Saya dan kekasih sudah berencana untuk menikah. Yang mengganjal, kakak perempuan saya tidak mau dilangkahi, padahal saat ini ia belum punya kekasih. Ibu saya bilang, sebaiknya saya meminta izin dulu. Saya menyayangi kakak saya. Bagaimana membujuknya tanpa membuatnya sedih dan sakit hati?
Amanda - Jakarta
Menurut psikolog Irma Makarim, tiap keluarga punya kebiasaan, aturan, dan adat yang diikutinya. Salah satunya adalah adat dari tradisi lama, yang tak menganjurkan seorang adik untuk menikah mendahului kakaknya, terutama kakah perempuan. Saat ini sebagian besar keluarga sudah meninggalkannya karena dianggap menghambat kebahagiaan seseorang, tetapi sebagian lain masih mempertahankan adat ini. Walau demikian, dalam pelaksanaannya, yang bersangkutan diberi berbagai kemudahan untuk bisa tetap menikah dengan memenuhi berbagai persyaratan.
Kelihatannya, meski keluarga Anda masih mengikuti tradisi ini, dari sikap ibu Anda terlihat bahwa beliau juga memberikan kelonggaran agar Anda tetap bisa menikah mendahului kakak. Sebagai ibu, di satu sisi beliau menginginkan kebahagiaan Anda, tetapi di sisi lain juga tidak ingin hal ini menimbulkan kesedihan pada kakak Anda. Itulah sebabnya, ibu Anda menganjurkan untuk memohon keikhlasan kakak.
Bukan salah Anda, bila Anda mendapatkan pasangan hidup lebih dahulu, dan bukan salah kakak bila ia belum mendapatkan jodohnya. Walau tak ingin menghalangi, dapat dimengerti bila kondisi seperti ini bisa membuat kakak jadi berkecil hati atau membuatnya sulit menerima. Tidak berarti kakak tidak menyayangi Anda, sama dengan Anda yang sama sekali tak bermaksud menyakiti hatinya.
Bayangkan, bagaimana kalau Anda berada di posisi kakak. Jika ada persyaratan yang perlu dipenuhi, tunjukkan pada kakak bahwa keikhlasannya untuk turut merestui pernikahan adalah yang terpenting bagi Anda. Semoga ini bisa mencairkan hatinya.
Sedangkan menurut psikolog Monty Satiadarma, dalam kehidupan bermasyarakat dan berkeluarga tentu ada kaidah dan kesepakatan sosial yang layak dipertimbangkan, walau tak senantiasa harus sepenuhnya ditaati. Kepedulian sosial merupakan suatu hal yang perlu dipertimbangkan atas landasan etika nurani, akan tetapi adakalanya pengambilan keputusan harus tetap dilakukan guna melangkah ke jenjang kehidupan berikutnya.
Nglangkahi merupakan salah satu tradisi Timur, khususnya di Indonesia, yang dilandasi oleh sikap hormat kepada orang yang lebih tua. Tetapi, penghormatan ini juga layak ditanggapi dalam bentuk penghargaan dari pihak yang lebih tua kepada yang lebih muda, karena tiap individu memiliki hak memilih dan menentukan jalan hidup dan tanggung jawab masing-masing.
Layak kiranya Anda minta persetujuan dari kakak untuk ‘melangkahi’, tapi tidak layak jika kemudian Anda menyerahkan keputusan hidup Anda di tangan kakak. Layaklah Anda menaruh respek kepada kakak dan mencintainya, tetapi bukan berarti Anda harus sepenuhnya menggantungkan keputusan di tangan orang lain. Anda tentu tak berniat menyakiti hati orang yang Anda cintai, tetapi jika Anda harus mengambil keputusan demi kehidupan Anda sendiri di masa depan, langkah itu tetap harus ditempuh. Adakalanya kita tidak bisa mengambil keputusan guna menyenangkan hati orang lain semata-mata, namun dengan demikian kita justru akan menyangkal diri kita sendiri.(f)




