Wajah dan tubuh Zac Efron yang kelihatan terus menyempurna setiap hari, memang membuat wanita mana pun hanya bisa menghela napas, membayangkan yang tidak-tidak, sambil bertanya-tanya, “Kenapa, sih, dia harus pakai baju?”. Menyaksikan transformasi Zac dari seorang bintang musikal remaja menjadi seorang pria dewasa memang seperti menyaksikan seorang demigod atau manusia setengah-dewa yang baru menemukan kekuatannya saat beranjak dewasa.Dengan tubuh setinggi 1,73 meter, Zac memang sosok American boy yang paling ideal. Matanya biru, rambutnya coklat tebal, biceps dan abdomennya terpahat sempurna. Kalau beberapa selebritas, seperti Justin Timberlake, memilih untuk tidak menanggalkan bajunya untuk pemotretan supaya dianggap serius, Zac justru menjadikan tubuhnya aset yang menjual.
Lihat saja di ajang MTV Movie Awards dua tahun terakhir. Zac tidak pernah absen naik ke atas panggung, shirtless. Menanggapi jeritan histeris para penonton, dengan senang hati ia pun mengangkat piala popcorn-nya seperti barbel, memamerkan otot-otot lengan, pundak, dan lehernya yang terlihat too good to be true. Haters boleh bilang dia narsisistik. Tapi, tidak ada yang lebih seksi daripada seorang pria yang comfortable in his own skin, alias nyaman dan percaya diri dengan dirinya sendiri. (f)


