Ngaku, deh, berapa banyak dari kita yang tiap kali sakit, langsung minum obat antibiotik? Badan panas dingin karena flu, belum yakin sembuh bila belum minum antobiotik. Padahal, banyak penelitian terhadap penyakit influenza menunjukkan, tidak ada bedanya antara pasien yang mengonsumsi antibiotik dan yang tidak. Sama-sama akan sembuh.Justru, mereka yang menggunakan antibiotik secara tidak rasional malah berpotensi mengidap penyakit baru, dan dalam jangka panjang, kuman di tubuhnya akan resisten terhadap antibiotik. Kondisi inilah yang membuat kuman resisten (superbug) makin mengancam.
Jadi, sebelum memutuskan menebus antibiotik, Anda perlu mengetahui beberapa fakta tentang antiobiotik dengan panduan dari dr. Zunilda Djanun, Spfk dari Departemen Farmakologi & Therapeutic FKUI.
8. Antibiotik tidak dapat dibeli bebas, harus dengan resep dokter. Sebab, dokterlah yang mampu memperkirakan letak infeksi, dan seberapa berat kadar infeksi tersebut.
9. Tidak seperti obat demam yang berhenti diminum ketika demam usai, antibiotik harus dihabiskan, bahkan ketika penyakit dirasa sudah membaik. Sejak awal pemberian, dokter sudah menakar kebutuhan untuk penyembuhan penyakit. Jadi, rumor yang mengatakan bahwa sekarang ada antibiotik yang boleh tidak dihabiskan, itu tidak benar.
10. Sebaiknya tidak mengonsumsi obat sisa resep sebelumnya. Ada kecenderungan, masyarakat masih mengonsumsi sisa obat untuk diminum lagi ketika mengalami penyakit yang sama. Padahal, kualitas obatnya sudah tidak bisa dijamin lagi.
11. Antibiotik bisa menyebabkan gangguan alergi pada tubuh seseorang karena tubuh memang memiliki sifat bereaksi terhadap zat tertentu. Gangguan alergi terhadap antibiotik (atau jenis obat tertentu) tidak dapat dicegah dan tidak dapat hilang. Jadi, cara paling tepat adalah menghindarinya. Biasakan mencatat jenis antibiotik yang diresepkan oleh dokter, jika sewaktu-waktu Anda bereaksi mengalami alergi. Anda bisa menghindari pemberian obat yang sama di kemudian hari.
12. Terlalu banyak mengonsumsi antibiotik dalam jangka panjang dapat menimbulkan penyakit baru. Kasus terbanyak adalah diare. Penyebabnya adalah terganggunya saluran cerna karena keseimbangan kuman (antara kuman baik dan kuman jahat) terganggu. Biarkan kuman tumbuh seimbang dan saling mengendalikan. Kuman A tidak bisa tumbuh berlebihan, kuman B pun demikian.
13. Sebelum ditemukan penisilin (antibiotik), setiap orang yang sakit akibat infeksi kuman, meninggal dunia. Penisilin ditemukan pada tahun 1927 oleh Alexander Flemming, dan kemudian mulai digunakan pada tahun 1940-an. Flemming sendiri pernah mengatakan,”Obat ini tak akan ada artinya lagi, jika digunakan sembarangan.”
14. Penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat menyebutkan, rata-rata pasien menghabiskan 40% biaya resep yang tidak perlu untuk membeli antibiotik.
Prillia Herawati
Baca juga:
Fakta Seputar Antibiotik (Bagian I)


