Health & Diet
Komposisi Ideal Sarapan

14 Aug 2013



Jika selera Anda adalah hidangan khas tanah air, mungkin perlu sedikit kejelian untuk memilih yang sehat. Sebab, makanan yang mudah ditemui di sekitar kita cenderung berat, bersantan, manis, berminyak, dan berkalori tinggi.

Komposisi Ideal
Sarapan ideal menurut dr. Grace Judio- Kahl, M.Sc, MH, CHt, dari Shape Indonesia.  adalah yang ringan-ringan saja, sesuai tingkat lapar. “Yang terpenting di dalam sarapan itu terkandung karbohidrat yang tahan sampai siang, seperti nasi merah atau ubi ketela. Protein juga diperlukan untuk memberi rasa kenyang,” sarannya. Agar tak menggemukkan, tentu saja porsinya harus tetap diperhatikan.

Bagaimana dengan sarapan ala jajanan Indonesia? Makanan Indonesia yang baik untuk sarapan, menurut  Wied Harry Apriadji, penulis buku dan pakar kuliner sehat, adalah yang tidak dominan pati, protein hewani, dan lemak. Kombinasi demikian menurutnya sulit dicerna, sehingga mengakibatkan pengurasan energi.  Hasilnya? Kita kenyang, tapi tidak berenergi. Inti sarapan sehat dan melangsingkan adalah mengenyangkan dan sarat gizi, tapi tidak padat kalori dan tidak sulit dicerna.

Syarat lain sarapan sehat dan melangsingkan, menurut Wied, adalah terbuat dari bahan alami. Food additives sintetis yang banyak ditambahkan ke dalam makanan kemasan justru menjadi ranjau penangkap lemak, sehingga membuat timbunan lemak tubuh mudah bertambah. “Sebab, tubuh kita punya mekanisme alami membentuk jaringan lemak baru untuk ‘menangkap’ jumlah toksin jika jumlah toksin yang beredar dalam tubuh kita sudah melampaui batas toleransi,” katanya. Menurutnya, jika toksin-toksin berlebihan ini tidak ‘diikat’ oleh lemak, akan mengganggu fungsi organ-organ tubuh serta memicu kegemukan.

Dengan syarat sederhana tadi, sebetulnya Anda masih bisa menemukan sarapan sehat  di pasaran. Bahkan, jika Anda ingin melakukan wisata kuliner, Anda masih bisa menikmati sarapan daerah lokal yang sehat dan tak menggemukkan.

Nuri Fajriati



 

polling
Pilkada 2017

Pilkada 2017 akan digelar serentak pada tanggal 15 Februari di 101 daerah, 7 provinsi, 18 kota dan 76 kabupaten. Sebelum memberikan suara, yuk, isi polling berikut.

Kota tempat tinggal:
Gender:
Usia:
Pekerjaan:
Pendidikan terakhir:
Dalam setahun terakhir apakah Anda pernah melihat, menonton atau mendengar kampanye calon yang akan ikut pemilihan Kepala Daerah:
Melalui Media kampanye apa yang paling menarik untuk Anda lihat, tonton atau dengar mengenai pemilihan calon pemimpin daerah ( boleh pilih lebih dari satu jawaban):
Pertimbangan apa saja yang membuat Anda memilih seorang calon pemimpin daerah ( boleh pilih lebih dari satu jawaban):
Kriteria figur seperti apa yang menjadi pertimbangan Anda untuk memilih seorang calon pemimpin daerah: (boleh pilih lebih dari satu jawaban) :
Secara umum apa yang Anda harapkan dari kinerja calon yang Anda pilih (boleh pilih lebih dari satu jawaban):
Seberapa besar antusiasme menghadapi PILKADA Feb 2017
Apakah Anda akan menggunakan hak suara Anda dalam PILKADA 2017