Celebrity
Cristiano Ronaldo Beyond The Limit

25 Nov 2015


Seolah tak mau kalah dengan James Bond, dengan tuxedo hitam dan dasi kupu-kupu serta rambut  klimis yang menjadi ciri khasnya, Ronaldo datang ke London dari Madrid dan menjadi tokoh utama keramaian di Leicester Square, 9 November malam lalu. Didampingi ibundanya, Maria Dolores, dan anak  laki-lakinya yang berumur 5 tahun, Cristiano Ronaldo Jr, wajah CR7, julukannya (CR, dari inisial namanya, 7 adalah nomor punggungnya), terlihat semringah dan penuh tawa. Jauh berbeda dari wajah angkuh yang kerap ia tampilkan saat di  lapangan, lebih-lebih setelah ia menjebol gawang lawan.

Malam itu, acara premier film dokumenter Ronaldo juga menjadi ajang reuni para nama besar di industri sepak bola. Terlihat Sir Alex Ferguson, mantan pelatih Manchester United (MU), yang juga tokoh kunci di balik awal kesuksesan CR7. Di karpet merah, Ronaldo memeluk  hangat dan penuh hormat mantan pelatihnya ini. Terlihat pula mantan rekan satu tim CR7 di MU, Gary Neville dan Louis Saha. Jose Mourinho, yang sempat menjadi pelatih Ronaldo di Real Madrid, klub tempatnya bernaung saat ini, juga hadir.
   
Sang bintang dengan sukarela melayani  ajakan selfie dari para pengagumnya yang tampaknya tak  mau menyia-nyiakan  kesempatan untuk ikut berbahagia di hari bersejarah CR7. Saat mulai  berkarier dengan Sporting Lisbon tahun 2002 hingga  pertengahan Oktober 2015, ia telah mengoleksi 504 gol.  Ronaldo sendirilah yang mengundang mereka lewat akun Twitter: “If you’re in London come down to Leicester Square at 5pm this evening and say Hi! #ronaldofilm.” Tak lupa dia juga mengunggah foto venue acara.
   
Lewat film yang syutingnya mengikuti kegiatan harian CR7 selama 14 bulan, publik akan melihat perjalanan hidup Ronaldo, seorang  anak dari keluarga miskin di Madeira, Portugal, menjadi bintang dunia. Bukan hanya dari sisi karier, tapi juga memotret Ronaldo sebagai manusia. Lewat berbagai kesedihan, juga kehangatan yang ia tebar untuk keluarga dan orang-orang terkasihnya,

Hati kita akan ikut hangat  melihatnya  bercanda dan mengobrol dengan anak laki-lakinya yang lahir dari wanita yang disembunyikan identitasnya ini. “Saya ingin anak saya mengenal saya secara personal, dari hati ke hati,” katanya. Ia tak ingin sejarah hidupnya berulang kepada si junior.

“Saya tidak pernah kenal siapa ayah saya secara mendalam. Kami tidak pernah memiliki kesempatan untuk bercakap-cakap mengenai banyak hal,” katanya. Sang ayah, almarhum Jose Aveiro, adalah pria yang tak pernah lepas dari alkohol.

CR7 juga  membuka  fakta bahwa  apa  yang ia raih saat ini adalah buah manis dari semua pengorbanan yang telah ia dan  keluarganya (terutama ibunya) lakukan. “Di usianya yang ke-12, saya merelakan dia pergi ke Lisabon. Saya merasa seperti membuangnya,” tutur Dolores, sambil berurai air mata. Namun, bersuamikan pemabuk, apa daya Dolores untuk bisa mempertahankan anak laki-lakinya tetap di Madeira, sebuah kawasan bagian barat Portugal, sementara ada tawaran dari klub Sporting Lisbon yang menjanjikan masa depan lebih cerah?

“Kakak-kakak perempuan saya menangis tersedu-sedu di hari saya meninggalkan kampung halaman,” imbuh Ronaldo. Waktu itu pula, di buku karya Luca Caioli, Ronaldo: The Obsession for Perfection, ia mengaku untuk pertama kalinya naik pesawat, untuk menjalani tes penerimaan masuk ke klub yang menjadi pujaan ibunya. Meskipun, kalau boleh memilih, Ronaldo sebetulnya ingin mendaftar ke Benfica, klub yang menjadi idola ayah dan saudara laki-lakinya.

Air mata Dolores tak sia-sia. Putra yang tak lagi bisa ia dekap di dadanya yang hangat itu menorehkan prestasi yang luar biasa. Kinerjanya yang memuaskan di Sporting Lisbon memikat Sir Alex Ferguson untuk membawanya  ke Kota Manchester, Inggris. Pada tahun 2003, Ronaldo yang saat itu berusia 18 tahun pun menjadi tambang uang bagi Sporting, diboyong MU dengan harga transfer sebesar Rp178,9 miliar. (f)



 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?