Profile
8 Perempuan Supreme: Yura Yunita

9 Oct 2018


Dok: Femina

Kegemaran menyanyi dan bermain piano sejak kecil ternyata membuka jalan bagi Yura Yunita menjadi musikus yang tidak hanya bersuara emas tapi juga mencipta sederet lagu untuk banyak musisi tanah air seperti: Titi DJ, Mikha Tambayong, Rizky Febian, dan Cakra Khan. Tak egois dalam bermusik, wanita yang terpilih sebagai satu dari delapan Perempuan Supreme pilihan Head & Shoulders dan femina ini memiliki misi ingin membuka jalan selebar-lebarnya untuk para musisi muda berkarya.
 
BEBAS BERKARYA
Tahun 2014 adalah titik awal Yura memasuki dunia musik tanah air, yang didukung oleh musikus senior Glenn Fredly, penulis dan pelantun lagu Berawal Dari Tatap ini langsung mendapat pengakuan dan beberapa penghargaan lewat albumnya berjudul Yura. Empat tahun kemudian, tahun 2018, ia memanjangkan langkah dengan mendirikan sebuah label sendiri.
 
Kesibukan saat ini?
Setelah merilis lagu Intuisi, Harus Bahagia, dan Tak Kenapa, saat ini saya sedang merilis album baru bersamaan juga dengan rilis single baru berjudul Buka Hati yang saya tulis bersama Tulus, bercerita tentang harapan.
 
Album ini bercerita tentang apa?
Album terbaru saya berjudul Merakit. Berisi sembilan lagu yang 80 persennya saya tulis sendiri. Sementara sisanya, saya tulis bersama Yovie Widianto, Tulus, dan Donne Maulana. Merakit adalah proses pendewasaan diri bagi Yura Yunita, baik sebagai perempuan maupun musikus. Ini adalah album yang saya rilis di bawah bendera label Ayura milik saya, yang berdiri secara resmi pada awal tahun 2018. Dengan label independen ini, saya bisa berkarya dengan bebas, namun penuh dengan perasaan. Sepenuh hati dan jiwa saya.
 
Konsep musik Anda?
Saya adalah milenial yang berjiwa old. Saya menyukai musik-musik tahun ‘20-an, seperti musik broadway, funk, dan RnB. Untuk album terbaru saya, konsep musiknya adalah vintage funk soul, musik tahun ‘20-an sampai ’50-an, namun dikemas dengan lebih kekinian.
 
Mengapa mendirikan label?
Di era digital, semua orang punya kesempatan menyebarkan karyanya dengan bebas dan tanpa harus melewati proses yang panjang di label. Selama ini, ada beberapa hal yang saya rasa membatasi saya dalam berkarya. Saya selalu ingat nasihat ibu saya, ‘Selama niat kita tulus, maka jangan pernah takut untuk terus maju mewujudkan mimpi.’
 
Harapan pada album Merakit dan label Ayura?
Semoga bisa mengingatkan teman-teman untuk terus berani merakit mimpi-mimpi mereka. Membuka hati untuk dicintai dan mencintai. Lewat label ini saya ingin membuka jalan untuk regenerasi musikus di Indonesia dan saling mendukung. Itu telah menjadi salah satu visi dan misi saya sejak tahun 2014 lalu.
 
MEMBUKA DIRI
Dalam menjalankan labelnya, ia membawa prinsip keterbukaan, mendengarkan isi hati, serta menjaga komunikasi yang baik dengan musikus yang berada di bawah labelnya. Karena ia percaya butuh regenerasi dalam bermusik.
 
Bagaimana sikap Anda terhadap musikus baru yang bermunculan?
Munculnya musikus-musikus baru justru membuat saya senang. Artinya, visi dan misi saya makin lebih mudah dicapai. Namun, saya berharap mereka tetap memiliki ciri khas dan karakter yang kuat.
 
Cara Anda mendapatkan inspirasi saat menulis lagu?
Inspirasi bisa datang dari mana saja. Namun, yang paling penting adalah saya harus peka terhadap diri dan perasaan sendiri. Saya juga harus membuka diri pada apa yang dirasakan oleh orang lain. Itulah yang memudahkan saya untuk menciptakan karya. Saat menyendiri di kamar atau ketika sedang berbicara dengan orang lain atau menjawab pertanyaan yang terlintas di pikiran pun menjadi sebuah inspirasi.
 
Influencer dalam bermusik?
Michael Jackson, Chrisye, dan Vina Panduwinata. Saya mengidolakan mereka karena memiliki karakter, sekaligus menjalani passion mereka dengan penuh tanggung jawab. Dan, mereka juga berkarya dengan hati yang jujur.
 
Mimpi terbesar?
Ingin menjadi salah satu penyanyi wanita legend di Indonesia. Saya juga mau membentuk banyak musikus yang bisa menyambung regenerasi.
 
Soal penampilan, bagian tubuh yang paling mendapat perhatian?
Saya selalu menganggap rambut adalah kekuatan saya sebagai wanita. Sejak SD, banyak orang yang senang dengan rambut saya. Agar rambut tetap lembut, saya rutin keramas dua hari sekali dengan sampo Head & Shoulders Supreme.
 
Bagi Yura dan kebanyakan wanita lain, rambut adalah mahkota sehingga perlu dirawat keindahan dan kesehatannya. Perawatan dengan menggunakan bahan alami menjadi pilihan para wanita. Salah satunya argan krim yang kaya vitamin A, E, dan Antioksidan. Rangkaian produk perawatan rambut Head & Shoulders Suprême ini mengandung argan krim yang berkhasiat menutrisi rambut secara alami, sehingga rambut tetap cantik memukau sekaligus kulit kepala sehat yang terlindungi dari ketombe. (f)

Baca Juga: 
8 Perempuan Supreme: Susi Pudjiastuti
8 Perempuan Supreme: Alberthiene Endah
8 Perempuan Supreme: Isha Hening

Desiyusman Mendrofa


Topic

#kitasupreme, #yurayunita

 

polling
Pertimbangan Dalam Memilih Kartu Kredit

Belakangan ini bank makin kreatif dan gencar dalam meluncurkan kartu kredit. Mereka pun bersaing memberikan berbagai fasilitas untuk menggaet pengguna baru.