Agenda
Future of Work

24 Oct 2018

Forum Indonesian Women’s Forum yang berlangsung pada 8 dan 9 November 2018 ini menjadi ajang untuk menavigasi wanita untuk kehidupan yang lebih baik dengan teknologi sebagai enabler, mendorong wanita untuk mandiri secara ekonomi, dan mendapatkan inspirasi serta menyalurkan aspirasi. 

Pada hari kedua, Jumat, 9 November 2018, bekerja sama dengan Procter & Gamble Indonesia (P&G) dan partner lain, acara dikemas untuk wanita karier dalam tema: Future of Work. Tema ini sangat relevan dengan situasi dunia saat ini. Masa depan dunia kerja sedang dibentuk oleh dua kekuatan, yaitu adopsi teknologi termasuk kecerdasan buatan di dunia kerja serta perluasan kemampuan tenaga kerja itu sendiri. 

Fenomena disruption (disrupsi) telah membuat situasi di mana persaingan kerja tidak lagi linear. Perubahan sangat cepat terjadi di tempat kerja, tenaga kerja, serta sifat pekerjaan. Masyarakat, organisasi, dan individu harus menetapkan pola pikir baru untuk bertahan hidup di era baru ini. Termasuk kesetaraan gender di tempat kerja yang telah menjadi norma sekaligus menjamin peluang yang lebih besar bagi wanita daripada sebelumnya. Semua persoalan ini yang akan menjadi bahasan dalam dua panel diskusi yang akan berlangsung di hari kedua ini. 

Panel pertama bertema Preparing The New Industry Requirements 4.0. Era disrupsi seperti saat ini sedikit banyak mensyaratkan tentang sosok pemimpin yang tangguh, reputasi global, dan selalu relevan dengan tantangan yang ada. Apalagi dengan tantangan industri 4.0 yang sudah di depan mata. da perubahan dalam korporasi yang membawa tantangan juga risikonya sendiri, menuntut korporasi dan juga profesional untuk bisa bertahan. 

Di panel kedua, dengan tema #siapabilanggakbisa, akan menghadirkan empat sosok wanita yang mampu meniti karier suksesnya. 

Karena faktanya wanita kerap menghadapi tuntutan ekspektasi dan stigma sosial yang bisa membelenggu aktualisasi dirinya. Menurut survei Pantene (2018) 9 dari 10 wanita di Indonesia ingin menjadi wanita di luar ekspektasi, keempat wanita panelis ini bisa menggambarkan hal tersebut. 

Mereka akan sharing tentang semangat, optimisme, dan tantangan dalam karier. Sharing yang bisa menjadi penguat untuk sesama wanita dalam menembus langit-langit kaca. 

Sementara Maudy Ayunda, aktris muda yang juga penyanyi, menjadi perwakilan generasi Z yang baru memasuki dunia kerja dengan segala dinamikanya. Bagaimana Maudy dan generasi terkini memandang dan mempersiapkan diri menghadapi segala tantangan. 

Hadir pula Dr. Indigo Triplett, konsultan karier dan pendiri perusahaan sumber daya manusia Careers in Transition. Wanita berkebangsaan Amerika Serikat ini akan memberi pandangan tentang kompetensi global yang diperlukan wanita karier serta gender equality in the work place

Usai konferensi, saatnya peserta belajar lebih dalam lewat kelas-kelas masterclass. Berbagai tema ditawarkan, dari kompetensi yang diperlukan untuk menghadapi perubahan dunia kerja yang sangat dinamis hingga bagaimana wanita bekerja menyiapkan diri dan keluarga menghadapi dunia yang serba digital. 

Lewat sharing pengalaman dan pengetahuan dalam kelas masterclass, diharapkan wanita akan semakin tangguh dan cerdik bergulat di dunia kerja. Dengan segala bekal yang didapat pada hari ini, tak ada lagi kata tak mungkin. Ayo, ikut serta, menjadi bagian dari wanita hebat Femina! 

Line up pembicara konferensi: 

Panel 1: Preparing The New Industry Requirements 4.0. 
1. Lily Surya, Lead of Egon Zehnder Indonesia 
2. DR. Nia Sarinastiti, Inclusion & Diversity Lead Accenture 

Panel 2: #Siapabilanggakbisa 
1. Anggun, Penyanyi & Brand Ambassador P&G
2. Najwa Shihab, Jurnalis & Founder NarasiTV 
3. Silvia Halim, Direktur Konstruksi 
PT MRT Jakarta 
4. Devi Asmarani, Editor in Chief & Founder Magdalene.co 
 
(f)


Nuri Fajriati


Topic

#IWF2018, #IndonesianWomensForum18

 

polling
Pertimbangan Dalam Memilih Kartu Kredit

Belakangan ini bank makin kreatif dan gencar dalam meluncurkan kartu kredit. Mereka pun bersaing memberikan berbagai fasilitas untuk menggaet pengguna baru.