Pesta pernikahan hanyalah upacara awal untuk melangsungkan hidup bersama. Jika Anda makin tidak bisa menerima sikap kekasih yang tiba-tiba minta break sesaat hanya 6 bulan sebelum hari pernikahan, lebih baik membicarakan kembali rencana pernikahan tersebut. Di satu sisi, Anda harus introspeksi untuk mengendalikan emosi dan belajar menerima kebiasaan-kebiasaannya.
Jangan terlalu cepat menyimpulkan bahwa calon suami makin kurang memperhatikan Anda. Bisa jadi karena tekanan Anda dalam menyiapkan pesta pernikahan membuat Anda merasa butuh perhatian dan waktu lebih darinya. "Sempatkan waktu lebih banyak untuk berbicara secara pribadi dengannya. Usahakan agar waktu pertemuan itu tidak digunakan untuk ajang perdebatan dan adu argumentasi," saran psikolog Monty Satiadarma.
Sebaiknya, Anda mencari solusi untuk memperbaiki hubungan dan bukannya menggali kekurangan dirinya. Anda berdua justru seharusnya berupaya untuk menemukan kelebihan satu sama lain. Jadikan kelebihan ini sebagai bahan untuk mengisi kekurangan. Mudah-mudahan seluruh usaha Anda akan memberi hasil yang lebih baik. (f)


