Kepopuleran gastronomi molekular sebagai warna baru di dunia kuliner Indonesia belum pudar. Mengiringi tren molecular dining, kini hadir LIN Artisan Ice Cream di Indonesia sebagai pembuat es krim pertama yang menggunakan bahan nitrogen cair. “Dipastikan es krim ini aman, karena nitrogen cair yang digunakan sudah sepenuhnya menguap,” ujar Astrid, pemilik LIN Artisan Ice Cream, yang menguasai teknik pembuatan es krim ini setelah berguru di Singapura. Resep gelato dan sorbet ia dapat dari gelato spesialist Italia yang telah menjalankan bisnis gelato selama 4 generasi.
Diproduksi secara personal, seporsi es krim dibuat mendadak saat pesanan tiba. Pengocokan adonan es krim yang tidak terlalu lama membuat teksturnya sedikit lebih padat. Proses pembekuan hingga -19o C dalam waktu singkat ternyata menghasilkan tekstur es krim yang superlembut. Terasa saat mencoba Smiley Baileys.
Tak hanya terbuai dengan kelembutannya, racikan krim, gula, dan baileys (minuman alkohol beraroma kakao) yang pas menimbulkan sensasi ‘melayang’ saat sendokan pertama mendarat di lidah. Terasa gurih susu, namun ada sedikit sentuhan pahit alkohol yang tidak begitu menohok.
Bila Smiley Baileys menjadi favorit di kalangan kaum muda, Banana Sorbet lebih disukai kelompok yang lebih berumur. Walau tidak menggunakan krim sebagai campurannya, sorbet yang satu ini tetap memiliki tekstur creamy berkat legitnya pisang asli yang digunakan.
Bahan baku buah asli selalu menjadi andalan di kedai ini, seperti pada sorbet lemon dan stoberi yang supersegar. Tanpa bahan pengawet dan gula sintetis, sehingga tidak ada after taste pahit yang biasanya hadir pada es krim produksi massal. Karenanya, Astrid menyarankan untuk menikmati LIN Ice Cream sesaat setelah es krim ini dibuat.
Lokasi: Jl. Taman Kemang 1 No.6, Kemang, Jakarta Selatan. Telp: (021) 71794393. Jam buka: 11.00-23.00 WIB. Harga*): Rp36.000–Rp69.000 (belum termasuk pajak 15%). Suasana: Raw modern.
*)Harga dapat berubah sewaktu-waktu. Cek sebelum bersantap.
ISYANA ATININGMAS, FOTO: EF, KIR.


