Sex & Relationship
Menyesuaikan Diri dengan Ekspektasi Pasangan

11 Nov 2015

Pasangan harus saling melengkapi, mungkin terdengar klise dan kuno. Tapi, menurut Elly Nagasaputra, MK, CHt, konselor pernikahan dari konselingkeluarga.com,  secara psikologis manusia akan cenderung mencari sesuatu yang tidak ia punyai.

“Kalau kita penakut, maka melihat pria pemberani akan timbul rasa kagum.  Begitu pula pria pendiam, biasanya sangat tertarik melihat wanita yang ramai dan suka bicara. Namun, pada dasarnya kita tidak bisa menentukan kepada siapa kita akan jatuh cinta. Berbeda atau setipe, biasanya ini baru disadari setelah menjalani hubungan,”  jelas Elly.

Sepasang kekasih yang menyadari bahwa mereka sangat berbeda biasanya akan menemui lebih banyak tantangan dalam hubungan tersebut. Misalnya, pria yang berasal dari keluarga susah dan harus bekerja keras untuk bisa mapan akan menjadi pribadi yang sangat menghargai uang. Bila ia berpasangan dengan wanita yang boros dan suka belanja, maka hubungan mereka akan rawan konflik.

Menurut Elly, hubungan semacam ini bisa saja bertahan, tergantung pada seberapa besar rasa cinta mereka untuk menerima perbedaan pasangan. Selain itu, penting juga bagi pasangan untuk dapat saling menyesuaikan diri dengan ekspektasi pasangan.
 
Cinta memang faktor yang membuat kita mampu memaklumi seseorang. Tanpa cinta, kesalahan kecil pun bisa membuat kita kesal dan marah. “Contohnya saja, sebagai atasan kita memiliki chemistry yang lebih kuat kepada salah satu bawahan. Kita akan lebih bisa memaklumi bila bawahan tersebut melakukan kesalahan ketimbang bila bawahan lain yang melakukannya,” tutur Elly.

Kita yang pernah terlibat dalam satu hubungan opposites attract pasti tahu ada dorongan besar untuk mengubah pasangan agar sesuai dengan keinginan kita. Seberapa jauh hal ini bisa berhasil? Elly mengatakan, seseorang bisa berubah dalam kadar tertentu. “Misalnya, istri bawel bisa diminta untuk tidak bawel setelah suami pulang kerja. Pasangan yang pelit bisa diajarkan untuk lebih menikmati hidup dengan berbelanja. Tapi, tidak mungkin seseorang bisa mengubah seluruh karakter aslinya menjadi sama sekali berbeda. Itu akan membuat ia mengalami stres atau mental breakdown,” lanjutnya.
    
Jujur, terkadang, karena saking cintanya, kita rela mengorbankan perasaan untuk mempertahankan hubungan. Hal ini, menurut Elly, sia-sia dilakukan. “Lebih baik Anda dan pasangan mencari jalan tengah. Tanpa usaha itu, Anda hanya menyimpan bom waktu,” tegas Elly. Karenanya, Anda perlu memanfaatkan masa berpacaran untuk mencari kecocokan. “Tunjukkan diri Anda apa adanya. Ini akan banyak mengurangi sakit hati dan kemarahan saat menikah nanti,” sarannya

Meski demikian, bukan berarti kita tidak boleh menikahi orang yang ‘berbeda kutub’ dari kita. “Orang yang pantas dinikahi adalah orang yang Anda cintai. Jika ternyata Anda dan dia setipe, berarti Anda berdua memasuki jalan tol. Everything feels very easy,” ujar Elly.
Namun, ada pula hubungan yang diwarnai banyak perbedaan dan itu membuat kedua belah pihak merasa lebih kaya. “Hanya,   Anda harus siap menghadapi banyak tantangan karena pasangan opposites attract punya banyak pe-er yang harus diselesaikan,” pesan Elly. Pilihan tentu saja ada di tangan kita. (f)



 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?