Pada dasarnya, kandungan nutrisi dan gizi pada daging kambing dan daging sapi sama saja. Masalahnya, secara lingkungan kambing itu tahan kering, sehingga kandungan air pada daging kambing lebih rendah. Karena kandungan airnya lebih rendah dan memiliki lemak kolesterol, maka dengan berat yang sama, kolesterol daging kambing jauh lebih tinggi dibanding daging sapi. Daging kambing juga sering dituduh sebagai pencetus darah tinggi dan stroke. Padahal, daging kambing mempunyai kandungan lemak jenuh yang hampir sama dengan daging berwarna merah lainnya, seperti daging sapi dan daging kerbau.
Sapi lebih bisa dikonsumsi dalam jumlah yang sedikit lebih banyak daripada kambing. “Kalau ingin mengonsumsi daging kambing, pakailah kearifan lokal. Selalu ada penyerta dalam tiap hidangan daging kambing, yang berisi bawang mentah, mentimun, tomat, dan kol,” saran
pakar gizi dan ahli makanan sehat alami, Wied Harry Apriadji,.
Sayang, biasanya --dengan alasan tidak suka-- kita malah tidak mengonsumsi makanan penyerta itu. Padahal, bawang merah mentah dan mentimun mempunyai khasiat hipolipidemik, yang berarti mampu mengendalikan kadar lemak darah ketika kita mengonsumsi daging kambing.(f)


