Sex & Relationship
Waspada Cari Jodoh di Internet

18 Nov 2015


Memang sulit untuk yakin 100% bahwa calon pasangan dari dunia maya ini merupakan jodoh yang aman, yaitu bukan pelaku kriminal, atau orang dengan gangguan kejiwaan. Sama saja seperti pertemuan di dunia nyata, sulit untuk memastikan latar belakang seseorang pada pertemuan pertama. “Ada berbagai alasan berbohong di media sosial. Tidak selalu karena ia sengaja berbohong untuk mendapatkan keuntungan. Bisa saja ia sebenarnya tidak percaya diri dan tidak nyaman dengan dirinya,” jelas Pingkan C. B. Rumondor, dosen di Jurusan Psikologi BINUS.

Satria Utama
, Dating & Relationship Coach, menganjurkan agar pertemanan lewat situs dating online ini sebaiknya tidak ditanggapi secara serius. “Untuk menambah teman bolehlah, tapi jodoh? Nanti dulu,” ujarnya. Bagi wanita, ia mewanti-wanti agar jangan tertipu dengan iming-iming pria mapan.

“Logikanya mudah saja, berapa banyak sih pria mapan yang mendedikasikan begitu banyak waktunya untuk cari jodoh lewat internet?” tanyanya, membuka permenungan. Menurutnya, boleh saja mencoba, tapi Anda perlu mengatur ekspektasi agar tidak kecewa apabila yang ditemui melenceng dari harapan.

Menurut Satria, bukan hal yang mustahil sebuah relasi bisa berawal dari profil online – muncul kekaguman, lalu suka, dan jalinan komunikasi yang intens. Namun, ia mengingatkan bahwa hubungan seperti ini berpotensi memiliki ‘cobaan’ yang lebih banyak. Misalnya, tidak memiliki mutual friends, teman yang bisa menjadi ‘narasumber’ bagi kita untuk mengenal calon pasangan lebih jauh. Atau, perbedaan prinsip yang diabaikan sejak awal demi memiliki kekasih online.
   
Jangan terburu-buru mengambil keputusan atau langkah serius. Gunakan masa-masa ‘pendekatan’ di dunia maya ini untuk melihat sejauh apa konsistensi dari pria pilihan. Apabila Anda sudah yakin, cobalah untuk mengatur waktu pertemuan secara offline. “Langkah ini sangat penting, sekaligus tricky. Anda harus hati-hati,” pesan Satria.

Apabila tahapan di dunia maya sudah semakin mantap, tahap selanjutnya pertemuan bisa dilakukan di dunia nyata. Baik Pingkan maupun Satria menyarankan untuk memilih tempat yang ramai, mudah diakses dan lakukan pada  waktu di siang atau sore hari.
“Beritahu keluarga atau orang terdekat, atau juga mengajak teman untuk duduk di meja terpisah. Persiapkan juga strategi exit, bila kencan berjalan tidak sesuai yang diharapkan,” pesan Satria. (f)



 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?