Penasaran ingin tahu kecocokan karakter dengan pasangan? Ada tes Myers-Briggs Type Indicator (MBTI) yang biasa digunakan untuk mengetahui kepribadian seseorang. Test MBTI yang dikembangkan oleh Katharine Cook Briggs dan putrinya, Isabel Briggs Myers, merupakan metode pengukuran berbentuk kuesioner untuk menganalisis kepribadian seseorang, khususnya untuk memahami bagaimana seseorang menilai sesuatu dan membuat keputusan.
MBTI yang memiliki 16 tipe kepribadian ini tak hanya digunakan untuk melihat karakter seseorang. Lebih dari itu, dengan mengetahui karakter kepribadian diri sendiri dan pasangan, tentu kita dapat lebih memahami kelebihan sekaligus kelemahan yang dimiliki. Dengan begitu, tes ini dapat membantu pasangan untuk memperbaiki hubungan dan cara pandang.
Tes MBTI dapat menganalisis karakter asli seseorang. Namun, kecocokan berdasarkan tes dan kuis bukanlah penentu suatu pasangan ideal atau tidak. Drs. Lita Gading, M.Soc.Sc., Mp.Psi, mengingatkan, persamaan tidak menjamin pria dan wanita merasa cocok satu sama lain, dan kebalikannya, karakter yang berbeda sekali juga belum tentu tidak cocok.
“Agar tetap utuh, sebuah hubungan harus dijaga oleh tiap pasangan. Menjaga suatu hubungan tentu harus diimbangi dengan karakter yang berbeda dari tiap pasangan. Saling mengisi dalam suatu hubungan agar hubungan juga lebih dinamis dan tidak membosankan,” jelasnya.
Lita menambahkan, tiap individu memiliki karakter asli yang tidak bisa berubah. Namun, yang dapat mengubah seseorang adalah cara berpikirnya yang sejalan dengan pola asuh, intelektualitas, serta pengalamannya. Karakter akan tetap seperti apa adanya, namun kedewasaan dan kematangan emosional yang mampu mengubah pola pikir sejalan dengan kondisi dan situasi yang dihadapi. “Tidak ada karakter yang tidak cocok, semua cocok. Hanya, pertanyaannya, mau atau tidak tiap individu mencocokkan diri mereka dengan pasangannya,” Lita menekankan.
Ketidakcocokan karakter bisa terjadi pada tiap tipe kepribadian dan pasangannya. Namun, Lita menjelaskan, untuk menghadapi konflik dan ketidakcocokan ini memang dibutuhkan kerja sama dari kedua belah pihak. Pasangan harus introspeksi bersama dan membicarakannya untuk mencari solusi.
Namun, untuk karakter yang bisa dibilang tidak cocok, effort untuk berkompromi akan lebih besar karena akan ada benturan dengan karakter aslinya. Ini bisa menjadi pertimbangan tiap individu untuk melanjutkan hubungannya ke tahap yang lebih serius. (f)


