Tips
Wajah Bebas Bekas Jerawat

27 Jan 2017


Foto: 123RF

Jerawat tak bisa dianggap sepele, apalagi bila meninggalkan bekas. Penanganannya pun harus tepat. Bila jerawat sudah terinfeksi dan tidak ditangani dengan baik, kondisi kulit akan makin parah.

Simak jawaban dr. Dewi Hasanah, SpKK untuk 8 pertanyaan yang sering muncul mengenai bekas jerawat.
 
1. Tanya:
Apa yang menyebabkan jerawat menimbulkan bekas?

Jawab:
Proses peradangan pada jerawat menyebabkan timbulnya bekas jerawat, mulai dari   hiperpigmentasi, kemerahan, hingga scar atau  luka parut. Makin berat peradangannya, makin besar risiko timbulnya scar. Kebiasaan memencet-mencet jerawat juga akan memperbesar risiko terbentuknya scar.
 
Memencet jerawat yang meradang akan menimbulkan luka hingga ke lapisan dermis (lapisan kulit bagian dalam), sehingga akan muncul scar atau luka parut sebagai reaksi penyembuhan luka tersebut. Luka parut ini menarik kulit lapisan atas sehingga menimbulkan bekas cekung seperti berlubang atau bopeng.


2. Tanya:
Apa saja bekas yang ditimbulkan akibat jerawat dan apa ciri-cirinya?

Jawab:
Bekas jerawat dapat dikategorikan menjadi tiga:
  1. Hiperpigmentasi pascainflamasi: Perubahan warna kulit berupa noda kecokelatan. Biasanya banyak terjadi pada kulit orang Asia yg cenderung gelap atau sawo matang.
  2. Eritema pascainflamasi: Perubahan warna kulit berupa noda kemerahan. Biasanya banyak terjadi pada orang dengan kulit yang lebih terang.
  3. Scar (luka parut): Dapat berupa scar atrofik (cekung) atau hipertrofik (menonjol).  Scar.atrofik atau cekung dapat dibagi menjadi 3: rolling scar, ice pick scar, dan box scar.
Rolling scar membuat kulit wajah tampak bergelombang dan tidak rata, ice pick scar membuat kulit tampak berlubang, seakan-akan tertusuk benda tajam, sedangkan box scar membentuk cekungan besar, dalam, dan berdinding curam berbentuk kotak. Dari ketiga bentuk scar ini, bentuk rolling scar biasanya lebih responsif terhadap terapi, sementara ice pick dan box scar biasanya lebih sulit  ditangani.
 
3.Tanya:
Bisakah bekas jerawat ditangani hanya dengan terapi topikal, seperti pemakaian cream, gel, dan serum?

Jawab:
Untuk bekas jerawat berupa perubahan warna (hiperpigmentasi ataupun eritema),   terapi topikal dapat membantu memudarkan bekas jerawat. Sedangkan untuk bekas jerawat berupa scar atrofik, terapi topikal saja biasanya tidak banyak membantu.

4. Tanya:
Apa yang harus dilakukan untuk menangani  bekas jerawat?

Jawab:
Untuk bekas jerawat berupa hiperpigmentasi atau eritema, biasanya akan pudar tanpa terapi apa pun pada kulit yang sehat. Untuk mempercepat proses pemulihan, bisa menggunakan terapi topikal yang memiliki efek meratakan warna kulit. Terapi ini  dapat dikombinasikan dengan mikrodermabrasi atau peeling. Jika tetap membandel, dapat dikombinasikan dengan laser.
         
Untuk bekas jerawat berupa scar atrofik, dapat diperbaiki tampilannya dengan kombinasi terapi topikal dan tindakan yang bertujuan meningkatkan regenerasi kulit serta produksi kolagen. Tindakan yang diberikan tergantung pada tingkat keparahan dan bentuk scar atrofik, bisa dengan mikrodermabrasi, peeling, subcision, laser resurfacing, radiofrekuensi, microneedling, atau aplikasi platelet rich plasma (PRP). (f)
 
Baca juga:
7 Mitos Perawatan Rambut
Melentikkan Bulu Mata Pendek
3 Cara Merawat Bibir Secara Alami


Topic

#perawatanwajah

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?