Tips
Tip Perawatan Ala Putri Keraton

11 Jul 2011

Putri keraton mempunyai cara sendiri untuk merawat kecantikan. Berikut adalah tip perawatan untuk Anda agar bisa secantik putri keraton:
  1. Tahapan perawatan diawali dengan mandi (siraman) menggunakan air rendaman bunga sedap malam. Secara tradisi, gending klasik dialunkan untuk memanjakan indra pendengaran (asmartaswara). Membawa tubuh makin relaks saat perawatan.
  2. Usai mandi, tubuh lalu dibalut dengan kain sutra yang telah didinginkan di dalam guci yang dimasukkan ke lemari pendingin. Kain sutra lembut dan halus memberikan sensasi awal pada indra peraba (asmarasutra). Indra ini kemudian akan dimanjakan dengan pijatan relaksasi menggunakan minyak aromaterapi. Relaksasi saraf dan otot di bagian bawah kulit untuk melancarkan peredaran darah.
  3. Dilanjutkan dengan scrubbing dari bahan kelapa parut untuk mengangkat kulit mati, kotoran dan debu, menghilangkan bau badan, sekaligus memberi nutrisi pada kulit. Di sekeliling ruangan diberi keharuman aromaterapi sedap malam yang menggoda indra penciuman (asmararum) untuk makin terbawa ke suasana lebih relaks dan tenang.
  4. Tradisi pemakaian rempah-rempah untuk diminum (jamu) tidak bisa dilepaskan dari ritual kecantikan tradisional putri keraton Jawa. Tak hanya kalangan bangsawan, masyarakat Jawa pada umumnya juga mengadopsi kebiasaan sehat ini sebagai bagian dari gaya hidup mereka hingga kini. Jamu disajikan usai terapi berupa ramuan minuman sehat yang terdiri dari cengkih, santan, dan gula batu. Indra pengecap (asmarawara) dirangsang dengan minuman yang terasa segar dan legit ini. Minuman ini memiliki berbagai khasiat kecantikan, yaitu mencerahkan kulit wajah, menghilangkan jerawat, dan dipercaya sebagai salah satu ritual untuk awet muda. (f)



 

polling
Investasi untuk Hari Tua

Meski masih berusia muda, bukan berarti kita tidak memikirkan masa depan alias masa pensiun kita. Menabung saja tidak cukup, nih. Sebaiknya, kita mulai memikirkan untuk berinvestasi.

Jenis investasi apa yang telah Anda jalankan untuk hari tua nanti?