“Gejala utama GERD adalah nyeri pada ulu hati atau sensasi terbakar di dada (heart burn). Nyeri dada ini kadang-kadang diikuti dengan mulut pahit karena adanya asam yang naik ke kerongkongan,” jelas Dr. Ari Fahrial Syam, MD.PhD, FACP, dari divisi Gastroenterologi, Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Universitas Indonesia - Rumah Sakit Umum Pusat Cipto Mangunkusumo. Selain itu, biasanya muncul gejala tambahan seperti rasa mual, muntah, batuk, nyeri, sering sendawa, begah, dan cepat merasa kenyang. Gejala-gejala itu kerap membuat kita sebagai awam mengira itu gejala serangan jantung, karena rasa panas di dada, atau maag (gastritis) karena tak nyaman di perut.
Untuk mengatasi GERD, kita perlu tahu apa yang bisa memicu dua faktor utama GERD, yaitu asam lambung yang berlebih dan tidak berfungsinya klep tersebut. “Klep ini berfungsi sebagai pintu otomatis yang akan terbuka ketika makanan atau minuman turun ke perut. Setelah makanan masuk, klep akan otomatis menutup untuk mencegah asam dan makanan yang ada di perut agar tidak naik kembali ke kerongkongan,” ungkap dr. Ari. Berikut ini adalah kondisi yang memicu dua faktor tadi:
- Obesitas sehingga menekan lambung.
- Hamil. Saat hamil, tubuh memproduksi hormon yang memperlambat pencernaan dan melemahkan fungsi klep. Pertumbuhan janin yang makin besar juga dapat menekan lambung dan membuat asam lambung naik ke kerongkongan. Kondisi ini umumnya akan membaik setelah melahirkan.
- Daging dan makanan berlemak yang butuh waktu lebih lama untuk dicerna, dan menyebabkan produksi asam lambung makin banyak.
- Makanan pedas dan asam. Minuman kopi, teh, soda, dan alkohol.
- Rokok.
- Obat-obatan, seperti obat sakit kepala dan rematik.
- Cokelat dan keju yang terlalu banyak, sehingga membuat klep relaks dan tidak berfungsi optimal.
- Stres. “Otak dan sistem pencernaan saling berhubungan. Melalui susunan saraf pusat, jaringan saraf tulang belakang, sistem saraf otonom, ada relasi antara otak dan perut,” ungkap dr. Ari. Stres menyebabkan lambung memproduksi banyak asam lambung yang memicu naiknya asam lambung.
- Diabetes. Kadar gula dalam darah yang tinggi dapat merusak saraf yang mengendalikan percernaan. Akibatnya, makanan tinggal di dalam lambung lebih lama dan memberi asam lambung kesempatan untuk naik ke kerongkongan.
- Makan terburu-buru dan kunyahan tidak sempurna.
Jika Anda dapat mengendalikan faktor tadi, biasanya GERD juga ikut terkendali. Namun, jika diperlukan, obat-obatan seperti antasida yang berfungsi sebagai penetral asam lambung dan alginat yang berfungsi melindungi dinding perut dan kerongkongan dari iritasi asam lambung yang berlebihan bisa digunakan.
Pada kondisi yang lebih berat, dokter mungkin akan meresepkan penghambat reseptor H2 (H2RA) atau proton-pump inhibitor (PPI) yang berfungsi mengurangi produksi asam di lambung, dan prokinetik untuk mempercepat pencernaan.
Daria Gumulya


