Celebrity
Anna Kendrick: Antara Film & Teater

25 Sep 2015

Natalie Keener, sosok wanita muda yang baru saja lulus kuliah, melangkah mantap dengan dagu terangkat disertai tatapan penuh percaya diri. Di depannya,   Ryan Bingham, kolega senior yang mendampingi Natalie melakukan pekerjaan tak biasa: berkeliling dunia untuk memecat karyawan di berbagai perusahaan.

Peran itulah yang dibawakan Anna Kendrick (30) dalam film Up in The Air (2009). Ia yang ketika itu masih tergolong anak bawang, terbilang mampu mengimbangi aktor papan atas George Clooney (54) dan Vera Farmiga (41), sampai ia dinominasikan dalam Academy Awards 2010, kategori Best Supporting Actress. Sejak itu, Anna menaklukkan Hollywood dengan perlahan tapi pasti hingga akhirnya merebut hati penonton film mainstream lewat Pitch Perfect (2012).

Antara Film dan Teater

Setelah Up in The Air, nama Anna memang langsung meroket. Perannya sebagai wanita muda kenes dan perfeksionis dalam film arahan Jason Reitman itu telah mencuri perhatian banyak orang. Karakter Natalie terlihat menyatu dengan dirinya, meski Anna mengaku sifat aslinya berbanding terbalik dengan Natalie, yang sok tahu dan tak segan menggurui atau menasihati bosnya.

    Anna mengaku senang dan bangga bisa terlibat dalam film yang juga masuk daftar nominasi piala Oscar 2010, kategori Best Motion Picture of The Year, ini.  “Film ini mengajarkan bahwa kita tak akan bisa menyenangkan semua orang. Meski sudah berusaha memberikan yang terbaik, pasti ada saja orang lain yang menolak keberadaan kita,” ungkap Anna, yang mengaku sempat gerah tampil monoton mengenakan blazer terus-menerus.

Namun, ketidaknyamanannya itu tidak ada artinya dibanding dengan kesempatan emas berakting bareng aktor sekaliber George Clooney. Ia mengaku sangat senang bisa bermain dengan bintang Gravity (2013) itu. “George adalah sosok pria hangat, humoris, dan penuh pesona, persis seperti yang terlihat dalam Up in The Air. Mungkin, kalau lawan mainnya bukan dia, belum tentu saya bisa tampil optimal,” aku aktris kelahiran Portland, AS, 9 Agustus 1985, ini.

Sebelum film ini, Anna terbilang bermain aman membawakan peran-peran remaja belia seusianya, seperti Ginny Ryerson di Rocket Science (2007), Meg Brickman dalam Marc Pease Experience (2009), dan Sarah dalam Elsewhere (2009). Namun, saat memerankan tokoh Natalie, Anna mengaku keluar dari karakter yang biasa ia bawakan. “Saking totalnya, ada seseorang yang menghujat saya di Twitter karena kesal dengan Natalie. Ini malah bikin saya bangga! Artinya, akting saya berhasil,” ungkap sahabat dekat penyanyi Adam Lambert ini, tertawa.

    Penampilan di film ini tak hanya membuahkan nominasi di ajang Academy Awards, tapi juga di ajang bergengsi lainnya, seperti British Academy of Film and Television Arts (BAFTA), Golden Globes, dan Screen Actors Guild Awards. Gagal membawa piala dalam 4 ajang bergengsi itu, Anna justru menyabet gelar Rising Star Awards dalam Palm Springs International Film Festival 2010 dan Best Breakthrough Performance di MTV Movie Awards 2010.

    Usai Up in The Air, Anna kian laris membintangi film box office lain, seperti Twilight: New Moon (2009), Eclipse (2010), dan Breaking Dawn Part 1 (2011), Scott Pilgrim vs The World (2010), 50/50 (2011), dan What to Expect When You’re Expecting (2012). Tak hanya akting, Anna menunjukkan pula kebolehan bernyanyi dalam film musikal, Pitch Perfect dan Pitch Perfect 2 (2014).

    Vokalnya yang merdu itu pun membuat single Cups (When I’m Gone) yang ia nyanyikan dalam Pitch Perfect sempat menduduki peringkat satu tangga lagu Billboard 2013. “Menyanyi bukan sesuatu yang asing bagi saya, karena saya sudah mulai berlatih vokal sejak usia 10 tahun,” aku wanita yang pada tahun 2013 lalu bernyanyi di depan presiden dan sejumlah tokoh publik AS dalam ajang Kennedy Center Honors.    

Uniknya, walau berbakat menyanyi, Anna mengaku tidak ingin menekuni dunia tarik suara dengan lebih serius. Baginya, menyanyi membutuhkan kedisiplinan dan komitmen tinggi untuk menjaga kualitas suara, termasuk menghindari jenis makanan maupun minuman tertentu. “Jujur, saya bukan tipe orang yang disiplin. Makanya, saya lebih suka berakting karena saya tetap bisa minum soft drink dingin dan makan burger keju semau saya. Singing for me is just for fun,” ungkap Anna, kenes.(CIK)



 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?