Banyak pekerja profesional yang mudah tergoda dengan ‘angin surga’ yang dijanjikan oleh sebuah perusahaan ketika dibajak, atau diajak teman ikut pindah ke kantornya yang baru. Sering, mereka menerima tawaran dengan mudah tanpa memikirkan dan mempertimbangkan banyak hal. Memang, dibajak dapat menjadi jalan pintas untuk melesatkan karier Anda. Namun, agar tidak kecewa, sama seperti memilih jodoh, ada bibit, bebet, dan bobot perusahaan yang perlu Anda pertimbangkan sebelum menerima ‘pinangan’.Menurut Bernadette Themas, konsultan karier dari Kelly Services Indonesia, masalah kerap timbul karena tidak adanya keterbukaan dan kesepakatan yang memiliki kekuatan hukum saat melakukan negosiasi. “Selain gaji dan batasan peran, tugas dan tanggung jawab juga harus disepakati dan dituangkan dalam surat perjanjian yang ditandatangani bersama. Jangan mudah tergiur oleh gaji, bonus, dan fasilitas yang dijanjikan,” katanya.
Terlalu cepat dan gegabah mengambil keputusan memang dapat berujung pada kekecewaan. Karena itu, sebelum menerima tawaran kerja dari sebuah perusahaan, penting bagi pekerja untuk melakukan observasi terlebih dahulu. “Cari tahu latar belakang perusahaan dan pemberi kerja, manajemen, serta struktur organisasi perusahaan. Dengan begitu, Anda juga dapat mengetahui stabilitas keuangan dan profesionalisme manajemen perusahaan yang menawari Anda pekerjaan,” saran Bernadette. (f)


