Sex & Relationship
Obat Kuat, Apakah Itu?

16 Jun 2011

Banyak pria yang rela melakukan apa saja agar terlihat perkasa di tempat tidur, termasuk mengonsumsi obat kuat. Apakah suami Anda juga suka mengonsumsi obat kuat? Ayo tahu lebih banyak tentang obat kuat.

Konsultan seks dr. Ferryal Loetan menjelaskan bahwa obat-obatan untuk meningkatkan kualitas hubungan seksual terbagi menjadi tiga macam, yakni obat yang memperbaiki gangguan fungsi seksual pada pria, obat afrodisiak yang bahan bakunya mampu meningkatkan libido, serta suplemen dan vitamin yang dapat meningkatkan stamina.

Viagra, obat yang ‘didewakan’ banyak pria, termasuk salah satu obat yang memiliki khasiat memperbaiki gangguan fungsi seksual. Namun, disfungsi seksual tak seluruhnya dapat ditangani oleh Viagra. Dengan mengonsumsi Viagra, belum tentu ‘si junior’ akan perkasa dan tak pernah ‘tidur’. Pasalnya, bila ereksi yang bermasalah ini berkaitan dengan persarafan atau merupakan efek dari konsumsi obat lain, maka menelan Viagra sebanyak apa pun tak bakal berpengaruh sama sekali.

Dokter Ferryal juga mengatakan, obat yang memperbaiki disfungsi seksual pria tak boleh dikonsumsi setiap hari. Konsumsinya juga tidak boleh lebih dari satu setiap kali pakai. Jika dosisnya tidak dikontrol atau daya tahan tubuh pria sedang lemah atau dia sedang mengonsumsi obat lain yang berbahan baku nitrat, bisa membuat dia pingsan, stroke, dan bahkan nyawa melayang.

Kelebihan dosis obat kuat juga dapat menyebabkan kerusakan ereksi permanen. Pasalnya, penggunaan obat kuat yang tak semestinya dapat menimbulkan kondisi priapism, yaitu ereksi yang berkepanjangan.

Jika suami ngotot tetap ingin mengonsumsi jenis-jenis obat per¬kasa itu, sebagai istri, Anda harus merayunya agar berkonsultasi dulu kepada dokter, dan membeli obat-obatan tersebut di apotek resmi dengan resep dari dokter. Memang, biasanya harganya lebih mahal. Namun itu lebih terjamin ketimbang membeli dari agen-agen obat di pinggir jalan yang tak dijamin keasliannya. (f)



 

polling
Kosmetik Ilegal

Baru-baru ini BPOM menemukan peredaran kosmetik palsu hingga mencapai harga puluhan miliar rupiah. Peredaran kosmetik palsu di Indonesia pun sudah masuk dalam tingkat yang perlu diwaspadai.

Di manakah Anda biasa membeli kosmetik?
Saat membeli kosmetik, hal apa yang Anda perhatikan?
Seberapa sering Anda membeli kosmetik?
Apakah Anda pernah membeli kosmetik yang ternyata palsu dan ilegal?