Masyarakat yang senang melakukan latihan fisik yaitu aktivitas meningkatkan kesehatan dan kebugaran secara repetitif dihimbau untuk meningkatkan kepedulian terhadap kebutuhan cairan mereka baik sebelum, saat dan sesudah latihan fisik.
Menurut panduan pemenuhan cairan yang dikeluarkan oleh American College of Sport Medicine (ACSM), sebelum seseorang latihan fisik sebaiknya minum 500-600 mL air putih 4 jam sebelumnya, dan 10-15 menit sebelum latihan minum 250-350 mL air. Dan, pada saat melakukan aktivitas bila durasi latihan < 60 menit sebaiknya minum 100-250 mL air putih tiap 15-20 menit, sedangkan latihan > 60 menit minum 100-250 mL tiap 15-20 menit. Bagi mereka yang melakukan latihan intensitas tinggi dengan durasi kurang lebih 60 menit dihimbau untuk minum air sebanyak 600-700 mL atau minum sports drink tiap terjadi penurunan berat badan 0,5 Kg.
Lalu bagi anak-anak dan remaja yang melakukan latihan fisik direkomendasikan untuk minuam 13 mL air disesuaikan dengan berat badan dan lama latihan, dan sesudah latihan fisik minum 4mL air disesuaikan dengan berat badan dan lama latihan.
Menurut Ketua tim Editor Buku Petunjuk Praktis Pemenuhan Kebutuhan Cairan dalam Latihan Fisik, dr.R.Wishnu Hidayat, SpKo, anjuran pemenuhan kebutuhan cairan tersebut merupakan acuan agar seseorang tidak mengalami dehidrasi yang akan mempengaruhi performa fisik bahkan beresiko membahayakan kesehatan.
dr.R.Wishnu menjelaskan bahwa berdasarkan penelitian Peacock, 37% subyek penelitian menderita dehidrasi sebelum latihan fisik, karena asupan cairan lebih rendah daripada jumlah keringat yang keluar dan akan mengalami gangguan psikologis saat latihan dibanding yang status dehidrasinya normal. Sedangkan menurut penelitian Kavouras 90% anak-anak mengalami dehidrasi bahkan sebelum latihan fisik. Oleh karena itu, Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga (PDSKO), meluncurkan buku yang memberikan informasi pemenuhan kebutuhan cairan sehingga tiap orang bisa berolahraga dengan aman dan tujuan kesehatannya akan tercapai.
“ Pada saat latihan fisik yang hilang adalah massa air dalam tubuh kita yang keluar dalam bentuk keringat dan bukanlah lemak. Bila produksi panas tubuh dan keringat meningkat maka cairan tubuh yang hilang ini harus diganti dengan asupan cairan (air minum) agar seluruh organ dan sistem organ berfungsi dengan baik,” urai , dr.R.Wishnu dalam press conference di Hotel Ritz Carlton, selasa (25/02).
Ketua PDSKO dr. Imran Agus Nurali, SpKO pun menganjurkan bahwa sebelum meneguk minuman ada baiknya seseorang menenangkan irama nafas dan detak jantung terlebih dahulu setelah berolahraga.
“ Setelah keadaan tubuh tenang barulah pelan-pelan meminum air dan disarankan meminum air dengan suhu agak dingin sekitar 15-21 derajat agar metabolisme air dapat diserap dalam lambung. Suhu minuman yang hangat malah akan membuat kembung atau bahkan muntah,” ungkap dr. Imran.
Jadi, cukupkah dua liter sehari untuk orang yang aktif latihan fisik? Menurut dr. Bambang Djarwoto, SpPD-KGH, Nefrolog dari RS Sardjito, jawabannya tidak! Karena kebutuhan air harus disesuaikan dengan jenis kelamin dan jenis olahraga yang dilakukan.
“ Keringat pria lebih banyak karena luas permukaan tubuh lebih besar, massa otot juga lebih besar, dan metabolisme lebih sedikit sehingga memerlukan asupan cairan yang lebih banyak dari perempuan. Meminum air tidak boleh kurang juga tidak boleh berlebih sesuaikan dengan porsinya saja agar ginjal dapat menjalankan funsginya seperti menyaring darah dan mengekskresikan zat-zat yang merugikan bagi tubuh,” tutur dr. Bambang.
Woro Hartari Trianti


