Money
Plus Minus Investasi Logam Mulia

19 May 2017


Foto: Fotosearch

Kalau tertarik investasi emas dalam bentuk fisik, logam mulia adalah pilihan tepat. Emas batangan ini tersedia dalam beragam ukuran, mulai dari 5 gram hingga 1.000 gram—dengan harga sekitar Rp 500.000 per gram.
 
Untuk memperolehnya kita dapat membeli di PT Aneka Tambang (Antam) maupun di toko emas. Biasanya, nih, toko emas juga mengeluarkan sertifikat keaslian dari Antam. Mereka hanya beda di harga—ada yang lebih mahal dan ada yang lebih murah.
 
Sebelum membeli kita harus memperhitungkan biaya cetak emas yang akan dibebankan saat pembayaran. Misalnya, kita membeli emas satu gram (@Rp 500.000) sebanyak lima kali dengan biaya cetak masing-masing Rp 60.000. Total pengeluaran adalah:
 
Harga logam mulia: 5 x Rp 500.000 = Rp 2.500.000
Biaya cetak: 5 x Rp 60.000 = Rp 300.000
Total pengeluaran: Rp 2.800.000
 
Bandingkan jika kita membeli emas lima gram sekaligus, dengan biaya cetak Rp 70.000. Total pengeluaran kita hanya Rp 2.570.000—lebih irit. Namun jika dana terbatas, kita tetap bisa, tuh, membeli emas ukuran besar dengan cara mencicil.
 
“Sekarang banyak toko emas yang menerapkan sistem ini sehingga memungkinkan nasabah untuk mencicil logam mulia—bahkan untuk 10 gram saja. Nantinya emas ini disimpan di toko sampai kita selesai mencicil. Biaya cetaknya hanya dikenakan sekali berdasarkan total berat emas,” jelas perencana keuangan Indra Hadiwidjaja, CFP.
 
Berikut kelebihan dan kekurangan investasi logam mulia.
Plus:
  • Ada bentuk fisiknya.
  • Harga cenderung stabil dan naik sehingga menguntungkan jika dijual bertahun-tahun ke depan.
  • Antikarat alias tahan lama.
  • Dapat digadaikan.
  • Mudah diperjualbelikan kembali.
Minus:
  • Ada biaya cetak.
  • Tidak praktis alias harus dibawa tiap kali transaksi. (f)
Baca:
Atasi Inflasi dengan Investasi Emas
Dana Darurat Ketika Di-PHK
Jenis Asuransi Yang Harus Dipilih

Vini Damayanti


Topic

#investasi