Celebrity
Britney Spears: Terkenal, Tapi Tak Punya Hak Atas Dirinya Sendiri

3 Jul 2013

Awal 2007, publik dikejutkan oleh foto Britney Spears (31) yang berkepala botak. Foto tersebut diambil saat Britney keluar dari salon kecantikan, usai memangkas habis rambutnya. “Ibu saya akan marah sekali,” ujarnya saat itu.

Sebagai ikon pop tahun 1990-an dengan album yang berhasil terjual ratusan juta kopi dan beragam penghargaan, mulai dari enam MTV Video Music Awards (termasuk Lifetime Achievement Award), satu Grammy Award, sembilan Billboard Music Awards, hingga namanya terpampang di Hollywood Walk of Fame, ia selalu hidup di bawah spotlight dan sorotan kamera paparazzi. Namanya adalah mantra dan mimpi jutaan remaja di seluruh dunia. Tapi, penyanyi yang mengawali kariernya sebagai penyanyi cilik di Mickey Mouse Club ini juga penuh kontroversi dan hidup di bawah bayang-bayang depresi.

Di usia 18 tahun, ia muncul di cover majalah musik Rolling Stone, mengenakan kemeja yang tak dikancing sehingga mengekspos bra yang dikenakannya serta hot pants. American Family Association mengancam akan memboikot toko-toko yang menjual album Britney. “Saya melakukannya karena lelah selalu dibandingkan dengan Debbie Gibson dan muak dengan predikat bubblegum pop star,” cetus Britney.  

Semua yang dilakukannya memang selalu mengundang berita. Namun, puncak dari permasalahannya adalah ketika ia bercerai dari Kevin Federline dan tidak mendapat hak asuh atas kedua anaknya, Sean Preston dan Jayden James. Setelah bercerai, Spears sering terlihat di night club, bergaul bersama sosialita dan selebritas Hollywood seperti Paris Hilton. Bahkan, ia juga dikabarkan beberapa kali masuk pusat rehabilitasi.
   
Meski berusaha bersikap normal, masalah itu berpengaruh terhadap penampilannya di MTV Music Award yang dinilai sebagai bencana. Hidupnya  makin kacau. Tak lama setelah itu, dia didakwa atas tabrak lari di area parkir.
   
Hingga suatu hari, Britney mengunci dirinya bersama Jayden di dalam kamar, menolak untuk mengembalikan Jayden kepada Kevin. Polisi pun turun tangan ‘memaksanya’ keluar dan membawanya ke Cedars-Sinai Medical Center karena curiga Britney mengalami gangguan kejiwaan. Akhirnya, pengadilan pun menangguhkan hak Britney untuk bertemu anak-anaknya.

 Beberapa minggu kemudian, Britney kembali dirawat di rumah sakit untuk evaluasi kejiwaan lanjutan. Rumor mengatakan bahwa ia menderita gangguan bipolar. Belum ada konfirmasi mengenai hal itu. Tapi, ibunda Britney, Lynne, dalam memoar Through the Storm mengatakan bahwa ia merasa Britney mengalami depresi postpartum.

Selama di rumah sakit, Britney harus mengalami masalah lain. Orang tuanya, adiknya, Jamie Spears,   Lynne, dan manajernya, Sam Lufti, memperebutkan ‘hak asuh’ atas dirinya. Orang tuanya merasa, Lufti merupakan pengaruh buruk bagi putri mereka dan berusaha mengontrol hidupnya. Saking seriusnya, ayahnya sampai mengajukan gugatan ke pengadilan dan akhirny memperoleh hak wali atas urusan pribadi, kesehatan, dan profesional Britney.

Namun, hal itu tidak membuat Britney senang. Radar Online menyebutkan, tahun  2012 Britney sempat menghubungi hakim Reva Goetz yang memberikan hak perwalian itu kepada ayahnya, untuk meminta agar hak itu dicabut. Britney merasa, seharusnya ia jadi satu-satunya orang yang punya hak untuk mengelola kontrak kerja senilai 15 juta dolar miliknya.

Sayangnya, dokter yang menangani Britney merasa bahwa dia belum siap untuk benar-benar mandiri. Akhirnya, Britney mencari jalan tengah dengan meminta hakim menunjuk Jason Trawick, tunangannya sejak tahun 2011, sebagai wakil wali.

Terlepas dari masalah itu, Britney kembali menunjukkan eksistensinya di industri musik. Semenjak perawatan terakhir pada tahun 2008, kondisi mentalnya mulai pulih dan ia terlihat lebih tenang. Bahkan, lagu Piece of Me dari album Circus yang dirilisnya tahun 2008 berhasil menyabet tiga penghargaan MTV Music Award. Album Femme Fatale yang dirilir tahun 2011 berhasil merajai puncak tangga lagu dan masuk dalam enam album terlaris.
   
Ia juga mendapat tantangan baru, menjadi juri kompetisi menyanyi garapan Simon Cowell, X Factor, sejak tahun 2012. Bahkan, Simon yang kritis pun memujinya. “Dia melakukan tugasnya dengan sangat serius. Dan yang mengejutkan, ternyata dia cukup kejam,” ujar Simon kepada majalah People. Tapi, kepada Ellen Degeneres di The Ellen Show, Britney mengatakan bahwa ia menggunakan kritik yang membangun kepada para kontestan.

Hubungannya dengan mantan suami dan kedua anaknya pun membaik. Bahkan, Kevin beberapa kali mengajak Sean dan Jayden mengunjungi Britney saat promo tour album Circus agar wanita itu bisa menghabiskan waktu bersama anak-anaknya. “Saya sekarang lebih senang tinggal di rumah, bersantai di tempat tidur sambil menonton Dancing with the Stars atau membaca novel Danielle Steel. Rasanya, saya sudah bosan dengan kehidupan saya yang lama,” ungkapnya, kepada majalah Glamour. Tampaknya, ia telah berhasil mengatasi masalah gangguan mental akibat depresi yang melandanya.



 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?