Beauty Tips 

Merawat Wajah dengan Bedak Dingin


 
Rating Pembaca
 
Beri Rating Artikel ini

Merawat Wajah dengan Bedak Dingin Femina
Budaya mengoleskan bedak dingin ke wajah sudah tidak asing di masyarakat kita. Dari Minangkabau hingga Maluku, resep bedak dingin sudah diperkenalkan turun-temurun, dari nenek moyang ke anak cucu. Selain menghaluskan kulit akibat sengatan matahari, bedak dingin juga dapat melembapkan kulit yang kering karena air laut.

Kemungkinan besar, kebiasaan menggunakan bedak dingin ditularkan oleh para pedagang dari Gujarat. Wanita India banyak menggunakan bubuk tepung gandum dan air mawar untuk merawat wajah sejak memasuki akil balik. Resep ini juga dijadikan ritual untuk mempercantik calon mempelai wanita golongan kasta tertentu sebelum hari pernikahan. Bisa dibilang, bedak dingin adalah sejenis masker primitif.

Cara membuat bedak dingin sangat simpel. Tepung beras ditumbuk dengan sedikit air mawar, lalu dipadatkan jadi bulatan kecil .Sebelum diaplikasikan pada wajah yang bersih, bulatan bedak ini dilumatkan dengan sedikit air mawar.

Di kepulauan Nusantara, ritual ini mengalami perkembangan. Nenek moyang kita memasukkan campuran bengkuang ke dalamnya yang bertujuan membuat rona wajah lebih cerah.

Kini, bedak dingin banyak tersedia di pasaran. Tapi, bedak dingin tersebut dibuat dengan teknologi maju dan kandungan nutrisi di dalamnya juga berbeda. Selain mencerahkan, bedak dingin juga menghaluskan kulit wajah dan mengurangi noda atau vlek di wajah. Saat terbaik memakai bedak dingin adalah malam hari sebelum tidur. (f)






 
 
  > KOMENTAR
 
  Tulis Komentar Forum
200 karakter tersedia

** Dengan meng-klik tombol "kirim" berarti anda telah menyetujui Privacy Policy & Disclaimer kami.
K I R I M  
 
Topik Hari Ini Curhat Medsos Femina
TOPIK Hari Ini
Curhat Medsos
Media sosial memang sudah seperti reality show. Selain sharing informasi, tak jarang juga kita menemukan status berisi curhatan, keluh kesah, atau gerutuan tentang masalah yang dihadapi. Perlu nggak sih, kita ikut campur, sampai berkomentar menghakimi tentang curhatan mereka ini?
KOMENTAR
03 Sep 2015 - intifada
kalau menurut saya, apabila topik yang dibicarakan seru untuk dibahas dan perlu dikomentari ya komentar saja toh kan itu sudah milik publik karena dishare di media sosial. kalau pun kita sudah merasa gerah dan risih dengan postingan yang menurut kita ...
02 Sep 2015 - susanzahara
Saya rasa gak perlu......!!, kalo curhatannya mulai bikin gerah dan risih mending unfollow aja. Rasanya menghakimi itu sangat tidak etis dan gak ada untungnya.
02 Sep 2015 - theo b.mobile
males komen gosip2 artis n isu2, terutama yg sensitif kaya SARA.. mendingan liatin aja.. tapi adakalanya perlu bersuara



Majalah F35-2015 Femina  Edar 
Wednesday, 2 September 2015






  VIDEO