

|
Ajukan
masalah Uang & Belanja Anda. Pertanyaan dijawab oleh
Lilis Setiadi, Konsultan Finansial Femina.

|

|
|

|
Modal Tak Sama

Tanya: Saya dan 2 teman ingin memulai usaha kursus bahasa asing untuk anak-anak. Saya punya modal uang cukup besar, sementara 2 teman saya hanya punya sedikit, tapi yang satu punya rumah menganggur yang bisa dijadikan tempat usaha, dan satunya lagi berkompetensi di bidang pendidikan. Dengan modal yang berbeda-beda ini, bagaimana pembagian keuntungannya? Padmasari – Denpasar

Jawab: Kalau bicara mudahnya, Anda bertiga dapat menjadi mitra dengan membagi rata kepemilikan usaha tersebut, yaitu 1/3 Anda (untuk modal yang dikeluarkan), 1/3 teman pertama (untuk tempat yang disediakan), 1/3 teman kedua (untuk jam operasional yang dihabiskan mengelola tempat kursus tersebut). Tetapi, karena masalah keuangan itu sensitif, Anda dapat melakukan kalkulasi terlebih dahulu.
Caranya? Hitung semua biaya. Mulai dari persiapan dokumentasi, persiapan tempat (dengan asumsi menyewa), perlengkapan, gaji tim pengajar, dan lain-lain. Dari situ akan terlihat, komponen penyewaan tempat akan membutuhkan biaya berapa banyak per tahunnya. Apabila tempat yang dimiliki teman Anda cocok untuk jenis usaha ini dan uang sewa yang Anda bertiga setujui dapat diterima oleh teman Anda tersebut, itulah jumlah yang seakan-akan menjadi ‘modal’ yang disetor teman Anda. Persentasenya tinggal disesuaikan.
Demikian juga teman yang kedua. Berapa besar upah per tahunnya yang dinilai sesuai dengan keahliannya sebagai operator tempat kursus? ‘Upahnya’ diberikan bukan dalam bentuk gaji, melainkan proporsi kepemilikan dalam usaha tersebut. Persentasenya tinggal disesuaikan.
Sebagai contoh, berdasarkan perhitungan semua angka, tercapailah angka kepemilikan: 65% (Anda atas modal kas yang dikeluarkan), 20% (teman pertama atas penyediaan tempatnya), dan 15% (teman kedua untuk menjadi full-time operator dan koordinator tempat kursus tersebut). Jumlah 65%, 20%, dan 15% inilah yang akan dipakai sebagai dasar pembagian hasil ke depannya.
|

|
Warisan Emas Ibu

Tanya: Ibu saya baru saja meninggal dunia, meninggalkan banyak perhiasan emas, juga koin emas dan emas batangan (sekitar 150 gram). Saya akan menyimpan perhiasannya sebagai kenang-kenangan. Tetapi, koin dan emas batangan ini sebaiknya diapakan? Apakah sebaiknya saya melanjutkan cara investasi emas ini? Khamelia - Bandung

Jawab: Dalam kasus Anda, bobot terbesar dari keputusan yang harus dibuat kelihatannya adalah sisi sentimentilnya, terlepas dari sisi investasinya.
Apabila Anda ingin tetap menyimpan peninggalan ibu seperti apa adanya, sebaiknya Anda menyewa Safe Deposit Box (SDB) di bank yang Anda nyaman yang dekat dengan rumah atau kantor Anda, sehingga memudahkan Anda untuk menyimpan dan sesekali mengeceknya. Untung ruginya? Anda menyimpan secara utuh fisik peninggalan dari ibu, tetapi Anda perlu menyisihkan sedikit biaya untuk sewa SDB.
Apabila Anda tidak keberatan untuk mengganti cara investasi emas tersebut, Anda dapat menjualnya. Dana hasil penjualan emas tersebut dapat Anda investasikan di instrumen lain yang sesuai dengan profil risiko Anda, contohnya dalam instrumen finansial yang non-fisik dan likuid. Pilihannya cukup beragam: deposito, ORI (Obligasi Ritel Indonesia), reksa dana yang beragam jenisnya, dan/atau saham.
|

|
|

|


|
 Sumber-Sumber Second Income

- Tangan Anda alias talenta & keterampilan Anda, seperti membuat kerajinan tangan atau camilan yang dapat ditawarkan ke kantor atau dititipkan di warung-warung, membuat cerpen dan artikel untuk dikirim ke majalah dan koran.
- Waktu luang Anda, bekerja paruh waktu sesudah jam kantor (misalnya sebagai agen asuransi), memberikan kursus di akhir pekan.
- Kendaraan Anda, disewakan di hari dan jam yang tidak digunakan.
- Isi rumah Anda, isi lemari yang tidak dipakai lagi dibuat garage sale, koran dan majalah bekas diloak.
|

|

|

|

|
| |
Tip Lainnya » |
|

|
|

|
|
|

|
|

|

|
|