber—merupakan masa penuh gejolak sehingga mood dapat cepat berubah. Perubahan itu dapat disebabkan oleh beban studi di sekolah, pekerjaan rumah, kegiatan sehari-hari, atau masalah sepele dengan pacar.
“Tapi perubahan emosi yang terjadi secara cepat pada ABG belum tentu merupakan hela atau masalah psikologis, tuh. Perubahan itu tutut dipengaruhi perkembangan hormon-hormon yang mengubah sistem biologis. Hormon-hormon tersebut adalah estrogen, progesterone, dan testosterone,” kata Leonita.
3. Dipengaruhi lingkungan
Tidak ada hubungan antara moody dengan masa kecil seseorang. Perubahan karakter seseorang lebih dipengaruhi lingkungannya. Orang yang moody pada masa kecil, bisa saja berubah nggak moody lagi ketika dewasa, demikian sebaliknya. Pengaruh lingkungan, terutama keluarga, yang sangat berperan dalam perubahan tersebut. Makanya, pilih lingkungan yang positif, ya!
4. Bukan keturunan
Pada dasarnya, seorang anak memang akan meniru ortunya karena ortu adalah contoh terdekat. Namun, hal itu tergantung dari cara anak tersebut melihat dan menilai sendiri apakah yang dilakukan oleh orangtuanya itu benar atau salah.
“Selalu ada hal-hal positif dan negatif dari cara ortu mendidik anaknya. Menurut saya, jika si anak bisa mengambil hal-hal yang postif di balik ketidaksabaran orangtuanya mendidik, maka hal itu tidak akan diturunkan,” kata Leonita. Semuanya tergantung pada kita!
5. Motivasi kreatif
Ada banyak anggapan bahwa pekerja kreatif itu moody. Lihat saja selebriti-selebriti di layar kaca yang kadang baik, kadang galak. Belum lagi, fotografer yang suka menunggu mood sebelum siap mengambil gambar yang bagus.
“Menurut salah satu penulis buku tentang kreativitas, perubahan mood lebih berpengaruh pada motivasi untuk menghasilkan karya kreatif daripada dalam proses kreatifnya sendiri.
“Perubahan mood yang biasa dialami pekerja seni, seperti artis dan penulis biasanya bersifat impulsive. Tiba-tiba bisa muncul perasaan senang meluap-luap sehingga memicu kreativitas mereka. Orang-orang yang bekerja di dunia kreatif bisa mengalamai peningkatan mood energy secara tiba-tiba dan memiliki kemampuan dalam menghubungan ide-ide,” kata Leonita.(f)
Topic
#faktamood




