Celebrity
Teza Sumendra Dikenal Lagi

27 Aug 2015


Namanya mulai dikenal luas berkat rekaman lagu di soundcloud dan unggahan video di Youtube pada tahun 2011. Penyanyi bernama lengkap Marteza Sumendra (26) ini memang kerap meng-cover lagu RnB-soul-hip-hop milik musikus dunia seperti Beyonce, Ciara, dan Musiq Soulchild. Dengan timbre suara bass yang seksi dan maskulin serta atraksi vokal yang meliuk-liuk, pria yang akrab dipanggil Teza ini mampu membuat para netizen tergila-gila. Lama-kelamaan follower-nya pun makin bertambah.

Menyadari besarnya kekuatan media sosial, Teza pun terdorong untuk makin maksimal menggarap portofolio musiknya. “Saya membeli peralatan mini home recording, mic condenser, soundcard, agar kualitas rekaman musik yang saya hasilkan lebih profesional,” jelas Teza, yang mengaku membeli akun premium agar bisa mengunggah materi musiknya secara tak terbatas

Trik yang dilakukan Teza terbukti ampuh. Sekarang, pengikutnya di soundcloud sudah mencapai 50.415 follower, ditambah 5.640 subscriber Youtube, 72.000 follower Instagram, dan 11.000 follower Twitter. Teza pun seakan menjadi icon baru di dunia musik tanah air dengan puluhan ribu fans netizen.

Di balik pencapaian Teza saat ini, tak banyak orang yang tahu bahwa sebenarnya penggemar D’Angelo, Maxwell, Jill Scott, dan Joss Stone ini sudah terjun ke dunia musik sejak tahun 2006. Tepatnya, ketika ia terpilih menjadi salah satu finalis Indonesian Idol.

“Sebenarnya, Mama kurang setuju dengan kegiatan saya bermusik karena takut mengganggu studi. Berbeda dengan Papa yang mendukung penuh, karena beliau adalah musikus profesional. Tujuan awal saya ikut Indonesian Idol untuk mendapatkan golden ticket dan menunjukkan pada Mama kalau saya bisa. Ternyata malah lolos sampai babak spektakuler,” kenang Teza, yang akhirnya mendapatkan dukungan sang mama.

Meski berhasil masuk ke babak spektakuler, sayangnya Teza harus tereliminasi cukup cepat dari kompetisi tersebut. Pamornya pun seakan meredup setelah berakhirnya tayangan Indonesian Idol. Untuk bisa kembali masuk ke industri musik, Teza harus merangkak lagi dari bawah dan bekerja keras membangun kariernya kembali. “Bila hanya mengandalkan kebanggaan sebagai finalis pastinya tidak akan survive. Saya memilih untuk terus bermusik, mulai dari mengunggah materi musik di media sosial secara rutin, ‘ngamen’ di mal, hingga sempat menjadi vokalis band Chlorophyl,” cerita lulusan Desain Komunikasi Visual, Universitas Trisakti ini.

Kemudian, konsistensinya di dunia musik kembali mendapat cahaya terang ketika ia diajak rekaman single kolaborasi dengan Indra Lesmana di lagu Kembali Satu (2009) dan Electric Lov3 (2013) bersama  Andezzz. Kerja sama ini membukakan pintu baru bagi kariernya, salah satunya nama Teza menjadi langganan tampil di perhelatan musik akbar, Java Jazz Festival.

“Saya beruntung bisa melakukan pekerjaan yang paling membahagiakan sedunia. Manggung di tiga tempat yang berbeda dalam sehari pun enggak  terasa capek,” ucap pelantun I Want You, Love itu.

Hingga akhirnya pada pertengahan tahun 2013, Teza meyakinkan dirinya untuk mulai serius menggarap album. Bersama dengan Rendy Pradipta, sang produser, mereka keluar masuk studio untuk menyiapkan materi album. “Rendy bikin musik dan beat-nya, lalu saya mencari melodi dan menulis liriknya. Tadinya hanya ingin membuat mini album berisi 5 lagu dan dibagikan gratis. Tapi, karena cukup produktif, kami sepakat untuk membuat full album,” ungkap Teza yang berhasil membuat 12 lagu bertema cinta dengan lirik yang eksplisit dan nyeleneh.

Dalam bermusik, Teza memang ingin mengemas lagu-lagu karyanya dari sisi yang berbeda. Karena menurutnya, penyanyi solo yang ada saat ini di peta musik Indonesia sudah memiliki porsinya masing-masing, sebut saja Tulus yang identik dengan lirik lagu yang puitis atau Afgan dan Vidi Aldiano yang punya ‘senjata’ andalan untuk lagu-lagu romantis.

“Lagu cinta bukan hanya tentang menyukai seseorang, menjalin hubungan, putus, lalu galau. Cinta itu bisa luas perspektifnya. Saya pun mencoba mengangkat intrik-intrik berdasarkan realitas yang tidak banyak dilihat orang,” jelas Teza.

Di albumnya yang berjudul self-titled, Teza Sumendra, pria kelahiran 11 Maret 1989 ini mengeksplorasi penuh musik soul-RnB. Dari segi aransemen hingga cara bernyanyinya pun sangat lekat dengan gaya penyanyi kulit hitam.

“Sejak kecil, Papa memang sering menyetel lagu soul era Motown seperti Marvin Gaye, Stevie Wonder, hingga Michael Jackson. Aliran musik ini ibarat jiwa saya,” kata penyanyi yang masuk sebagai nominasi dalam kategori Male Singer of The Year di ajang Indonesian Choice Awards 2015.

Setelah nama besar penyanyi RnB di tahun ‘90-an hingga awal tahun 2000, seperti Glenn Fredly, Reza Artamevia, dan Marcell, bisa dibilang kemunculan Teza kini seolah membawa angin segar pada segmen musik tersebut. Ia pun bertekad untuk melebarkan segmen musik soul-RnB, karena genre musik tidak hanya pop dan rock saja.

“Saya ingin terus berkreasi dan mematangkan konsep live performance, sampai bisa disejajarkan dengan musikus besar lainnya,” tegas penyanyi yang telah mencicipi panggung musik di Belanda, Singapura, Brunei Darussalam, dan Jerman ini. (WORO HARTARI TRIANTI)
 
Foto: Dok.Woro




 

polling
Pertimbangan Dalam Memilih Kartu Kredit

Belakangan ini bank makin kreatif dan gencar dalam meluncurkan kartu kredit. Mereka pun bersaing memberikan berbagai fasilitas untuk menggaet pengguna baru.