Sebuah musibah yang menimpa keluarganya ternyata menjadi titik balik jalan hidupnya. Wanita bernama lengkap Tantri Syalindri Ichlasari (25) ini berhasil mengubah air mata menjadi ‘mata air’ lewat suara seraknya yang berat. Kesempatan meraih gelar sarjana ikhlas ia lepas demi menyokong perekonomian keluarga yang terpuruk. Berkat keikhlasannya itu, ia menuai upah manis berupa kesuksesan di dunia tarik suara. Musik jua yang kemudian mempertemukannya dengan belahan jiwanya. Kecintaan Tantri bernyanyi sudah dimulai sejak ia duduk di bangku SMP. Saat itu ia mengikuti ekstrakurikuler latihan vokal dan pernah juga menjuarai lomba nyanyi di sekolahnya, SMP 13 Tangerang. Kelas 2 SMP, Tantri mulai membentuk band pertamanya, Athena, yang semua personelnya wanita.
Setelah lulus SMP tahun 2004, Tantri menantang dirinya mengikuti kompetisi band nasional Dream Band yang diadakan sebuah stasiun TV Swasta. Tak disangka, band-nya, Ares, terpilih menjadi juara keempat dan mewakili pemenang dari DKI Jakarta.
“Sebetulnya, saya sempat tak percaya diri saat akan mengikuti lomba itu. Sebab, tiap kali diajak Ayah menyanyi bareng dengan warga di kompleks rumah saat senggang, suara saya pasti selalu fals,” aku wanita yang belajar menyanyi secara autodidak ini, tergelak.
Barangkali jalan hidup Tantri akan berbeda jika ayahnya, H. Dally Syambas, tak mengalami serangan stroke dan kemudian lumpuh pada tahun 2006, sehingga tidak mampu lagi bekerja. Saat itu, Tantri yang telah memperoleh beasiswa kuliah di Institut Pertanian Bogor (IPB) terpaksa harus mengubur dalam-dalam harapannya untuk menjadi ahli pertanian.
Tak mudah baginya untuk melepas mimpi itu. Tapi, ia tidak ingin menjadi beban orang tuanya. “Lebih baik saya membantu ibu saya bekerja mencari uang untuk biaya hidup sehari-hari dan menyiapkan tabungan untuk kuliah adik lelaki saya,” cetusnya.
Sejak ayahnya sakit, ibunya langsung berjualan nasi uduk dan minuman pop ice blender di rumahnya untuk bertahan hidup. Tantri sendiri kembali fokus menekuni karier menyanyinya bersama band Ares selepas lulus SMU.
Dari panggung ke panggung, penggemar Queen, Pink, Nicky Astria, dan Anggun ini menjual suara serak dan beratnya. Ia sempat indekos di Bekasi dan Pondok Gede, Jakarta, untuk mencari uang bersama band-nya. Hampir seluruh dari pendapatannya ia serahkan untuk membantu biaya hidup orang tua dan sekolah adiknya.
Pada tahun 2007, Tantri diajak bergabung dengan band Kotak yang mengusung musik rock modern, menggantikan Pare. Bersama Kotak, Tantri kemudian meraih sejumlah prestasi dan namanya mulai terangkat. Pada tahun 2009, ia berhasil membawa Kotak menjadi pemenang Best Rock Group dan Best Rock Album dalam acara Anugerah Musik Indonesia 2009. Tak hanya itu, mereka juga memenangkan kategori Pendatang Baru Terbaik pada Planet Music Award 2009 dan Pendatang Baru Terfavorit 2009 di ajang MTV Indonesia Awards.
Kini, ia tengah mempersiapkan film layar lebar pertamanya yang menceritakan perjalanan kesuksesan band Kotak di dunia hiburan tanah air. Puncak ketenaran dan sukses telah diraihnya. Namun, penyanyi yang pernah berkolaborasi dengan band asal Amerika, Simple Plan, ini mengutarakan penasaran ingin bisa duet dengan Arda dalam album single mereka. “Mungkin suatu hari nanti kami akan rilis album kolaborasi kami,” katanya, menutup pembicaraan.
Reynette Fausto
Foto: Dok. Femina


