Celebrity
13 Tahun Ada Apa Dengan Cinta

14 Oct 2014

Dalam rangka ulang tahun pertamanya, Galeri Indonesia Kaya yang berlokasi di Grand Indonesia menggelar rangkaian acara selama seminggu penuh. Salah satunya adalah pemutaran film-film legendaris, seperti Gie, Ada Apa Dengan Cinta (AADC) dan Drupadi.

Tentu saja ini menjadi ajang yang paling ditunggu-tunggu oleh para penggemar film tersebut. Seperti 150 penggemar setia AADC yang kembali menonton ulang film favorit mereka tersebut. Apalagi dalam pemutaran film juga hadir pemeran Mamet yang dimainkan oleh Denis Adhiswara. “Selalu takjub melihat antusiasme penonton AADC,” cerita Denis.  Buatnya sendiri AADC meninggalkan kesan yang mendalam, karena di sinilah titik awal perkembangan kariernya.

“Jadi, bukan hanya para penonton saja yang susah melupakan AADC, saya sendiri sebagai pemain juga sulit move on dari AADC, sampai sekarang saya masih dipanggil Mamet he he he…” kata Denis sembari menambahkan sejak AADC dia mendapat tawaran untuk bermain film yang lain.

Ada banyak cerita menarik yang dibeberkan Denis seputar syuting film AADC belasan tahun lalu. Salah satunya adalah kisah cinta lokasi salah satu pemain yang kepincut dengan puisinya Rangga yang ditulis oleh Rako Prijanto.

“Mau tahu, siapa orangnya? Ada deh! He he he,” kata Denis ketika didesak siapa salah satu cewek AADC yang naksir Rako. Bukan hanya itu saja, aktor yang sekarang ini lebih aktif di bisnis online video layaria.com ini  juga menceritakan alasan kenapa AADC tidak dibikin sekuel.

“Saat itu kita sepakat kalau AADC sudah selesai sampai di situ saja, tidak usah diperpanjang lagi. Kalau diperpanjang malah tambah aneh. Bisa jadi ini yang membuat AADC masih dikenang sampai sekarang, ceritanya nggak lari karena dipaksa diperpanjang,” ujarnya lagi.

Denis juga menilai perkembangan film Indonesia semakin baik. Khususnya untuk genre romantis Denis menyarankan agar tema cerita jangan monoton bercerita di seputar kegalauan karena orang yang ditaksir cinta dengan yang lain.

“Kenapa nggak dibikin cerita, ketika orang yang kita taksir suka dengan yang lain ya udah kita ketemu dengan yang lain. Kalau yang lain nggak suka cari yang lain lagi, begitu terus deh. Intinya jangan alay deh, cinta nggak usah dibikin ribet!” tegasnya.


 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?