Travel
Berburu Kuliner Halal Negeri Formosa

14 Aug 2015

Atas undangan Air Asia X dan Taiwan Tourism Bureau, Redaksi Boga femina, Abdul Syukur, selama 5 hari mengunjungi tempat wisata terbaik negeri Taiwan sambil  mengulik kuliner halal nan lezat.

Asia Timur umumnya bukan destinasi terfavorit bagi para traveler muslim. Pasalnya, biasanya perlu usaha ekstra untuk mendapatkan makanan halal di negara-negara seperti Tiongkok, Jepang, atau Korea Selatan. Namun, ketika berkunjung ke Taiwan, saya justru menemukan banyak restoran muslim friendly dan bersertifikat halal yang tersebar di Kota Taipei. Kunjungan saya ke negeri di Asia Timur yang berjuluk Formosa (pulau yang indah, dalam bahasa Portugis) ini pun dipenuhi agenda makan-makan dan memborong oleh-oleh makanan untuk dibawa pulang.

Kue Nastar Legit
Sebagai perhentian pertama, Vigor Kobo-Pineapple Cake Dream Factory begitu berkesan buat saya. Memasuki area pintu masuk pabrik, saya merasa seperti memasuki auditorium dengan wall screen canggih yang sedang mempertunjukkan keindahan perkebunan nanas melimpah di Taiwan. Ya, tempat ini memang tempat produksi bermacam variasi kue nastar ala Taiwan.
Saya pun belajar mengenal bahan dasar dan ikut mencetak langsung adonan kue tersebut. Sambil menunggu kue dipanggang dalam oven, saya diajak berkeliling pabrik sambil mendengarkan sejarah singkat dari pabrik yang dibangun tahun 1992 dan memiliki sertifikat halal itu. Di sana terdapat daftar menu berbahasa Indonesia. Bisa memilih kue dan boks berbentuk unik seperti bentuk Pulau Taiwan berukuran ± 30 cm. Charcoal Pineapple Cake adalah rasa yang paling difavoritkan.
Tak lama kemudian, harumnya kue yang sudah matang di panggangan pun memenuhi ruangan. Hmm… saya jadi tergoda untuk membeli beberapa boks untuk dibawa pulang.

Alamat: No.87, Sec. 1, Chengtai Rd., Wugu District, New Taipei City.
Situs: www.taiwan-vigor.com.tw,  tel:+886-2-2291-9122



Side Dish Tradisional
Walau cuaca sedikit gerimis dan angin cukup kencang, saya berlanjut menuju distrik Shilin untuk bersantap siang di restoran Silk Palace, salah satu casual, traditional fastfood Taiwan. Lokasinya tepat di depan National Palace Museum. Di sini memang tidak terpampang jelas logo halal, namun tempat ini adalah salah satu restoran halal dan vegetarian yang sering direkomendasikan.
Saya memesan satu set sajian lunch yang terdiri dari salad, nasi putih, ayam fillet goreng tepung,  dan 3 jenis side dish lokal dengan rasa istimewa, yaitu telur rebus dan tahu berwarna cokelat pekat mirip pindang yang legit, serta acar rumput laut yang kenyal. Sebagai sajian penutup, kembang tahu berkuah manis pun jadi pilihan.

Alamat: No.221, Sec. 2, Zhishan Rd., Shilin District. Jam buka 11.30-14.00, buka kembali 14.00-21.30 waktu setempat.
Situs: www.silkspalace.com.tw, tel:+886-2-2882-9393


Breakfast Hotel Mewah
Terlelap tidur hingga bangun untuk makan pagi di The Square, restoran di Hotel Novotel. Udara dingin Taipei membuat saya memilih hot rice milk, sejenis susu kacang kedelai, namun terbuat dari beras merah bertekstur kental dengan rasa  gurih dan manis. Semangkuk besar susu ini sudah cukup mengenyangkan, apalagi kalau ditambah salad dan roti panggang.
Di tengah kota, The Regent Taipei adalah tujuan saya untuk beristirahat setelah berkeliling seharian. Di Brasserie, restoran buffet-nya, hotel ini memang tidak menyediakan sajian khusus untuk tamu muslim. Namun, kita dapat bertanya kepada pramusaji  tentang sajian yang halal. Saya memilih baked bean, mashed potato, roasted chicken, dan salad racikan sendiri.
Ada satu hal yang menarik di hotel berbintang ini. Tidak terdapat tanda petunjuk arah kiblat di langit-langit kamar. Yang ada adalah sehelai kain putih polos mirip napkin berukuran dua kali lipat yang dibentangkan ke arah kiblat.

Alamat: Novotel Taipei, No.1-1, Hangzhan S. Rd., Dayuan District, Taoyuan City
Situs: www.novoteltaipeiairport.com, tel: +886-3-3980888

Alamat: The Regent Taipei, No. 3, Ln. 39, Sec. 2 ZhongShan N. Rd.Taipei City.
Situs:www.regenthotels.com, tel: +886-2-2523-8000

Sajian 3 Benua
Di malam hari, sebelum menikmati indahnya Kota Taipei dalam pijaran lampu, saya menyempatkan makan malam di Kunming Islamic Restaurant. Ini adalah restoran yang dikelola Yacoob Mah, seorang muslim Myanmar yang telah lama menetap di sana bersama keluarganya.
Di restoran ini, hadir beragam sajian yang kaya rasa. Bukan hanya cita rasa Yunnan dari dapur Asia, tapi sajian India hingga Timur Tengah juga tersedia. Saya pun menyantap chicken curry, omelette, tom yam soup, fried fish with spicy sauce, dan tumis kangkung! Ditutup dengan  Indian milk tea hangat. Rasanya begitu nikmat.

Alamat: No. 26, Lane 81, Fu Xing N. Rd., Zhongshan District,Taipei City.
Jam buka weekdays 11.30 – 21.30, weekends dan hari libur setempat hanya buka pukul 17.30 – 21.30.


Hidangan Eksotis Maroko
Kehangatan harira soup yang tersaji bersama pita bread dan tomato cheese kofta (bola-bola daging sapi dengan bumbu khas Maroko dan keju leleh) berdamping dengan saffron rice menjadi santap siang yang pas kala hujan siang itu. Menu lainnya juga terhidang lezat di Tajin Maroccan Cuisene & Tea ini. Meski asli Maroko,  racikan rempah khas di restoran ini tidak   terlalu dominan dan menyesuaikan lidah lokal.
Suasana restorannya juga sangat nyaman, dinding dilukis pemandangan gurun pasir ditambah pernak-pernik dan hiasan yang membuat saya seakan berada di kafe-kafe tepi jalan di Kota Marrakesh. Secangkir Moroccan mint tea hangat dan kurma berisi walnut serta almond  menemani saya bersantai sejenak.

Alamat: 1 F., No 3, Ln.144, Sec.2, Keelung Rd., Da’an District.
Situs: Tajin-Moroccan-Cuisine (Facebook)


Sensasi Jus Peria Putih
Saya tiba di Shilin Night Market pukul 6 sore waktu setempat. Saya datang lebih awal, karena biasanya wisatawan berkunjung malam hari. Maklum, pasar yang banyak menjajakan street food khas Taiwan ini mulai ramai pukul 8 malam. Di banyak gang dan jalan-jalan kecil yang saya lalui, beberapa toko pakaian mirip distro dan kafe masih belum buka. Karena tidak ada informasi tentang kehalalan jajanan kaki lima, wisatawan muslim sebaiknya lebih teliti saat membeli.
Ada untungnya juga saya masih bisa santai berjalan tanpa harus berdesak-desakan. Selain mencoba rasa autentik dari lezatnya ayam goreng Shilin yang tenarnya hingga ke tanah air, saya juga menikmati jus peria putih. Potongan dari satu buah peria putih besar, sedikit potongan nanas, sirop gula pasir, dan es batu diproses dalam blender bersamaan. Rasa segar dan pahitnya terasa asing di lidah saya. Namun, inilah sensasinya!

Alamat: Taipei’s Shilin District, sekitar 70 meter dari MRT Jiantan Station dan di antara Dadong Rd, Danan Rd, Wenlin Rd, dan Jihe Rd.
Situs: www.shilin-night-market.com


Thai Seafood Sedap
Sajian khas Thailand di Yunus Halal Restaurant memanjakan lidah saya saat mengisi perut di malam hari. Mereka memiliki rasa yang berani dan pilihan yang bervariasi, mulai dari cumi tumis mangga, tom yam, ikan asam manis, hingga bubur ketan hitam ala Thailand. Tak heran bila banyak wisatawan muslim bertandang ke restoran ini. Lokasinya berada di kawasan kuliner Kota Taiwan dan diapit oleh restoran halal dan lokal lainnya.

Alamat: No 36, Beining Rd., Songshan District.
Telp: +886-2-2579-0528
Musholla juga disediakan di lantai dua.


Santapan di Atas ‘Feri’
Saya bertualang menggunakan High Speed Train menuju Kota Kaohsiung. Kereta dengan kemajuan teknologi yang mengantarkan saya dari Kota Taipei ke Kota Zuoying hanya dalam waktu dua jam. Jika menggunakan kendaraan seperti mobil atau bus, jarak tempuh menghabiskan waktu 5 jam. Efisien! Dari  Stasiun Zuoying saya lanjut menggunakan bus menuju Love River di pusat Kota Kaohsiung, yaitu sebuah kanal lengkap dengan taman cantik yang dibangun pemerintah setempat. Selain berjalan kaki, wisatawan dapat menyewa sepeda dan feri kecil untuk mengelilingi sungai itu.
Sayang, saat saya berkunjung, sedang turun hujan disertai angin yang cukup kencang. Saya pun melipir ke Ambassador Hotel, Kaohsiung yang berada tepat di depan kanal untuk beristirahat dan makan siang di Market Café. Sajian internasional yang disuguhkan kafe tersebut sungguh menggugah selera. Suasana nyaman layaknya di dek kapal feri, ditambah pramusaji ramah berseragam pelaut, membuat saya seakan sedang berlayar di kapal.

Alamat: No 202, Ming Sheng 2nd Road, Kaohsiung.
Situs: www.ambassadorhotel.com.tw /KS/ambassador_kaohsiung, tel: +886-7-211-5211
Kafe ini buka untuk lunch pukul 11.30-14.00 waktu setempat.


Menginap di Museum
Sebelum menuju National Museum of Marine Biology & Aquarium (NMMBA) yang berlokasi di sebelah selatan bagian Taiwan, tepatnya di Pingtung, saya mampir ke Masjid Kaohsiung, masjid terbesar di kota itu. Di sekitar masjid terdapat beberapa restoran halal, salah satunya restoran yang menyajikan masakan Indonesia yang berlokasi tepat di luar sebelah kanan pintu masuk. 
Nah, di NMMBA saya mendapat pengalaman seru yang tak terlupakan. Selain mengenal biota dari kerajaan bawah laut mulai zaman purba hingga saat ini, saya berwisata dan bisa menginap di dalam museum itu. Saya kebagian tempat sleepover di ruang Antarctic, tepat di depan akuarium yang berisi puluhan penguin dari 4 jenis spesies penguin dari Antartika.  Karena terlalu dingin, saya pindah tempat dan membawa sleeping bag yang dipinjamkan hotel ke depan pintu masuk ruang Antarctic, bersebelahan dengan area Kelp Forest atau akuarium setinggi 60 meter.
Belum puas bermalam di NMMBA, keesokan paginya saya sudah harus pergi untuk melihat pemandangan laut nan elok dari ujung tebing di Kenting National Park. Di sana, saya makan siang aneka seafood dan menyempatkan untuk pergi ke tempat hiburan termegah, The E-DA Theme Park, untuk makan malam di Hanlin Tea,   restoran yang memopulerkan bubble tea.
 
• National Museum of Marine Biology & Aquarium. No.2, Houwan Rd., Checheng Township, Pingtung County. Situs: www.nmmba.gov.tw/english. (diperlukan reservasi untuk sleepover)
• Biaya NT$ 450/orang dewasa atau NT$ 350/orang dewasa dalam 1 grup. Di museum ini paket sudah termasuk makan malam dan sarapan. Untuk wisatawan muslim akan diberikan sajian vegetarian.
• Kenting National Park. No.596, Kenting Road, Hengchun Township, Pingtung County. Situs: www.ktnp.gov.tw/eng.


Perlu Tahu:

• AirAsia X membuka jalur penerbangan ke Taiwan melalui Denpasar, Bali. Penerbangan dengan 2 armada Airbus A330-300 berkapasitas 377 tempat duduk untuk kelas flatbed dan ekonomi. Karena penerbangan ditempuh selama 6 jam, pilih kelas bisnis flatbed, perjalanan menjadi lebih nyaman! Jangan lupa memesan 3 rekomendasi nasi ini: nasi kuning Manado, nasi goreng Asia dengan satai ayam, atau nasi ayam (hainan). Situs: www.airasia.com.id.
• Taiwan memiliki kurang lebih 62 kafe, restoran, dan hotel yang menyajikan sajian berbasis muslim friendly dan bersertifikat halal. Wisatawan muslim  makin dimanjakan!
• Lima kota besar di Taiwan: Taipei, Zhongli, Taichung, Tainan, dan Kaohsiung memiliki  masjid raya yang berada di pusat kota.
• Untuk info mengenai restoran, hotel, dan tempat umum berbasisi muslim friendly, klik www.cmainroc.org.tw atau www.taiwan.net.tw.
• Di Taiwan, musim panas berlangsung dari awal hingga pertengahan tahun, selebihnya musim hujan. Persiapkan payung, jaket, sandal, dan pakaian yang nyaman.

ABDUL SYUKUR




 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?