
Siapa yang tidak tahu the Kardashians? Saking sensasionalnya, keseharian mereka diangkat ke layar kaca melalui program Keeping Up With the Kardashians. Kenyataannya, keluarga besar selebritas Hollywood ini memang tidak pernah kehabisan stok drama yang selalu membuat orang penasaran. Seperti ketika Bruce Jenner mengungkap jati dirinya yang baru sebagai Caitlyn Jenner yang sempat membuat keluarga mereka guncang.
Keluarga mereka memang sangat unik. Empat anak Bruce dari dua pernikahan sebelumnya dibesarkan oleh pria lain yang menjadi suami dari kedua mantan istrinya. Salah satunya adalah produser musik ternama David Foster yang menjadi ayah bagi putranya, Brandon dan Brad. Bruce, sejak menikahi Kris Jenner, menjadi ayah tiri bagi keempat anak Kris dari pernikahannya bersama Kadarshian. Bersama Kris, Bruce memiliki dua anak perempuan, Kendall Jenner dan Kelly Jenner.
“Saya ingat, Bruce pernah berjanji pada ayah saya untuk mengasuh dan menyayangi kami seperti anak-anaknya sendiri. Dia membacakan kami dongeng sebelum tidur, tidak pernah terlambat saat antar-jemput di sekolah. Dia ayah yang hebat!” ungkap Kim Kardashian dalam sebuah wawancara tentang ayah tirinya itu.
Gambar kekinian keluarga dari layar kaca ini sebenarnya adalah cerminan dari apa yang terjadi di tengah masyarakat. Tidak terkecuali, di Indonesia. Banyak faktor yang bisa menyebabkan kenapa sebuah keluarga tidak bisa disebut ideal. Ideal dalam arti satu ayah, satu ibu, dan anak. Keluarga yang kompleks itu bisa saja, seorang anak yang hanya dibesarkan oleh single mom atau single dad, atau bahkan memiliki lebih dari satu ayah atau ibu, misalnya, karena pernikahan kedua, ketiga, dan seterusnya. Anak yang tumbuh di keluarga poligami, anak yang lahir di luar hasil pernikahan.
Contoh lain, kita sebagai orang tua, membesarkan anak tiri atau anak angkat, menikah dengan pria yang sudah punya mantan-mantan istri, atau berada dalam situasi pernikahan di ujung tanduk.
Ada pula, karena tuntutan ekonomi membuat seorang anak harus dibesarkan oleh kakek-neneknya, sementara kedua orang tuanya harus bekerja. Contoh lain, pernikahan jarak jauh, yang membuat keluarga tidak bisa hidup satu rumah. Realitas tersebut terkadang merupakan sebuah konsekuensi yang tak bisa dihindari. (f)


