Health & Diet
Olahraga Sesuai Tujuan

13 Nov 2013


Mengapa seseorang bisa kecanduan olahraga? Penyebabnya, dr. Michael Triangto, SpKO menuturkan, karena exercise teratur itu membuat tubuh menghasilkan zat endorfin, morfin alami yang membuat tubuh selalu dalam keadaan bugar, energik, tak mudah lelah. Sebaliknya bila tidak untuk berolahraga, tubuh menjadi tak nyaman, lemas, dan mudah lelah. Itulah sebabnya, gym junkies akan memaksakan diri  untuk menyediakan waktu berolahraga agar tubuh tetap terasa nyaman.

Dari sisi psikologis, David J. Linden, neuroscientist dari Sekolah Kedokteran Universitas John Hopkins mengungkapkan,  orang kecanduan olahraga bisa jadi juga memiliki problem psikologi tertentu, seperti trauma di masa kecil, korban kekerasan, kehilangan emosional, atau seperti Misti yang berolahraga karena terobsesi pada pencitraan tubuh. Misti selalu membandingkan dirinya dengan postur tubuh ibunya yang kecil dan terlihat seksi.

Namun, jangan gara-gara khawatir menjadi gym junkies, lantas membuat Anda jadi malas berolahraga. Ribuan penelitian menunjukkan, olahraga itu wajib hukumnya, karena memberi pengaruh yang sangat baik bagi kesehatan dan kebugaran seseorang.
 “Masalah terjadi karena banyak orang melakukan latihan dalam takaran melebihi normal.  Ironisnya, mereka tak menyadari bahwa latihan yang mereka lakukan itu sudah berlebihan,” ujar dr. Michael.

Repotnya, soal takaran normal ini, menurut dr. Michael, memang tidak ada batasan yang sama untuk  tiap individu. Batasannya sangat individual. Tiap orang memiliki batasan masing-masing untuk  tiap jenis olahraga yang mereka pilih, bergantung pada  kondisi kesehatan saat memulai olahraga, tingkat kemampuan tubuh untuk berolahraga, intensitas latihan, durasi, frekuensi, juga jenis olahraga yang dilakukan.

Untuk mengeceknya, Anda bisa mengamati dampak apa yang terasa setelah melakukan olahraga. Bila saat berolahraga, Anda langsung merasakan adanya organ yang sakit, maka itu berarti latihan yang dilakukan ada yang tidak cocok dengan kondisi fisik Anda saat itu. Bila rasa sakit atau tak nyaman itu baru terasa keesokan harinya atau dua hari setelah berolahraga dan tidak membaik pada hari berikutnya maka itu berarti takaran latihan atau intensitas yang dilakukan sudah melebihi kemampuan tubuh Anda.

Lalu, apa solusinya? Dokter Michael menyarankan agar kita   menentukan tujuan berolahraga sejak awal melakukan latihan. Jika tujuannya untuk kesehatan,  jadikan goal utama adalah perbaikan status kesehatan. Jika ingin membentuk tubuh, tentukan ukuran tubuh seperti apa yang Anda inginkan. Sebaiknya bicarakan dengan terapis atau dokter olahraga tentang program yang Anda inginkan. Jangan lupa cek kesehatan dan kondisi tubuh secara rutin. 

“Bertambah berat, lama, atau  makin sering suatu latihan tidak selalu berarti lebih baik. Dalam kedokteran olahraga dikenal  kurva berbentuk bel (bell shape curve). Kurva ini menunjukkan, terlalu ringan atau terlalu berat suatu latihan tidak akan membuat tubuh lebih baik. Yang terpenting adalah bagaimana mencari takaran dan pilihan olahraga yang tepat untuk hasil maksimal bagi tubuh kita,” ujar Direktur Klinik Slim + Health Rumah Sakit Mitra Kemayoran, Jakarta, ini.(f)





 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?