Profile
Mengenal Sosok Retno Marsudi, Menlu Wanita Pertama di Indonesia

6 Nov 2018

Foto: Dok. Femina Group
 
Kita boleh berbangga, bahwa delapan dari 34 menteri Kabinet Kerja Joko Widodo adalah wanita. Namun, harus diakui wanita yang berkarier di dunia politik masih harus terus diperjuangkan. Salah satu figur yang menonjol di perpetaan politik adalah Retno Marsudi sebagai wanita Indonesia pertama yang menjabat posisi Menteri Luar Negeri untuk periode 2014-2019.

Wanita kelahiran Semarang ini akan hadir di Indonesian Women's Forum 2018 di Artpreneur Ciputra Jakarta, dan bicara pada hari kedua perhelatan, pada 9 November 2018. Tentunya ia akan berbagi dan menyuntikan semangat bagi sesama wanita lainnya dalam konferensi yang khusus mengangkat tema The Future of Work

Posisi Retno tentu tidak bisa dibilang jatuh dari langit begitu saja. 

Retno mulai melangkah ke dunia internasional saat ia masih berkuliah. Berkat kecerdasannya yang menonjol, ia mendapatkan beasiswa dari Kemenlu setahun sebelum kelulusannya dari Jurusan Hubungan Internasional Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Begitu meraih gelar sarjana, Retno langsung direkrut oleh Kemenlu.

Awal karier Retno dimulai pada tahun 1992 ketika ia dikirim ke Australia untuk mengurus kasus penghilangan nyawa warga Timor Leste di Santa Cruz, Dili. Kemudian pada tahun 1997, Menteri Retno menjadi Sekretaris Satu Kedutaan Besar Indonesia di Den Haag, Belanda hingga ia mendapat jabatan sebagai Kepala Bidang Ekonomi KBRI di Den Haag.

Selain Belanda, Menteri Retno juga menjalankan tugas diplomatik di Norwegia sebagai Duta Besar Indonesia untuk Norwegia dan Islandia pada tahun 2005 – 2008. Saat menjalankan tugasnya sebagai Duta Besar Indonesia di Norwegia, Menteri Retno mendapatkan penghargaan Order of Merit (Grand Officer – the Second Highest Decoration) sebagai bukti pencapaiannya dalam mempererat hubungan bilateral antara Indonesia dan Norwegia. Penghargaan yang diberikan oleh Raja Norwegia ini menjadikan Menteri Retno sebagai orang Indonesia pertama yang menerima penghargaan dari Norwegia.

Menteri Retno kemudian menjabat sebagai Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Belanda pada tahun 2012 – 2014. Pada periode menjabatnya, Menteri Retno lagi-lagi mendapatkan penghargaan berupa medali Ridder Grootkruis in de Orde van Oranje-Nassau karena telah berhasil meningkatkan hubungan bilateral antara Indonesia dan Belanda. Raja Willem-Alexander der Nederlanden sendiri yang memberikan penghargaan tersebut kepada Menteri Retno pada 12 Januari 2015 di Istana Noordeinde, Den Haag.

Kini, sebagai wanita pertama yang mengemban tugas untuk hubungan internasional Indonesia dan negara-negara lainnya, Menteri Retno harus menghadapi tantangan berupa perlindungan WNI. 

Ada banyak hal yang bisa menjadi inspirasi dari perjuangan dan keuletan wanita ini meraih posisi prestisius. Dengan hadirnya beliau di IWF 2018, diharapkan bisa lebih banyak mengubah mindset wanita Indonesia untuk tidak gentar menjadi pemimpin dan berkecimpung di dunia politik. (f) 

Audry Loemakto (Kontributor)


Baca Juga: 

Berjuang Bersama untuk Kemajuan Wanita
Membagi Peran Ganda
Mengenal Politikus Muda Tsamara Amany Alatas
 


Topic

#kemenlu, #wanitahebat, #politik

 

polling
Pertimbangan Dalam Memilih Kartu Kredit

Belakangan ini bank makin kreatif dan gencar dalam meluncurkan kartu kredit. Mereka pun bersaing memberikan berbagai fasilitas untuk menggaet pengguna baru.